بسم الله الرحمن الرحيم

Mimpi 12

 3.jpg

Terjadi pada hari Jum’at malam sabtu di rumah kediamanku Semarang. Sepertinya aku duduk di sebuah kursi yang terbuat dari besi. Lebih tepat seperti eskalator. Ketika aku duduk di atasnya, maka semakin lama kursi itu terangkat semakin naik. Naik dan naik hingga tingginya melebihi gunung. Akupun merasa ketakutan meskipun aku lihat pemandangannya indah hingga akupun berpegangan dengan kuat karena takut terjatuh. Pemandangan gunungpun tampak jelas. Bahkan  puncak gunung tempat kelahiranku di daerah ambarawa terlihat dari kejauhan. Akan tetapi puncaknya berubah warnanya menjadi putih seperti gunung kapur. Aku rasakan semua ini seakan berkah dari Habib Luthfi Bin Ali Yahya Pekalongan. Maka tak lama kemudian mimpi itu berubah. Seakan  akan kami membersihkan sebuah makam yang sangat kuno bersama-sama orang banyak.  Habib yang memimpin, dan menurut beliau makam itu adalah makam leluhur beliau yang harus di rawat. Habib pun memberi tausiyah / pengajian di tempat tersebut. Sesaat berapa lama kemudian kami melaksanakan salat asar berjama’ah dengan Imam Al-Habib. Aku  berwudhu di bawah mata air yang mengalir dari atas perbukitan yang indah. Aku berjalan ke atas bukit denan maksud melaksanakan salat berjama’ah, akan tetapi sesampai di sana yang ada hanyalah penduduk lokal yang hendak melaksanakan salat. Maka turunlah aku kembali mencari jama’ah yang dipimpin habib, dan aku temukan mereka sedang meaksanakan salat di sekitar kompleks makam yang berada di bawah pohon beringin yang rindang yang didekatnya terdapat kolam mata air yang sangat jernih.

AKupun bersyukur dapat menyusul mereka meski sedikit terlambat…..

Iklan

10 November 2007 Posted by | Mimpiku | 1 Komentar

Mimpi 11

7.jpg

Pada hari Sabtu malam minggu tanggal 4 Nopember 2007 di rumahku watugong Semarang, aku tidur sendiri kebetulan anak dan isteriku baru saja aku antar ke rumah orang tuaku di Ambarawa, karena adikku yang bungsu sedang melahirkan, lagi pula hari itu bertepatan hari libur. Tengah malam aku bermimpi, berziarah ke makam para wali, dan yang terakhir aku berziarah ke makam Sayyidina Al-Ghauts Al- A’dham Syaikh Abdul Qadir Al Jailani RA. Di makam tersebut tampak beberapa orang yang berziarah, makam beliau berada di sebuah bangunan yang cukup luas, dan dekat makam ada sebuah ruangan (kamar) yang dihuni oleh alhli waris beliau dan tempat para ahli waris beliau berziarah/mengaji di depan makam beliau.

8 November 2007 Posted by | Mimpiku | 1 Komentar

Mimpi 10

medina-dawn.jpg

 

10. Sekitar tanggal 17 Januari 2004 aku bermimpi pada malam hari, berziarah ke makam Mbah Somo. Aku berjalan menyusuri perkampungan dan desa ke arah makam Mbah Somo, di mana jalannya cukup jauh. Dalam mimpi itu seakan aku menggendong isteriku, namun anehnya aku tidak merasa lelah. Setelah sampai di makam terlihatlah olehku di sana ada dua makam, yang satunya makam Mbah Somo, namun yang satunya lagi makam siapa aku tidak tahu. Suasana makam itu sangatlah sejuk dan kedua nisan dari makam itu ditutupi dengan kain berwarna hijau. Di sebelah makam ada danau yang sangat jernih airnya, dimana arusnya juga deras, sedang di pinggirnya ada semacam perahu untuk bermain. Ketika sampai di makam itu aku melihat Pak Modin Wakid sudah tiba di sana bersama Kang Komari dan satulagi orang yang tidak aku kenal.

Sampai di situ aku terbangun dari tidurku, lalu aku keluar rumah, sesampainya di luar rumah aku berdo’a kepada Allah kemudian kembali tidur lagi. Dalam tidurku yang ke dua ini aku bermimpi lagi dimana aku seakan berjalan-jalan. Sesampainya di pinggir sungai aku ingin sekali mandi. Kemudian aku turun karena sungainya berada di bawah seperti di dalam jurang. Di situlah aku mandi, dan setelah selesai aku hendak naik ke atas tetapi tiba-tiba aku melihat bangkai anak kijang yang terjepit di sela-sela pohon beringin di tengah sungai yang mana di sebelah pohon beringin itu terdapat sebuah batu yang sangat besar. Ketika aku dekati, aku melihat kaki anak kijang itu bergerak sedikit sehingga aku mengira anak kijang itu masih hidup.

Karena merasa kasihan maka aku ambilah bangkai itu, tetapi anehnya setelah aku bawa ternyata bukan bangkai anak kijang melainkan bayi yang sangat mungil dan tampan. Wajahnya putih bersinar, rambutnya hitam legam bergelombang indah sekali. Ia hanya memakai rompi kecil di badannya di mana rompi itu sepertinya rompi pakaian dari kerajaan. Kemudian bayi itu aku bawa pulang dan aku perlihatkan kepada seisi rumah. Aku kasihan sekali melihat bayi itu, kemudian aku bilang kepada keluargaku bahwa aku ingin menjadikannya anak angkat biar menjadi teman anakku yang bernama Yusuf Musthofa ‘Adhli. Dan anehnya selama digendong ibuku, bayi itu tidak pernah menangis atau rewel. Bahkan dalam keadaan lapar, bayi itu hanya diam saja dan tidak menangis.

Alhamdulillah semua ini berkah dari Allah SWT……..Amin.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | Tinggalkan komentar

Mimpi 9

 gggg1.jpg

  1. Pada tanggal 1 malam tanggal 2 Oktober 2003 harinya malam Kamis , aku bermimpi

mengikuti pengajian di kediaman Simbah Kiyah Haji Ahmad Abdul Haq Watucongol. Banyak sekali tamu yang mengikuti pengajian. Setelah pengajian selesai maka dilanjutkan dengan asroqolan, mengirim Sholawat kepada ROSULULLOHI SAW, yang langsung dipimpin oleh beliau. Semua yang hadir berdiri dan bersama-sama membaca Sholawat Nabi, banyak sekali yang menangis karena terharu dengan bacaan Sholawat yang dipimpin Hadrotusyech.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | 6 Komentar

Mimpi 8

dh2.jpg

  1. Malam itu malam Senin, bertepatan dengan tanggal 11 Juli 2004 sekitar jam 12 Malam

Aku bermimpi sowan ke kediaman Mbah Shamir. Tempatnya di daerah pegunungan seperti daerah Wirogomo. banyak tamu yang datang ke sana, sesampainya di sana aku melihat Mbah Shamir duduk diantara tamu, dan setelah aku bersalaman kemudian aku di suruh makan. Maka makanlah aku bersama tamu-tamu yang lain.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | Tinggalkan komentar

Mimpi 7

12.jpg

  1. Sekitar tanggal 25 September 2003 aku bermimpi seolah-olah Simbah Kyai Haji

Ahmad ‘Abdul Haq Watucongol mampir ke rumahku. Adapun tujuan beliau yang sesungguhnya adalah hendak berobat tetapi berobat ke mana aku tidak tahu. Aku dan seluruh keluargaku senang sekali menyambut kehadiran beliau, bahkan kami sekeluarga menyiapkan segala kebutuhan yang akan dibawa oleh beliau dalam perjalanan. Sementara aku menyiapkan mobil yang akan dipergunakan beliau, aku melihat ibuku menyiapkan bekal yang akan dibawa. Satu persatu bekal itu aku masukkan ke dalam mobil dan aku menatanya dengan rapi kemudian beliau memasuki mobil lalu mobil berjalan sedang aku mengikutinya dari belakang.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | Tinggalkan komentar

Mimpi 6

 fjhxftj.jpg

  1. Pada tanggal 24 September 2003 bertepatan dengan malam tanggal 27 Rojab lima

hari setelah wafatnya Hadrotusyeh Simbah Kiyai Haji Ahmad Jauhary ‘Umar , dimana beliau wafat pada hari Jum’at malam sabtu tanggal 19 malam 20 September 2003. Adapun mimpinya adalah sebagai berikut.

Dalam mimpi itu seakan-akan aku berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam Pasuruan yang diasuh oleh beliau Syeh Ahmad Jauhary ‘Umar. Aku datang ke sana bersama temanku, sambil membawa kitab / buku catatan. Sesampai di sana kami mendengar beliau sedang memberikan pengajian. Banyak sekali orang yang hadir di sana, sedangkan suara beliau sangat keras meskipun tanpa menggunakan pengeras suara. Beliau memberikan pengajian itu dari dalam masjid yang letaknya agak tinggi. Banyak sekali pesan yang beliau sampaikan, namun beberapa yang saya ingat diantaranya beliau minta kepada yang hadir untuk ikut mengembangkan amalan Manaqib Jawahirul Ma’any, di daerah tertentu yang anggotanya masih sedikit atau sekitar 88 orang, ada lagi pesan beliau untuk menyebarkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLOH di atas bumi, dan beliau berkata bahwa kalimat itu bisa digunakan untuk apa saja menurut niatnya.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | 3 Komentar

Mimpi 5

gggg.jpg

  1. Pada tanggal 9 September 2003 aku bermimpi seakan-akan aku bersama anak dan

isteriku berziarah ke makam Mbah Samir atau Mbah Mangli. Makamnya terletak di atas bukit yang sangat tinggi, Menurut perasaanku makamnya sangat jauh dan terjal sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di lokasi makam. Yang ikut bersamaku pada saat itu adalah isteriku dan anakku Yusuf Musthofa ‘Adhli. Ake berjalan dengan isteriku sementara Yusuf digendong olehnya. Sesampai di atas terlihatlah bangunan makam yang sangat besar , yang semuanya terbuat dari batu yang sangat kokoh, begitu juga sepanjang perjalanan semua bangunannya tersusun dari batu-batu yang sangat kokoh. Banyak sekali orang yang berziarah ke sana……..

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | Tinggalkan komentar

Mimpi 4

 ggg.jpg

  1. Pernah suatu hari aku bermimpi seakan-akan aku berjalan merangkak mendaki

Gunung Andong tempat kediaman Mbah Mangli. Sepertinya saat itu aku masih anak-anak. Sesampainya di sana aku sangat kelelahan, oleh karena itu aku lantas diberi makanan oleh Mbah Mangli, bahkan kalau tidak salah seakan-akan aku disuapi oleh beliau.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | 1 Komentar

Mimpi 3

 11.jpg

  1. Pernah suatu hari aku bermimpi berkunjung ke kediaman Bapak KH. Evi

Abdurrahman Saleh. Beliau adalah seorang kiyai atau ulama yang banyak sekali keramatnya serta banyak menolong orang. Tamu beliau banyak sekali sampai beratus-ratus oranng, baik dari kalangan orang miskin sampai para pejabat yang minta tolong kepada beliau. Salah satu keistimewaan beliau adalah diantara sekian banyak tamu yang hadir, semuanya tidak mengutarakan maksudnya atau keperluannya kepada beliau, tetapi beliau sudah tahu apa keinginan tamunya itu dengan melihatnya lewat air yang beliau sediakan di dalam botol. Dalam mimpi ityu banyak sekali tamu yang datang di sana, tetapi pada saat itu saya bingung keperluan apa yang saya kehendaki, karena saya pada saat itu tidak mempunyai hajat sesuatu kepada beliau. Akhirnya aku ikut bersama tamu yang lain sowan menghadap beliau. Karena aku tidak ada keperluan, maka aku antre pada barisan yang paling belakang diantara tamu-tamu itu, sambil membawa sebuah botol yang berisi air, yang disediakan di sana. Setelah semua tamu selesai menghadap, akhirnya sampailah giliranku, dan di situ saya menanyakan tentang kitab pemberian pamanku, yang merupakan kitab yang cukup kuno penggalan orang tua atau kakek saya. Akhirnya beliau masuk kamar dan bermaksud melakukan istikhoroh. Setelah itu beliau keluar menemuiku dan berkata bahwa ketika sedang istikhoroh beliau ditemui oleh Simbah Kyai Dalhar Bin Abdurrahman dari Watucongol dimana banyak sekali para wali yang berdiri di belakang beliau. Tetapi anehnya para Wali yang berdiri di belakang Mbah Dalhar tersebut semuanya diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun, hanya Mbah Dalhar sendiri saja yang berbicara, dan berkata “ Yen bocah iku aku dhewe sing ngurusi “. Aku tidak tahu apa makna kalimat tersebut, tetapi semoga saja mengandung makna yang baik buat aku, anak istri kerabat serta keluargaku semua Amin.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | 3 Komentar

Mimpi 2

 1.jpg

 2.    Pada tanggal 12 Agustus 2003 sekitar jam 02.00 aku bermimpi bertemu seseorang dengan memakai jubah hitam. Menurut perasaanku dalam mimpi itu, beliau yang memakai jubah hitam itu adalah seorang HABA-IB atau masih keturunan Rosululloh SAW. Ketika beliau datang aku ingin mencium tangannya, dan setelah dekat aku berusaha menyalaminya sehingga ketika sampai di depanku aku, pegang tangannya lalu aku berusaha meraih kakinya. Setelah aku berada di kakinya langsung saja aku mencium kakinya yang mulia itu, nilmat sekali rasanya, seakan-akan mendapat berkah yang sangat banyak.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | 3 Komentar

Mimpi 1

dh.jpg

1. Pernah suatu hari aku bermimpi,tetapi aku sudah lupa tanggalnya. Mimpi itu terjadi pada tengah malam kira-kira jam dua belas, dimana pada saat itu aku sedang menderita sakit. Pada saat itu aku sedang menerima cobaan yang aku rasakan cukup berat baik cobaan secara fisik maupun bathin.

Perasaan yang paling berat aku rasakan terjadi kira-kira jam setengan dua belas. Pada saat itu aku tinggaql di dalam kamar sendirian, karena kebetulan semua keluarga sedang pergi. Kebetulan juga pada saat itu turun hujan yang cukup deras, disertai petir yang menyambar-nyambar.

Perasaan takut menyelimuti seluruh hatiku, dimana kondisi badanku sangat lemah. Dalam pikiranku hanya satu yang tergambar bahwa malam ini adalah malam yang terakhir hidupku di dunia. Sebentar-sebentar aku melihat ke arah pintu kamar menanti kedatangan malaikat maut yang akan mencabut nyawaku, dan aku sudah pasrah. Lalu aku mencoba memperbaiki posisi tidurku seperti orang yang telah meninggal, barang kali malaikat maut datang sedang aku sudah dalam posisi siap dan pasrah kepada Allah SWT.

Detik demi detik kepanilan dan kecemasan semakin aku rasakan. Sehingga tubuhku llunglai seperti orang yang kepayahan. Akhirnya setelah aku semakin tidak berdaya maka tertidurlah aku. Di tengah-tengah tidur itulah aku bermimpi dengan mimpi yang paling berkesan dalam hidupku, yang tidak dapat aku lupakan.

Adapun mimpi yang aku alami adalah sepereti ini. Dalam mimpi itu aku seakan-akan berjalan bersama guruku, atau seorang Syei kh yang membimbing perjalanan spiritualku. Waktunya kira-kira jam setengah enam sore, atau matahari hampir tenggelam.Suasananya remang-remang, tidak begitu terang tetapi juga tidak begitu gelap. Langit di sebelah barat kelihatan agak kuning, tetapi matahari sudah tidak kelihatan.

Di mimpi itu aku seolah berjalan berdua, sedangkan suasana jalan sangatlah sunyi, kira-kira tempatnya pada jalan diantara desa Cerbonan dan kali Galeh Ambarawa. Tapi sebelum sampai di sana kami sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selama dalam perjalanan itu aku selalu dirangkul oleh guruku. Adapun beliau berperawakan tinggi besar, kalau aku berdiri di sampingnya maka tinggiku hanya sampai dadanya. Beliau pada saat itu tidak memakai baju tetapi hanya memakai kain sarung dang selendang berwarna hijau Selama dalam perjalanan aku selalu menciumi tangannya dimana tangan beliau sangatlah halus dan lembut seperti busa. Karena sangatlah lembutnya seakan-akan tangan beliau empuk dan tidak ada tulangnya layaknya seperti busa. Demikian selama perjalanan kami sehingga sampailah kami di dekat sungai kecil sebelah kali galeh.

Sebelum sampai di jembatan kaligaleh terlihat banyak air yang meluber ke jalan raya karena pada saat itu sungainya sedang banjir. Karena jalannya terlihat basah, maka aku segera menggendong Guruku di atas punggungku agar beliau tidak basah terkena air. Tetapi anehnya meskipun Guruku orangnya tinggi besar, namun aku tidak merasa keberatan ketika menggendongNya. Di sepanjang jalan tergenang air, sementara aku terus menggendong Guruku ke atas punggungku. Akhirnya sampailah kami di sebuah mushola yang sangat kuno. Mushola itu terletak di dekat sungai kecil sebelah selatan kaligaleh. Seingatku, musholanya tidak terlalu besar tetapi semuanya terbuat dari kayu jati. Sesampainya di sana kami bersama-sama melaksanakan sholat sedang aku menjadi makmum di belakang Guruku.

 

Setelah kami selesai melaksanakan sholat bersama tiba-tiba Guruku mengambil sesuatu dari dalam bajunya, dan setelah dikeluarkan ternyata sebuah pisang raja yang sudah dikelupas kulitnya. Tetapi yang saya lihat hanyalah potongan kecil ujung dari pisang raja itu. Kemudian ujung dari pisang itu diberikan kepada temanku. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba temanku itu sudah berada di situ dan diberi pisang raja meskipun hanya ujungnya saja. Melihat hal itu aku merasa sedikit iri kepadanya, mengapa dia yang diberi. Setelah itu temanku pergi, sedang aku masih berada di situ bersama Guruku. Tak lama kemudian beliau mengeluarkan lagi sesuatu dari dalam bajunya dan setelah saya lihat ternyata pisang raja yang sudah dikelupas kulitnya. Daging pisang itu terlihat sangat segar dan besar dimana ujungnya sudah diberikan kepada temanku. Tak lama kemudian pisang itu diberikan kepadaku dan langsung saja aku memakannya.

Setelah memakan pisang itu badanku yang kepayahan berangsur-angsur reda. Demikian pula setelah aku terbangun dan tersadar aku merasakan badanku semakin terasa enak. Demikian, hari demi hari kondisi fiisikku mulai membaik, demikian juga kondisi sepiritualku sedikit demi sedikit mulai meningkat. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kehadirat Para Guru dan Masayikh serta mendapat tempat yang tinggi di sisi Allah….. Amin.

1 Oktober 2007 Posted by | Mimpiku | 3 Komentar