بسم الله الرحمن الرحيم

Kanker otak

Kanker Otak dan Pengobatannya

Meski dilihat dari angka kejadiannya, jumlah? penderita kanker otak masih rendah, yakni hanya enam per 100.000 dari pasien tumor/kanker per tahun, namun tetap saja penyakit tersebut menjadi ?momok? bagi sebagian besar orang. Pasalnya, walaupun misalnya tumor yang menyerang adalah jenis tumor jinak, bila menyerang otak?tingkat bahaya yang ditimbulkan umumnya lebih besar daripada tumor yang menyerang bagian tubuh lain.

Seperti yang menimpa bintang sinetron dan iklan Ferry Irawan, akibat penyakitnya ia sempat lumpuh, bibir dan lidah tidak bisa digerakkan, sulit bicara, bahkan ia sampai kehilangan kekuatan. Sampai-sampai pemeran ?Hati yang Terpilih?, ?Srikandi?, ?Baret Merah? ini tangan kanannya tak berfungsi normal.

Tumbuhnya sel-sel tubuh yang tidak normal ini memang menakutkan.?Penyebab pasti dari kanker belum diketahui secara tepat tapi berbagai faktor telah diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Faktor risiko pencetus tumor otak ini bisa karena riwayat keluarga, radiasi, zat kimia, pola makan, obat-obatan tertentu, dan rokok.

Penyakit ini bisa muncul tanpa gejala yang bermakna, tapi sering pula ditandai dengan gejala-gejala seperti pusing kepala, muntah, gangguan penglihatan, kesadaran, pendengaran, berjalan dan saraf. Sayangnya, sejauh ini belum ada pengobatan yang pasti, namun seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran dan farmasi berbagai upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk ?mengusir? penyakit tersebut.

Terapi obat-obatan telah digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Selain itu, kasus-kasus lain mungkin ditangani dengan operasi, radioterapi, maupun kemoterapi.? Tindakan operasi termasuk yang sering dilakukan, khususnya pada penderita tumor otak.

Riset terhadap pengobatan kanker pun terus berlangsung. Ikan hiu yang diketahui telah menjelajah lautan sekitar 400 juta tahun lalu diketahui morfologinya tidak pernah berubah. Konon, di tubuh ikan ini, sel kanker tidak?bisa tumbuh, karena seluruh tulangnya adalah tulang rawan. Benarkah demikian?

Dalam catatan buku tradisional Cina mengenai khasiat? makanan pengobatan, makan sirip ikan hiu dipercaya dapat mencegah?penuaan kulit, dan gelatin yang terkandung di dalam sirip ikan hiu dipercaya pula dapat meningkatkan vitalitas. Yang pasti, katanya sirip ikan hiu ini memang lezat.

Meski hasil penelitian itu dibantah oleh ahli nutrisi dari Universitas Taiwan, Prof. Chang Hung-min yang mengatakan, sebutir telur ayam pun lebih bergizi dibandingkan semangkuk sup sirip hiu, namun peneliti-peneliti lain mengungkapkan hasil yang positip.

Peneliti dari Indonesia yang juga Kepala Pusat Studi Satwa Primata Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor, Drh. Dondin Sajuthi Ph.D mengakui?esktrak?tulang rawan ikan hiu dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru. Hal itu ia buktikan lewat penelitiannya.?

Dokter Henry Brem dan dr Allen K Sills dari Johns Hopkins University melaporkan salah satu senyawa yang berasal dari ikan hiu?Squalus, terbukti dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyalurkan makanan ke tumor otak. Dengan menggunakan sel pembuluh darah sistem saraf pusat sapi, kedua peneliti ini meneteskan squalamine. Setelah dua hari, pertumbuhan sel pembuluh darah turun hingga 83 persen.

Selain ikan hiu, tulang rawan sapi juag disebut-sebut mampu menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru. Tentang hasilnya, Dr. Greg Harper dari Council for Scientific and Indutrial Research Organization telah membuktikannya.

Pengobatan ala barat pun semakin mendapatkan titik cerah dengan mulai ditemukannya obat-obatan yang diduga dapat membawa manfaat dalam pengobatan kanker otak. Berbagai penelitian memang masih harus dilakukan untuk menemukan obat yang mempunyai efektivitas tinggi. Tapi kita boleh berharap bahwa harapan akan semakin terbuka bagi pengobatan kanker otak.

Sumber bahan: Buletin infosehat Edisi VII


Iklan

14 April 2008 Posted by | Kesehatan | 22 Komentar

Malaria

d.jpg

MALARIA

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan. Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.
Dengan munculnya program pengendalian yang didasarkan pada penggunaan residu insektisida, penyebaran penyakit malaria telah dapat diatasi dengan cepat. Sejak tahun 1950, malaria telah berhasil dibasmi di hampir seluruh Benua Eropa dan di daerah seperti Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun penyakit ini masih menjadi masalah besar di beberapa bagian Benua Afrika dan Asia Tenggara. Sekitar 100 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya dan sekitar 1 persen diantaranya fatal. Seperti kebanyakan penyakit tropis lainnya, malaria merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang.
Pertumbuhan penduduk yang cepat, migrasi, sanitasi yang buruk, serta daerah yang terlalu padat, membantu memudahkan penyebaran penyakit tersebut. Pembukaan lahan-lahan baru serta perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) telah memungkinkan kontak antara nyamuk dengan manusia yang bermukim didaerah tersebut.
Baca lebih lanjut

1 November 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Tetanus

 15.jpg

Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri anaerob Clostridium tetani. Spora dari Clostridium tetani dapat hidup selama bertahun-tahun di dalam tanah dan kotoran hewan. Jika bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh manusia akan terjadi infeksi, baik pada luka yang dalam maupun pada luka yang dangkal. Selain itu, setelah proses persalinan, bisa juga terjadi infeksi pada rahim ibu dan pusar bayi yang baru lahir (disebut dengan tetanus neonatorum). Yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala infeksi adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut, bukan dari bakteri itu sendiri.

Gejala-gejala tetanus biasanya muncul dalam waktu 5-10 hari setelah terinfeksi, tetapi bisa juga timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi. Gejala yang paling umum terjadi adalah kekakuan pada rahang. Gejala lainnya berupa gelisah, gangguan menelan, sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan, menggigil, serta kejang otot, lengan, dan tungkai. Kejang pada otot-otot wajah menyebabkan ekspresi penderita seperti menyeringai dengan kedua alis yang terangkat. Kekakuan atau kejang pada otot-otot perut, leher, dan punggung dapat menyebabkan kepala dan tumit penderita tertarik ke belakang, sedangkan badannya melengkung ke depan. Kejang pada otot sfingter perut bagian bawah akan menyebabkan sembelit dan tertahannya air kemih.

Gangguan-gangguan dari luar yang ringan, seperti suara berisik, aliran angin atau goncangan, dapat memicu kekejangan otot yang disertai nyeri dan keringat yang berlebihan. Selama terjadinya kejang di seluruh tubuh, penderita tidak dapat berbicara karena otot dadanya kaku atau terjadi kejang pada tenggorokan. Hal tersebut menyebabkan gangguan pernafasan sehingga penderita akan kekurangan oksigen. Tetanus biasanya terbatas pada sekelompok otot di sekitar luka. Kejang di sekitar luka itu bisa menetap selama beberapa minggu.

Pengobatan tetanus dilakukan dengan cara menetralisir racun, yaitu dengan cara diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik tetrasiklin dan penisilin biasanya diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut. Obat lainnya juga bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang, dan mengendurkan otot-otot.

Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan yang tenang. Untuk infeksi menengah sampai berat, mungkin perlu dipasang ventilator untuk membantu pernafasan. Obat tertentu bisa diberikan untuk mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung. Setelah sembuh, harus diberikan vaksinasi lengkap karena infeksi tetanus tidak memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya.

Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya. Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Sedangkan pada dewasa, sebaiknya menerima booster. Pada seseorang yang memiliki luka, jika:

  • Telah menerima booster tetanus dalam waktu 5 tahun terakhir, tidak perlu menjalani vaksinasi lebih lanjut
  • Belum pernah menerima booster dalam waktu 5 tahun terakhir, segera diberikan vaksinasi
  • Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, diberikan suntikan immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.

Perlu diketahui, tetanus memiliki angka kematian sampai 50%. Kematian tersebut biasanya terjadi pada penderita yang sangat muda, sangat tua, dan pemakai obat suntik. Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama karena kotoran dan jaringan yang mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani.

30 Oktober 2007 Posted by | Kesehatan | 1 Komentar

Flu burung

  141.jpg

Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.

Sumber penularan

Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

Cara penularan

Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.

Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.

Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.

Gejala dan perawatan

Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

Kasus penyebaran

Pada 21 Juli 2005, tiga kasus fatal terjadi di Tangerang, Indonesia, yang disebabkan oleh flu burung subtipe H5N1. Berbeda dengan kasus lainnya di Asia Tenggara (Thailand, Kamboja, dan Vietnam), kasus ini dianggap unik karena korban tidak banyak berhubungan dengan unggas.

Hingga 6 Juni 2007, WHO telah mencatat sebanyak 310 kasus dengan 189 kematian pada manusia yang disebabkan virus ini dengan rincian sebagai berikut (lihat sumber):

  •  Indonesia — 99 kasus dengan 79 kematian.
  •  Vietnam — 93 kasus dengan 42 kematian.
  •  Mesir — 34 kasus dengan 14 kematian.
  •  Thailand — 25 kasus dengan 17 kematian.
  •  RRT — 25 kasus dengan 16 kematian.
  •  Turki — 12 kasus dengan 4 kematian.
  •  Azerbaijan — 8 kasus dengan 5 kematian.
  •  Kamboja — 7 kasus dengan 7 kematian.
  •  Irak — 3 kasus dengan 2 kematian.
  •  Laos — 2 kasus dengan 2 kematian.
  •  Nigeria — 1 kasus dengan 1 kematian.
  •  Djibouti — 1 kasus tanpa kematian.

Keterangan: jumlah kasus yang dilaporkan WHO adalah jumlah kasus yang telah diverifikasi dengan hasil laboratorium.

Awal wabah

Awal wabah pada peternakan di dunia yang telah dikonfirmasi sejak Desember 2003.

Wabah flu burung juga melanda benua Afrika. Pada 8 Februari 2006, OIE mengumumkan Nigeria sebagai negara pertama yang memiliki kasus positif flu burung di benua itu. Dua pekan kemudian, virus H5N1 ditemukan di sebuah desa kecil di Niger, sekitar 72 km dari perbatasannya dengan Nigeria. Virus ini juga menyebar ke Mesir dan Kamerun.

Desember 2003 Korea Selatan H5N1
Januari 2004 Vietnam H5N1
Thailand H5N11
Korea Utara H5N1
Jepang H5N1
Laos H5
Kamboja H5N1
Pakistan H7
Taiwan H5N2
Hongkong2 H5N11
Februari 2004 Vietnam H5N1
Indonesia H5N11
Korea Utara H5N11
Jepang H5N11
RRT H5N11
Amerika Serikat H2N2,H5N2,H7N2
Maret 2004 Vietnam H5
Kanada H7N31
April 2004 Thailand H51
Agustus 2004 Malaysia H5N1
Afrika Selatan H5N2
April 2005 Korea Utara H7
Juni 2005 Jepang H5N2
Juli 2005 Filipina H5
Rusia H5N11
Agustus 2005 Kazakhstan H5
Mongolia H5N11
Oktober 2005 Rumania H5
Turki H5N11
Kroasia H5N11
November 2005 Vietnam H5N11

29 Oktober 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Hepatitis

Adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.

Penyebab

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Jenis Virus Hepatitis

  • Virus hepatitis A

Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

  • Virus hepatitis B

Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

  • Virus hepatitis C

Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.

  • Virus hepatitis D

Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

  • Virus hepatitis E

Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

  • Virus hepatitis G

Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.

Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :

Pengobatan

  • Calcium I + Cordyceps, cara pemakaian :
    • pagi hari (1 jam setelah makan pagi) 2 kapsul Cordyceps
    • siang hari (setelah makan siang) 1 sachet Calcium I + 2 kapsul Cordyceps (1 jam setelah minum Calcium I)
    • sore/malam hari (setelah makan malam) 2 kapsul Cordyceps
  • Calcium I + Cordyceps + Zinc (Jika komposisi Calcium I + Cordyceps saja belum cukup), Cara pemakaian :
    • pagi hari (1 jam setelah makan pagi) 2 kapsul Cordyceps + 2 kapsul Zinc
    • siang hari (setelah makan siang) 1 sachet Calcium I + 2 kapsul Cordyceps (1 jam setelah minum Calcium I) + 2 kapsul Zinc
    • sore/malam hari (setelah makan malam) 2 kapsul Cordyceps + 2 kapsul Zinc
  • Cordyceps (paket hemat), Cara pemakaian 2 – 3 kapsul Cordyceps setiap habis makan

Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan (fecal – oral), bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain(B dan C). Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas sexual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.

Masa inkubasi

Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. anda akan mengalami gejala gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.

Gejala

Seringkali tidak ada bagi anak kecil; demam tiba-tiba, hilang nafsu makan, mual, muntah, penyakit kuning (kulit dan mata menjadi kuning), air kencing berwarna tua, tinja pucat.

Masa pengasingan yang disarankan

Selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. jangan terlalu banyak aktivitas.

Pencegahan

Mencuci tangan dengan teliti, orang yang dekat mungkin harus menerima injeksi imunoglobulin; imunisasi dianjurkan bagi beberapa orang.

Hepatitis B

Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.

Lompat ke: navigasi, gelintar

PENAFIAN: Untuk pengetahuan sahaja. Sila dapatkan nasihat doktor mengenai kesihatan anda.
Bahan dalam laman ini tidak bertujuan menggantikan jagaan profesional, khidmat nasihat, diagnosis atau rawatan doktor. Laman ini tidak mempunyai jawapan kepada semua masalah. Jawapan kepada masalah umum mungkin tiada kaitan kepada anda. Sekiranya anda menyedari simptom kesihatan atau jatuh sakit, anda perlu menghubungi doktor bagi rawatan lanjut.
HBV dilencongkan ke sini. Untuk kegunaan lain, sila lihat HBV (nyahkekaburan).
Hepatitis B
ICD-10 B16.,
B18.0B18.1
ICD-9 070.2070.3
OMIM 610424
Pangkalan Data Penyakit 5765
MedlinePlus 000279
ePerubatan med/992 ped/978
MeSH D006509
Hepatitis B virus
 
 
 

Hepatitis B merupakan sejenis penyakit kelamin. Virus hepatitis B (HBV) mengakibatkan keradangan hati yang teruk dan sangat mudah berjangkit. Kuman berjangkit melalui sentuhan dengan darah atau cecair badan yang tercemar.

Hepatitis B merujuk kepada keradangan pada hati dan disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV), ahli dalam keluarga virus Hepadna[1] dan merupakan salah satu dari beratus spesies virus yang tidak berkait yang menyebabkan hepatitis disebabkan virus. Ia pada asalnya digelar “hepatitis serum” dan merupakan wabak semasa di sebahagian Asia dan Afrika.[2] Hepatitis B diakui sebagai tempatan di China dan pelbagai kawasan di Asia.[3] Peratusan penduduk dunia masa kini yang dijangkiti virusini adalah 3 hingga 6%, tetapi sehingga satu pertiga telah terdedah kepadanya. Simptom penyakit akut (teruk dan berpanjangan) termasuk keradangan hati, muntah, demam kuning, dan jarang, kematian. Hepatitis B kronik mampu mengakibatkan cirrhosis hati yang mungkin membawa kepada barah hati, penyakit membawa maut yang sukar dirawat melalui khemotherapi masa kini.

Jadual isi kandungan

[tutup]

//

Bagaimana Hepatitis B merebak?

Virus Hepatitis B berjangkit melalui sentuhan dengan darah atau cecair badan yang tercemar. Ia adalah 100 kali lebih mudah dijangkiti daripada HIV. Penyakit boleh dikesan melalui ujian fungsi hati. Dalam kes-kes yang teruk, pesakit berhadapan dengan maut akibat kerosakan hati di mana sebahagian atau keseluruhan hati musnah. Penyakit hati yang kronik boleh membawa kepada cirrhosis dan barah hati, salah satu jenis barah yang paling kerap dihidapi di dunia.

Hepatitis ini merebak melalui jangkitan samada secara;

  • Virus ini dapat masuk ke dalam badan melalui salur darah jika pesakit menerima darah tercemar.
  • Boleh merebak melalui jangkitan seks kerana ia boleh hadir dalam air mani.
  • Merebak daripada si ibu kepada anak yang dikandungnya kerana virus ini melalui dinding uri.

Tanda-tanda jangkitan

Antara tanda-tanda atau keluhan mangsa adalah mual, muntah, cirit-birit, hilang selera makan, sakit kepala, kelemahan dan tidak suka pada rokok.

Kesan selepas satu atau dua minggu menyebabkan:

  • mangsa kelihatan kekuningan
  • kencing gelap
  • najis keputihan
  • hati membengkak

Jenis ujian yang boleh dilakukan

  • Ujian darah : HBsAg, HBeAg,HBsAb
  • Ujian lain-lain : Ujian fungsi hati, ujian najis dan uri dan lain-lain

Rawatannya

Masih kontroversi dari segi keberkesanannya. Namun beberapa pilihan seperti:

  1. Steroid : (prednisolone)
  2. Azathioprine
  3. Interferon

Langkah pencegahan

Secara pasif

  1. Jangan tercucuk jarum yang tidak selamat
  2. Jangan lakukan seks dengan pembawa virus Hepatitis B
  3. Beri ubat kepada anak di dalam kandungan ibu yang mengidap hepatitis B itu dan melahirkan anak secara pembedahan

Secara aktif

Pelalian boleh didapati di klinik kerajaan dan swasta pada kadar bayaran yang murah

  1. 3 kali suntikan, selamat secara umumnya
  2. dapatkan booster selepas 5 tahun

 Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.

15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekwensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.

Penyebab Hepatitis C


virus Hepatitis C

Hepatitis berarti pembengkakan pada hati.Banyak macam dari virus Hepatitis C. Dalam banyak kasus, virus yang masuk ke dalam tubuh, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel tersebut, lalu menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C kemudian menginfeksi sel lain yang sehat.

Jika anda penderita Hepatitis C, sangat penting untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari alkohol. Alkohol akan memperparah kerusakan hati anda, baik anda dalam pengobatan ataupun tidak.

Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin.

Virus Hepatitis C sangat pandai merubah dirinya dengan cepat. Sekarang ini ada sekurang-kurangnya enam tipe utama dari virus Hepatitis C (yang sering disebut genotipe) dan lebih dari 50 subtipenya.

Hal ini merupakan alasan mengapa tubuh tidak dapat melawan virus dengan efektif dan penelitian belum dapat membuat vaksin melawan virus Hepatitis C. Genotipe tidak menentukan seberapa parah dan seberapa cepat perkembangan penyakit Hepatitis C, akan tetapi genotipe tertentu mungkin tidak merespon sebaik yang lain dalam pengobatan.

Gejala Hepatitis C

Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Jika gejala-gejala di bawah ini ada yang mungkin samar :

  • Lelah
  • Hilang selera makan
  • Sakit perut
  • Urin menjadi gelap
  • Kulit atau mata menjadi kuning (disebut “jaundice”) jarang terjadi

Dalam beberapa kasus,Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal.

Meskipun demikian, sangat perlu untuk melakukan tes jika anda pikir anda memiliki resiko terjangkit Hepatitis C atau jika anda pernah berhubungan dengan orang atau benda yang terkontaminasi. Satu-satunya jalan untuk mengidentifikasi penyakit ini adalah dengan tes darah.

Penularan Hepatitis C

Penularan Hepatitis C biasanya melalui kontak langsung dengan darah atau produknya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi. Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.

Jika anda penderita Hepatitis C, anda tidak dapat menularkan Hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya.

Konsekuensi Penderita Hepatitis C

Salah satu konsekuensi paling berat pada penderita Hepatitis C adalah kanker hati.

Sekitar 15 % pasien yang terinfeksi virus Hepatitis C dapat menghilangkan virus tersebut dari tubuhnya secara spontan tanpa menghadapi konskwensinya di kemudian hari. Hal tersebut disebut infeksi akut. Sayangnya, mayoritas penderita penyakit ini menjadi kronis. (suatu penyakit dikatakan kronis bila menetap lebih dari 6 bulan).

Hepatitis C kronis salah satu bentuk penyakit Hepatitis paling berbahaya dan dalam waktu lama dapat mengalami komplikasi, apalagi bila tidak diobati.

Penderita Hepatitis kronis beresiko menjadi penyakit hati tahap akhir dan kanker hati. Sedikit dari penderita Hepatitis kronis, hatinya menjadi rusak dan perlu dilakukan transplantasi hati. Kenyataannya, penyakit hati terutama Hepatitis C penyebab utama pada transplantasi hati sekarang ini.

Sekitar sepertiga kanker hati disebabkan oleh Hepatitis C. Hepatitis C yang menjadi kanker hati terus meningkat di seluruh dunia karena banyak orang terinfeksi Hepatitis C tiap tahunnya.


Penderitaan pengidap kanker hati

Walaupun Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, kerusakan hati terus berlanjut dan menjadi parah seiring waktu.

Saat hati menjadi rusak (sebagai contoh, karena Hepatitis C) hati tersebut akan memperbaiki sendiri yang membentuk parut. Bentuk parut ini sering disebut fibrosis. Semakin banyak parut menunjukkan semakin parahnya penyakit. Sehingga, hati bisa menjadi sirosis (penuh dengan parut).

Struktur sel hati mulai pecah, sehingga hati tidak lagi berfungsi normal. Kerusakan hati yang disebabkan Hepatitis C biasanya terjadi secara bertahap selama 20 tahun, tetapi beberapa faktor dapat membuat perkembangan penyakit lebih cepat, seperti alkohol, jenis kelaminnya pria, umur dan infeksi HIV.

Karena infeksi Hepatitis C dapat menyebabkan kerusakan hati tanpa gejala, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin dan bicarakan pilihan pengobatan dengan dokter anda. Penelitian menunjukkan pasien yang diobati sebelum hatinya rusak secara signifikan memiliki respon yang lebih baik terhadap pengobatan dibandingkan pada pasien yang menunda pengobatannya.

Proses Kerusakan Hati

Hati yang normal halus dan kenyal bila disentuh. Ketika hati terinfeksi suatu penyakit (misalnya Hepatitis C), hati menjadi bengkak. Sel hati mulai mengeluarkan enzim alanin aminotransferase ke darah. Dengan keadaan ini dokter dapat memberitahu anda apakah hati sudah rusak atau belum. Bila konsentrasi enzim tersebut lebih tinggi dari normal, itu adalah tanda hati mulai rusak. Sewaktu penyakit hati berkembang, perubahan dan kerusakan hati meningkat.

Fibrosis.
Setelah membengkak, hati mencoba memperbaiki dengan membentuk bekasluk atau parut kecil. Parut ini disebut “fibrosis”, yang membuat hati lebih sulit melakukan fungsinya. Sewaktu kerusakan berjalan, semakin banyak parut terbentuk dan mulai menyatu, dalam tahap selanjutnya disebut “sirosis”.

Sirosis.
Kerusakan yang berulang, area besar hati yang rusak dapat menjadi permanen dan menjadi koreng. Darah tidak dapat mengalir dengan baik pada jaringan hati yang rusak. Hati mulai menciut dan menjadi keras. Penyakit Hepatitis C kronis biasanya dapat menyebabkan sirosis sama seperti kelebihan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Fungsi hati rusak.
Sewaktu sirosis bertambah parah, hati tidak dapat menyaring kotoran, racun, dan obat yang ada dalam darah. Hati tidak lagi dapat memproduksi “clotting factor” untuk menghentikan pendarahan. Cairan tubuh terbentuk pada abdomen dan kaki, pendarahan pada usus sering terjadi, dan biasanya fungsi mental menjadi lambat. Pada titik ini, transplantasi hati adalah pilihan satu-satunya.

Kanker hati.
Kadang kala kerusakan sel hati diikuti dengan perubahan gen sel yang mana dapat menjadi kanker. Pasien Hepatitis C kronis memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita “hepatocellular carcinoma”, suatu tipe tumor hati.

Pencegahan Kerusakan Hati

Sirosis dapat dihentikan dan kadang kala dapat dicegah. Untuk pasien Hepatitis C kronis, sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada hati dimana sirosi lebih buruk. Selain itu, jika anda penderita penyakit Hepatitis C hindari alkohol secara total. Juga jangan minum alkohol dengan acetaminophen (merupakan kandungan obat sakit kepala dan flu), karena bila dikonsumsi berbarengan dapat menyebabkan kondisi “hepatitis fulminant”, yang dapat menyebabkan fungsi hati rusak total.

 

Faktor Resiko Hepatitis C

Faktor resiko Hepatitis C

Karena Hepatitis C menular dari orang ke orang melalui kontak dengan darah yang terinfeksi virus Hepatitis C, aktivitas yang meningkatkan kontak dengan darah tersebut perlu dipertimbangkan sebagai faktor resiko.

Faktor resiko yang paling umum adalah pengguna obat bius suntik dan darah serta produk transfusi darah sebelum tahun 1992

Faktor resiko lain seperti tato dan tindik tubuh. Tinta atau jarum tato yang digunakan untuk membuat tato atau menindik dapat menjadi pembawa virus Hepatitis C dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya, jika pelaku tidak melakukan sterilasasi pada perlengkapannya.

Faktor resiko lainnya adalah luka tertusuk jarum, terutama pada pekerja kesehatan, hemodialisis dan transplantasi organ sebelum tahun 1992.

Luka karena jarum suntik, yang seringkali terjadi pada petugas kesehatan, dapat menjadi alat penularan virus Hepatitis C. Probabilitas penularan virus Hepatitis C melalui jarum suntik lebih besar dibanding dengan virus HIV.

Sekarang ini, pada penderita HIV ada protokol standar dalam penanganan jarum suntik untuk mengurangi resiko tertular HIV atau AIDS. Sayangnya, tidak ada protokol yang sama untuk penanganan pada penderita Hepatitis C untuk menghindari penularan melalui jarum suntik.

Pengguna Obat Bius Suntik

Dua pertiga pengguna obat bius suntik mengidap Hepatitis C.

Orang yang menggunakan obat bius suntik, walaupun sekali, memiliki resiko tinggi tertular Hepatitis C. Sekarang ini, resiko terinfeksi virus Hepatitis C melalui obat bius suntik lebih tinggi dibandingkan terinfeksi HIV sekitar 60% hingga 80% yang terinfeksi Hepatitis C sedangkan yang terinfeksi HIV sekitar 30%.

Virus Hepatitis C mudah sekali menyebar melalui berbagi jarum, jarum suntik dan perlengkapan lain pengguna obat bius suntik.

Hubungan Seksual

Meskipun Hepatitis tidak mudah menular melalui hubungan seksual, prilaku seksual yang beresiko, terutama yang memilki pasangan seksual lebih dari satu, menjadi pemicu meningkatnya resiko terinfeksi virus Hepatitis C.

Sekitar 15 % infeksi Hepatitis C ditularkan melalui hubungan seksual. Penularan melalui hubungan seksual pada Hepatitis C tidak setinggi pada Hepatitis B. Walaupun demikian, prilaku seks yang beresiko tinggi berhubungan dengan peningkatan resiko tertular Hepatitis C. Faktor resiko dari penularan Hepatitis C melalui hubungan seksual meliputi

  • Memiliki lebih dari satu pasangan
  • Pengguna jasa PSK
  • Luka karena seks (kurangnya pelicin pada vagina dapat meningkatkan resiko penularan melalui darah)
  • Melakukan hubungan seksual sewaktu menstruasi.

Pada pasangan yang menikah, resiko penularan meningkat sejalan dengan lamanya perkawinan. Hal ini berkaitan dengan hubungan seksual dan berbagi perlengkapan (seperti sikat gigi, silet cukur, gunting kuku dan sebagainya).

Jika anda memiliki hubungan seksual dengan orang yang memiliki faktor resiko terinfeksi Hepatitis C, anda sebaiknya menjalankan tes untuk Hepatitis C juga.

 

Pencegahan Penyakit Hepatitis C

Kita dapat mencegah penularan Hepatitis C. Cara penyebaran yang paling efesien Hepatitis C adalah melalui suntikan yang terkontaminasi oleh darah, misalnya di saat memakai obat suntik. Jarum suntik dan alat suntik sebelum digunakan harus steril dengan demikian menghentikan penyebaran penyakit Hepatitis C di antara pengguna obat suntik.

Meskipun resiko penularan melalui hubungan seksual kecil, anda seharusnya menjalankan kehidupan seks yang aman. Penderita Hepatitis C yang memiliki lebih dari satu pasangan atau berhubungan dengan orang banyak harus memproteksi diri (misalnya dengan kondom) untuk mencegah penyebaran Hepatitis C.

Jangan pernah berbagi alat seperti jarum, alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku, dimana dapat menjadi tempat potensial penyebaran virus Hepatitis C. Bila melakukan manicure, tato dan tindik tubuh pastikan alat yang dipakai steril dan tempat usahanya resmi.

Orang yang terpapar darah dalam pekerjaannya, seperti pekerja kesehatan, teknisi laboratorium, dokter gigi, dokter bedah, perawat, pekerja ruang emergensi, polisi, pemadam kebakaran, paramedis, tentara atau siapapun yang hidup dengan orang yang terinfeksi, seharusnya sangat berhati-hati agar tidak terpapar darah yang terkontaminasi.

Juga termasuk menggunakan peralatan tajam dan jarum dengan benar, mencuci tangan secara teratur dan menggunakan sarung tangan dalam pekerjaannya. Jika anda pernah mengalami luka karena jarum suntik, anda harus melakukan tes ELISA atau RNA HCV setelah 4-6 bulan terjadinya luka untuk memastikan tidak terinfeksi penyakit Hepatitis C.

Pernah sembuh dari salah satu penyakit Hepatitis tidak mencegah penularan penyakit Hepatitis lainnya. Orang yang menderita penyakit Hepatitis C dan juga menderita penyakit Hepatitis A memilki resiko tinggi terkena penyakit hepatits fulminant, suatu penyakit hati yang mematikan dan perkembangannya sangat cepat.

Dengan demikian, ahli kesehatan sangat merekomendasikan penderita penyakit Hepatitis C juga melakukan vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B.

Pengobatan Hepatitis C

Apakah Hepatitis dapat diobati?
Dapat, Hepatitis C kronis dapat diobati dengan Pegylated Interferon dan Ribavirin.

Pengobatan Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.

Kadangkala, pengobatan Hepatitis C memerlukan waktu yang lama, dan tidak dapat membantu. Tetapi karena penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter anda.

Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya.

Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.

Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.

3 senyawa digunakan dalam pengobatan Hepatitis C adalah:

  • Interferon alfa
    Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.
  • Pegylated interferon alfa
    Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut “polyethylene glycol (PEG)” dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.
  • Ribavirin
    Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis.

Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan setelah pengobatan selesai.

Obat Hepatitis C

Saat ini obat Hepatitis C standar adalah kombinasi Interferon dengan Ribavirin. Kombinasi obat Hepatitis C ini akan memberikan hasil berupa sustained virologic response (respon virus menetap) yang tinggi. Response ini sering disingkat dengan SVR.

Obat Hepatitis C Pegylated interferon alfa dibuat dengan menggabungkan suatu molekul besar yang larut air yang disebut “polyethylene glycol” (PEG) dengan molekul interferon alfa. Penggabungan dengan PEG memperbesar ukuran interferon alfa sehingga dapat bertahan dalam tubuh lebih lama. Hal itu juga dapat memproteksi molekul interferon terpecah oleh enzim tubuh.

Keuntungan lainnya adalah waktu di dalam tubuh obat Hepatitis C ini lebih lama (waktu paruh) sehingga obat Hepatitis C tidak perlu sering-sering dikonsumsi. Interferon alfa standar biasa disuntikkan tiga kali dalam seminggu tetapi pegylated interferon alfa cukup satu kali dalam seminggu.

Selain itu penelitian menunjukkan obat Hepatitis C pegylated interferon alfa lebih efektif dalam memproduksi suatu respon melawan virus pada penderita Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa yang tidak mengalami pegylasi.

Sekarang ini ada dua macam pegylated interferon alfa yang tersedia: peginterferon alfa-2a dan peginterferon alfa-2b. meskipun kedua senyawa ini efektif dalam pengobatan Hepatitis C kronis, ada perbedaan dalam ukurannya, tipe pegylasi, waktu paruh, rute penbersihan dari tubuh dan dosis dari kedua pegylated interferon.

Karena metode pegylasi dan tipe molekul PEG yang digunakan dalam proses dapat mempengaruhi kerja obat dan pembersihannya dalam tubuh.

Perbedaan besar antar dua pegylated interferon adalah dosisnya. Dosis dari pegylated interferon alfa-2a adalah sama untuk semua pasien, tidak mempertimbangkan berat dan ukuran pasien.

Sedangkan dosis pegylated interferon alfa-2b disesuaikan dengan berat tubuh pasien secara individu.

Obat Hepatitis C ini diberikan sesuai dengan berat badan pasien dengan dosis 1.5 µg/kg berat badan. Obat Hepatitis C ini sekarang juga tersedia dalam bentuk pena (Peg Intron Redipen). Bentuk pena dari obat Hepatitis C ini akan memberikan kemudahan pada pasien dalam penyuntikan. Kemudahan ini akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan Hepatitis C. Kepatuhan dalam pengobatan Hepatitis C merupakan faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi dari penyakit Hepatitis C.

Cara Pemakaian PEG-Intron Redipen

Dosis dan Sediaan Obat Hepatitis C PEG Intron

Obat Hepatitis C Peg Intron memiliki dosis dan sediaan sebagai berikut:

>> PEG INTRON
kemasan Vial 50 mcg x 1
>> PEG INTRON
kemasan Vial 80 mcg x 1.
>> PEG INTRON PEN
kemasan Box berisi 50 µg/0.5 mL PEG-Intron Redipen® dan 1 B-D jarum dan 2 alkohol swab.
>> PEG INTRON PEN
kemasan Box berisi 80 µg/0.5 mL PEG-Intron Redipen® dan 1 B-D jarum dan 2 alkohol swab.
>> PEG INTRON PEN
kemasan Box berisi 100 µg/0.5 mL PEG-Intron Redipen® dan 1 B-D jarum dan 2 alkohol swab.
  Jika dokter anda memilih pengobatan dengan Interferon alfa, pastikan anda bertanya beberapa pertanyaan sebagai berikut :

  • Resiko dan keuntungan apa dari pegylated interferon dibandingkan dengan interferon biasa?
  • Informasi penting apa yang perlu saya tahu sebelum melakukan suatu pengobatan?
 

Mendapatkan segala informasi yang anda butuhkan tentang pengobatan Hepatitis C dapat membantu anda mengetahui bagaimana obat Hepatitis C itu bekerja dan apa efek samping dan hasil dari pengobatan itu

Pengobatan Hepatitis C dengan interferon alfa tidak tepat untuk semua pasien penderita Hepatitis C kronis. Pengobatan Hepatitis C ini harus memperhatikan efek sampingnya yang serius pada wanita hamil, riwayat atau adanya kondisi kejiwaan berat, riwayat penyakit jantung, gagal ginjal berat. Penderita harus mendiskusikan keuntungan dan efek samping pengobatan dengan dokternya

27 Oktober 2007 Posted by | Kesehatan | 4 Komentar

Leukimia

 tughra_turkey_1845.jpg

Leukimia dan Retinablastoma Banyak Diderita Anak-Anak

Kamis, 3 Juni, 2004 oleh: Siswono
Leukimia dan Retinablastoma Banyak Diderita Anak-Anak
Gizi.net – SEJAUH mana Anda mampu mengenali kanker pada anak? Pertanyaan tersebut, meskipun terkesan sangat ringan, tetapi sesungguhnya bermakna besar. Selama ini, berdasarkan data ilmiah, hampir sekitar 70% gejala kanker pada anak terlambat diketahui oleh orang tua, dan biasanya dibawa ke dokter dalam keadaan akut. Padahal, kemampuan penanggulangan kanker dapat diperbesar probabilitasnya dengan deteksi dini.

Menurut dr Endang Windiastuti dari Divisi Hematologi-Onkologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, umumnya tipe kanker yang terjadi pada anak adalah leukimia (kanker darah) dan retinablastoma (kanker mata). Penyebabnya, lanjutnya, terkait dengan lingkungan, antara lain sinar radioaktif, faktor genetik, hingga pola makan.

“Namun, hingga kini belum ada penyebab utama,” ujarnya. Lokasi terjadinya kanker pada anak, terangnya, juga sangat tersebar, yaitu di sumsum tulang belakang, perut, kelenjar, dan tulang mata.

Gejala awal pada anak yang menderita kanker umumnya akan merasakan demam berkepanjangan, nyeri tulang, pembesaran getah bening, dan penurunan nafsu makan.

Pada stadium lanjut, jelasnya, kanker pada mata akan ditemukan dengan simptom bola mata menonjol keluar. Sedangkan kanker pada rongga perut diperlihatkan dengan bentuk pembesaran perut yang keras disertai adanya benjolan. Sementara kanker otak, pada tingkat tinggi akan membuat anak menderita muntah dan gangguan koordinasi gerak sehingga sulit berjalan. Pada kanker tulang, tuturnya, ditandai dengan nyeri luar biasa dan pembengkakan persendian.

Dari semua jenis kanker yang banyak diderita anak, hanya leukimia dan kanker mata yang sudah bisa ditangani. Menurut dr Srie Enggar dari bagian anak Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, usia terbanyak yang menderita leukimia adalah anak berusia 3-5 tahun. Prevalensi insiden kanker yang epidemik ini, lanjutnya, terjadi pada tiap 4 anak per 100 ribu anak yang berusia di bawah 15 tahun.

“Anak lelaki berpeluang dua kali lipat lebih besar terkena kanker darah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sri mengatakan bila tidak cermat, gejala kanker pada anak mirip dengan penyakit biasa seperti hepatitis atau kelainan tulang. Pemeriksaan yang dilakukan, menurutnya, harus saksama melalui anamnesa, yaitu meminta keterangan dari keluarga, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan fungsi faal tubuh.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan, lanjutnya, dengan kemoterapi, obat-obatan, operasi pengangkatan sel kanker, serta radioterapi untuk mereduksi besaran kanker. Pilihan strategi penyembuhan, tuturnya, sangat bergantung pada tahapan yang telah dilalui pasien.

Nutrisi

Pemberian gizi yang tepat sangat penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh pada pasien kanker. Sebab problema pasien kanker adalah penurunan berat badan yang cukup drastis dan berkurangnya daya tahan tubuh.

Menurut ahli gizi RS Kanker Dharmais (RSKD) dr Ririn Hariani MS, dukungan nutrisi bagi pasien kanker harus dimulai sejak sebelum pengobatan. “Berapa nilai nutrisinya memang harus diukur sesuai kebutuhan pasien itu. Kebutuhan nutrisi bagi pasien kanker tetap dilihat dari tinggi berat badan dan kondisi organ tubuhnya.”

Ririn membenarkan bahwa orang terkena kanker akibat kelebihan lemak dan protein. “Pasien kanker boleh makan apa saja asalkan disesuaikan dengan kondisi badannya.”

Ia memberi contoh pasien kanker yang mengalami komplikasi pada ginjal harus mengonsumsi makanan rendah protein agar tidak merusak ginjal. Pasien kanker yang mengalami gangguan pada jantung maupun pembuluh darah vena sebaiknya mengurangi makanan berlemak.

Menurutnya, selama ini penderita kanker umumnya kelebihan lemak dan protein tinggi. Postur tubuhnya pun menjadi gemuk karena di sana-sini banyak sekali timbunan lemak.

“Oleh sebab itu, sangat dianjurkan agar pasien kanker makan makanan bervariasi. Banyak makan serat berupa sayuran hijau dan buah-buahan segar.”

Kebutuhan lemak di dalam tubuh orang sehat sebanyak 20%-30% dari total kebutuhan kalori tubuh. “Tetapi bukan berarti pasien kanker tidak boleh mengonsumsi lemak. Ini pandangan keliru. Kebutuhan lemak tetap ada asalkan jumlahnya dikurangi. Minyak pun harus dikurangi.”

Cuma, lanjutnya, pada pasien kanker kebutuhan serat harus diperbanyak, seperti sayuran hijau dan buah-buahan. Kebutuhan serat dan vitamin ini sebagai antioksidan melawan radikal bebas.

Pada prinsipnya pasien kanker tetap harus mengonsumsi zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. “Dengan nutrisi yang lengkap ini bisa membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi.”

Ririn menambahkan, makanan yang mengandung zat pengawet dan pewarna sangat tidak dianjurkan. Diakuinya sayuran mentah seperti lalapan sangat bagus untuk nutrisi pasien kanker. Pasalnya, sayuran mentah masih memiliki kandungan gizi yang utuh. “Tetapi harus diingat pula bahwa sekarang ini sayuran mentah banyak mengandung pestisida, maka sebaiknya dicuci bersih.”

Ia menilai sayuran yang dimasak pun cukup baik kandungan gizinya asalkan proses pemasakannya tidak terlalu lama.

Untuk menghindari penyakit kanker, Ririn mengingatkan pasien wajib menghindari makanan yang diasap, asin, dan dibakar. ”Jadi, sebaiknya hindari makanan yang dibakar seperti satai, ayam bakar, bandeng asap, sampai ke makanan yang terlalu asin.”

Pemberian nutrisi pada pasien kanker memang tidak mudah, terlebih mereka yang menjalani kemoterapi. Pada umumnya selera makan pasien akan turun, perut terasa mual dan muntah, serta mulut terasa pahit.

Diakui Ririn, pasien yang habis menjalani kemoterapi memiliki problem dalam mengonsumsi makanan. Oleh sebab itu, dukungan nutrisi ini harus dilakukan dengan berbagai cara. Sering kali pasien mengalami sariawan, maka pemberian nutrisi melalui pipa yang disambungkan ke dalam lubang hidung atau lambung.

Selain makanan yang bergizi dan kaya serat, pasien diminta tetap melakukan olahraga ringan seminggu tiga kali, makan teratur, istirahat teratur, dan menjaga berat badan. (YD/Nda/V-1) 

25 Oktober 2007 Posted by | Kesehatan | 12 Komentar

Lidah

http://ramayana-narayan.blogspot.com/ Baca lebih lanjut

5 September 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Keluhan Di Tenggorokan

Keluhan Di Tenggorokan
BISA KARENA INFEKSI, IRITASI & ALERGI

Jangan pernah abaikan radang atau sakit pada tenggorokan karena dampaknya bisa menyebar ke mana-mana.

Jika sakit di bagian tenggorokan, batuk, susah bernapas, dan kadang disertai demam, pastilah kita menyebutnya radang tenggorokan. Padahal, seperti dijelaskan Dr. Cita H. Murjantyo, Sp.THT, dari RS Internasional Bintaro, jika seseorang datang dengan keluhan tersebut, ada 3 bagian atau organ sekitar tenggorokan yang harus diwaspadai. “Yaitu tenggorokan (faring) sendiri, adenoid yang berada di belakang hidung, dan sepasang amandel di kiri dan kanan tenggorokan (tonsil palatina).”

Baca lebih lanjut

5 September 2007 Posted by | Kesehatan | 5 Komentar

ALERGI MAKANAN DAN AUTISME

ALERGI MAKANAN DAN AUTISME

 

Dr Widodo Judarwanto SpA

Children Allergy Center, Rumah Sakit Bunda Jakarta

 

1. Pendahuluan

     Beberapa laporan ilmiah baik di dalam negeri atau luar negeri menunjukkan bahwa angka kejadian alergi terus meningkat tajam beberapa tahun terahkir. Tampaknya  alergi merupakan kasus yang cukup mendominasi kunjungan penderita di klinik rawat jalan Pelayanan Kesehatan Anak.    

     Alergi pada anak dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Terakhir terungkap bahwa alergi ternyata bisa mengganggu fungsi otak, sehingga sangat mengganggu perkembangan anak Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul ganguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga autism.

Baca lebih lanjut

5 September 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

mata

Mata merupakan organ yang telah terbentuk untuk mengesan cahaya. Mata yang paling ringkas hanya berfungsi mengesan sama ada keadaan sekeliling terang atau gelap. Mata yang lebih rumit berfungsi untuk memberikan deria penglihatan.

Jenis mata

Baca lebih lanjut

5 September 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Sekitar Telinga

organ yang mampu mengenal suara. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies. Telinga bukan hanya sebagai penerima suara, namun juga banyak berperan dalam kesembangan dan posisi tubuh.Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang berlawanan di kepala. Penyusunan letak ini berguna untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.

Baca lebih lanjut

5 September 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

MIGRAIN

MIGRAIN
Selasa, 01 Februari 05 – oleh : adminDokter, apa penyakit migrain itu? Apa bahayanya bila dibiarkan saja, tanpa diobati? Bagaimana cara mengatasinya? Mohon jawabannya! Terima kasih.
Najihatun, Brebes

Najihatun yang dirahmati Allah swt,
Migrain termasuk penyakit yang sering ditemukan dalam masyarakat. Sejumlah penelitian melaporkan 10% populasi dalam masyarakat mengalaminya.
Migrain salah satu bentuk sakit kepala, biasanya sangat nyeri dan mengganggu penderitanya.

Baca lebih lanjut

5 September 2007 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Ginjal

250px-kidneys_from_behind.jpg

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Anatomi dasar

180px-kidney_section.jpg

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).

Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

Struktur detail

180px-kidney_tubules.png

Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

[sunting] Organisasi

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula.

Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.

Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus).

Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen.

Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:

  1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
  2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
  3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)

Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular.

Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal.

Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis.

Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:

  • tubulus penghubung
  • tubulus kolektivus kortikal
  • tubulus kloektivus medularis

Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin

Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.

[sunting] Fungsi homeostasis ginjal

Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah.
Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urin yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

[sunting] Dialisis dan transplantasi ginjal

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, dialisis dilakukan, di mana darah disaring di luar tubuh.

Transplantasi ginjal sekarang ini lumayan umum. Transplantasi yang berhasil pertama kali diumumkan pada 4 Maret 1954 di Rumah Sakit Peter Bent Brigham di Boston, Massachusetts. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Joseph E. Murray, yang pada 1990 menerima Penghargaan Nobel dalam fisiologi atau kedokteran.

Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara “cadaveric” (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan ginjal tersebut cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang. [1].

[sunting] Statistik transplantasi ginjal

Negara Transplantasi kadaverik Transplantasi donor hidup Transplantasi total  
Kanada 724 388 1,112 (tahun 2000) [2]
Prancis 1,991 136 2,127 (tahun 2003) [3]
Italia 1,489 135 1,624 (tahun 2003)  
Spanyol 1,991 60 2,051 (tahun 2003)  
Britania Raya 1,297 439 1,736 (tahun 2003) [4]
Amerika Serikat 8,670 6,468 15,138 (tahun 2003) [5]

Penyebab Penyakit ginjal

Penyebab Penyakit Ginjal. 1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal. 2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.
Kumpulan Gejala. Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut: 1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin. 2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin. 3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas. 4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik. 5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang. 6. Gangguan pada Tubulus ginjal. 7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala. 8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin. 9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan. 10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).
Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.
Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis. I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.
Penanganan pasien. Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG). 2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG. 3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan. 4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG. 5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber. 6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG. 7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.
Pencegahan penyakit ginjal. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:
I. Pada orang dengan Ginjal Normal : A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang 1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau 2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium. B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.
II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)

22 Mei 2007 Posted by | Kesehatan | 5 Komentar

Kapan harus menyuntik Insulin ?

41688.jpg

Kapan harus menyuntik insulin

Pertanyyan :

Ada seorang  wanita berusia 54 tahun dengan riwayat diabetes Mekitus sejak 5 tahun yang lalu. Keluhan saat ini, sjak satu minggu yang lalu ada luka kecil seperti melepuh di kaki kanan (lebar 8 cm, dalamnya 2 cm, bercampur nanah dan berbau, serta kulit kemerahan). Cepat melebar, tidak ada rasa sakit dan tidak diketahui apa penyebab luka tersebut. Selain itu tungkai terasa kesemutan dan bila berjalan keduanya rasanya cepat lelah dan kadang nyeri. Selama ini saya sudah berobat ke dokter umum secara teratur dan mendapatkan pengobatan dengan glibenclamide 5 mg pagi satu, siang setengah. Kontrol gla darah terakhir swaktunya 456 mg/dl.

Oleh karena gula darahnya tinggi, saya kemudian berobat ke dokter internis dab diperiksa HbA1C nya ternyata tinggi 10,2 (normal 4-6 %)kemudian disarankan pengobatannya ditambahkan suntikan insulin. Mengapa baru lima tahuun kena DM kok harus suntik insulin.  Kapan sebenarnya penyandang DM mesti disuntik insulin ?

 Jawab :

    Saat ini Ibu merupakan penyandang DM yang gula darahnya tidak terkendali dengan satu jenis obat Hipoglikemi Oral (OHO=obat penurun gula darah) dan sudah muncul komplikasi berupa kaki diabetik serta neuropati diabetik. Pada prnsipnya, penanganan penyandang DM meliputi empat hal. Pertama edukasi, kedua pengaturan makan / diet. Pada penyandang DM sebaiknya membatasi konsumsi karbohidrat. Ketiga, olahraga. Penyandang DM disarankan untuk melakukan kegiatan olahraga secara teratur dan terukur. Ada anjuran misalnya melakukan aktifitas jalan ditempat sekitar 10 menit pada pagi hari dan sore hari. Jika rutin dilakukan maka selama satum minggu telah berolahraga 120 menit atau 2 jam.

    Setelah dengan edukasi, pengaturan makan dan olah raga masih belum mampu mengendalikan kadar gula darah mendekati normal, maka mulai dipertimbangkan untuk mengkonsumsi obat hipoglikemi  orat (OHO). fungsi obat ini antara lain memacu pengeluaran hormon insulin dari pabriknya yaitu sel beta pankreas. Fungsi obat DM antara lain menghambat penyerapan gula dari usus dan memperbaiki resistensi / penolakan insulindi otot.

    Bagi penyandang DM yang sudah lebih dari lima tahun, sebagian pankreasnya tidak mampu menghasilkan insulin. Akibatnya meskipun sudah di pacu pengeluaran hormon insulin di pankreas dengan obat, tetap saja kadar darah puasanya tinggi. Jadi DM nya tidak terkontrol denganbaik.

    guna melihat terkontrol atau tidaknya gula darah dalam satu dua hari terakhir bisa  dilakukan pmeriksaan gula darah puasa dan gulan darah dua jam sesudah makan. Namun kalauningin melihat terkontrol tidaknya DM dalam waktu 3 bulan terakhir perlu dilakukan pemeriksaan HbA1C (Hemoglobin A1C).

    Kapan perlu dilakukan penyuntikan insulun ?, Penyuntikan pada penyandang DM dilakukan apabila mengalami ketoasidosis diabetik / kkadar gula darah tinggi serta di ditemukannya benda keton dalam urin, serta pasien sesak nafas  akibat asidosis metabolik. Pada pasien dengan Ketoasidosis Diabetik (salah satu komplikasi akut DM) kadar gula darah yang tinggi (sering di atas 500 mg/dl) harus diturunkan segera. Caranya dengan memberikan suntikan insulin.

    Disamping itu insulin digunakan pada penyandang DM yang berat badannya kurang / kurus. sebab, insulin dikenal sebagai  like growth factor seperti hormon pertumbuhan. Diharapkan dengan penyuntikan insulin penyandang DM yang tadinya kurus dapat berangsur naik berat badannya

    Selain itu pada diabetes hamil dan DM tipe satu (DM pada usia muda) memerlukan penyuntikan insulin. Dengan demikian tubuh tidak mampu menghasilkan insulin sehingga harus disuplai insulinsepanjang hidupnya. Sementara itu penyandang DM yang mengalami kegagalan dalam pemakaian obat hipoglikemi oral, misalnya dosis obat DM sudah ditinggikan, obat obat yang diberikan tidak lagi  obat  tunggal, tetapi sudah  obat kombinasi, namun tetap tidak mampu mengendalikan kadar gula darahnya, maka pemakaian insulin menjadi pilihan utama.

    Seperti misalnya sudah 5 tahun menyandang DM , sudah berobat secara teratur , telah meminum obat DM sesuai anjuran dokter, tetapi gula darahnya sedemikian tinggi, maka penyuntikan insulin untuk menurunkan kadar gula darah basal mulai diberikan.

    Mengapa baru lima tahun menyandang DM sudah memerlukan suntikan insulin ? Sebenarnya penyandang DM saat diketahui pertama kali biasanya bukan pada saat itu baru menyandang DM akan tetapi umumnya sudah 6 tahun sampai 7 tahun sebelumnya sudah menyandang DM. Hanyan saja tidak terdeteksi dengan baik. Sehingga kalau kita mengetahui DM  5 tahun yang lalu berarti sudah 11 atau 12 tahun yang lalu mulai ada DM nya.

    Oleh karena itu wajar jika baru 5 tahun menyandang DM harus mendapatkan suntikan insulin untuk pengendalian gula darah  yang cenderung membandel .

21 Mei 2007 Posted by | Kesehatan | 1 Komentar