بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Zainal Abidin as

71.jpg

1.    Maha Suci Engkau Ya Allah !, Dzat yang menjadikan pengakuan akan nikmat-Nya sebagai pujian atas-Nya.  Dan maha Suci dzat yang menjadikan pengakuan akan kelemahan kita untuk bersyukur sebagai syukur atas-Nya.

2.       Berfikirlah dan berbuatlah sesuai tujuan penciptaanmu , karena Allah tidak menciptakan untuk kesia-siaan.

3.       Hati-hatilah berteman dengan pendosa, membantu orang yang zalim ( penganiaya ) , dan mendekati orang yang fasik. Waspadalah terhadap fitnahan  mereka dan menjauhilah dari lingkungan mereka. Ketahuilah bahwa orang yang menentang para wali Allah, yang beragama dengan selain agama Allah SWT serta yang berbuat sewenang-wenang dalam perintah-Nya bukan dengan perintah wali Allah, maka ia mendapat siksa dalam api neraka yang akan menganguskan ( menghancurkan ) jasad    ( yang sudah terpisah dari nyawa / ruhnya )  siksaan yang melebihi batas kemampuannya karena itu ambillah pelajaran, wahai yang punya kesadaran, Dan pujilah Allah yang telah memberimu petunjuk  serta ketahuilah bahwa engkau tidak akan keluar dari kekuasaan Allah kepada takdir selain-Nya, dan ingatlah bahwa Allah akan menilai amal kalian, kemudian kepada-Nyalah kalian akan di giring, karena itu ambilah manfaat dari nasihat ini dan bertingkah lakulah dengan tingkah laku orang-orang yang shaleh.

4.       Dalam sebuah surat yang di tulis oleh Imam Ali Z. A  kepada Muhammad bin Muslim Al-Zuhri, diantara isinya :  Allah mewajibkan kepada ulama agar menerangkan ( kepada manusia )  dan tidak menutup-nutupinya. Ketahuilah paling ringannya apa yang kalian sembunyikan  ( lakukan )  adalah kalian telah meenangkan kegusaran oarng yang zalim dan dengan mendekatinya kamu kepadanya memudahkan jalan kesesatan. Bukankah undangannya kepadamu akan menjadikanmu sebagai as ( poros )  untuk memutar balikkan kekejaman mereka dan menjadikanmu sebagai jembatan menuju bencana yang menimpanya serta menjadikanmu sebagai tangga yang menyampaikan kepada kesesatan yang sekaligus mengajak yang lain untuk berbuat kejahatan seperti mereka.  Mereka akan memasukan keraguan kepada ulama dengan bantuanmu dan akan menjadikanmu sebagai penasihat atas kelakuannya yang jahat.  Kelakuanmu dalam menampakkan kejahatan dan perpecahan lebih buruk dibanding kelakuan   yang dapat di mainkan oleh orang-orang kepercaan mereka., maka alangkah sedikitnya apa yang diberikan kepadamu  jika di bandingkan dengan  sesuatu yang engkau berikan kepada mereka, dan alangkahnya tidak berharganya kenikmatan yang mereka berikan kepadamu padahal mereka telah menghancurkaan dirimu. Karena itu berusahalah ( perhatikan )  untuk keselamatan dirimu dan ketahuilah bahwa tidak akan ada yang memperhatikan nasibmu selain dirimu sendiri.

5.       Tiada tetesan yang lebih Allah cintai dari dua tetesan : Tetesan darah di jalan Allah, dan tetesan air mata di malam hari karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

6.       Tiga karakter ( yang jika ada pada orang mukmin akan membawa ) keberuntungan  :  Mencegah lisannya dari mengganggu manusia atau menggunjing mereka, menyibukkan dirinya untuk sesuatu yang bermanfaat ( baginya ) di dunia maupun di akhirat, Serta selalu  menangisi segala kesalahannya.

7.       Tiga karakter yang apabila ada pada orang mukmin maka dia dalam lindungan Allah dan akan di naungi di bawah naungan Arsy-Nysa di hari kiamat serta akan merasakan  ketenangan di hari ketakutan .  Yaitu :  1.   Seorang yang memberikan sesuatu yang dia sendiri butuh padanya.   2.   Seorang yang tidak menggerakkan kaki atau tangannya sehingga ia tahu di jalan Allah-kah melangkah atau di jalan kemaksiatan pada-Nya    3.   Seorang yang tidak mencela saudaranya hingga dia membersihkan kepribadiaanya dari celaan itu.

8.       Janganlah engkau memusuhi seseorang yang menurut persangkaanmu tidak akan membahayakanmu. Dan janganlah engkau enggan untuk berteman dengan seseorang yang menurut anggapanmu tidak akan membawa manfaat untukmu.

9.       Sesungguhnya sempurnanya pengenalan seseorang terhadap agamanya, yaitu ketika meninggalkan sesuatu  yang tidak berguna baginya, tidak banyak berdebat, bersifat ramah, penyabar dan baik tingkah lakunya / perangainya.

10.   Kekayaan yang sebenarnya yaitu ketika tidak mengemis dari selainnya.

11.   Duduk bersama para shalihin ( orang-oirang yang baik )  akan menghantarkan kepada kebaikan.

12.   Hati-hatilah berteman dengan orang yang fasik, sebab dia akan menjualmu dengan sesuap makanan atau yang lebih sedikit dari itu.

13.   Hati-hatilah berteman dengan seseorang yang dungu karena dia bisa mencelakakanmu  saat ingin berbuat baik untukmu.

14.   Hati-hatilah bersahabat dengan orang yang kikir karena dia tidak akan membantumu denga hartanya di sat engkau sangat membutuhkannya.

15.   Berhati-hatilah  berteman dengan orang yang pembohong karena dia laksana fatamorgana, mendekatkan sesuatu yang jauh kepadamu  dan menjauhkan dirimu sesuatu yang dekat.

16.   Jika ada seseorang yang mencelamu terus menerus lalu datang padamu untuk meminta maaf maka terimalah permohonan maafnya.

17.   .    Pandangan mukmin pada saudaranya yang mukmin yang disertai kecintaan dan kerahmatan baginya terhitung sebagai ibadah.

18.   Hak tetanggamu atasmu yaitu :  Kau jaga saat dia tidak ada, kau hormati dirinya ketika ia ada, kau tolong dirinya saat teraniaya. Jangan engkau telusuri /cari cari kekurangannya, dan ketika engkau melihat kejelekan padanya, jangan engkau sebar-luaskan.  Apabila engkau yakin dia akan menerima nasihatmu,maka nasihatilah di tempat yang tersembunyi. Dan jangan  engkau biarkan dia dalam kesulitan, selamatkan dia dari ketergelincirannya, maafkanlah kesalahannya dan bergaulah dengannya dengan   sebaik-baik pergaulan.

19.   Ya Allah !  jagalah diriku dari menganggap hina orang yang tidak memiliki sesuatu atau menganggap utama orang yang memiliki kekayaan. Karena orang yang mulia itu adalah orang yang dimuliakan oleh ketaannya kepada-Mu, dan orang yang agung itu adalah orang yang diagungkan penghambaannya kepada-Mu.

20.   Orang mukmin amalnya akan disertai kesabaran, duduknya ingin menimba ilmu, diamnya demi keselamatan, akan merahasiakan apa yang di amanatkan kepadanya sekalipun kepada teman dekatnya, tidak akan menyembunyikan kesaksian bagi orang yang jauh, tidak berbuat kebenaran karana ri’ya dan tidak meninggalkan karena malu. Jika di puji ia takut pujian. Dan segera memohon ampun kehadirat Allah terhadap apa-apa yang tidak mereka ketahui  ( tentang kepribadiannya ) . Dan tidak melayani perbuatan bodoh yang dilakukan oleh orang-orang bodoh.

21.   Hak orang yang berbuat baik kepadamu,hendaknya engkau mensyukurinya, selalu kau sebut kebaikannya, kau sebarkan sebutan yang baik tentangnya, kau doakan dirinya dengan ikhlas kepada Allah SWT.Apabila telah engkau laksanakan semua itu, berarti kau telah mensyukurinya baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Dan jika engkau mampu untuk membalas kebaikannya, balasalah kebaikannya atau setidak-tidaknya persiapkanlah sesuatu untuk membalasnya dan bulatkanlah tekadmu untuk melaksanakannya.

22.   Yanag paling Allah cintai diantara kalian adalah yang paling baik amalannya. Sedangkan amalan yang paling mulia adalah yang paling ikhlas nilainya. Dan yang paling selamat dari  siksa Allah adalah orang yang paling takut kepada-Nya. Sedang  yang paling dekat kepada Allah adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling diridhai Allah adalah orang yang mengurusi keperluan keluarganya. Sedang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang  paling  bertaqwa.

23.   Seandainya manusia menyadari kemuliaan mencari ilmu maka mereka akan mencari nya walaupun harus menumpahkan darah atau mengarungi  gelombang lautan.

24.       Imam Ali Z.A  as.  Bertemu denga orang yang baru sembuh dari sakit dan berkata :   Kamu telah di bahagiakan dengan pensucian dari dosa-dosa Sesungguhnya Allah telah menyebutmu maka sebutlah nama-Nya, yang telah menyembuhkanmu maka syukurlah.

25.   Janganlah berbohong, baik  yang kecil atau yang besar dan dalam keadaan sengaja atau hanya main-main.

26.   Dosa yang dapat menolak doa yaitu :   niat yang jelek, bathin yang jahat, bersifat munafik saat bersama saudaranya, menjawab sesuatu dengan kebohongan, melakukan shalat yang fardhu  hingga lewat waktunya,  enggan melakukan kebaikan  (  sedekah  )   yang  mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Dan suka menggunakan kata-kata jelek dan keji dalam pembicaraan.

27.   Imam  Ali bin Husein as ditanya  :  Bagaimana keadaanmu wahai putra Rasulullah  !   Beliau menjawab :  Saat ini aku di tuntut delapan perkara  :     a.         Allah SWT menuntutku dengan kewajiaban-kewajiban                          b.         Rasulullah menuntutku dengan sunnahnya           c.         Keluarga dengan nafkahnya                              d.         Jiwa mengajakku untuk menuruti syahwat            e.         Sedang syetan mengajakku  bermaksiat                               f.          Dua malaikat menuntutku untuk beramal baik       g.     Malaikat maut ingin mencabut ruhku                                 h.         Sedang kuburan menunggu jasadku, Dan diriku berada diantara perkara-perkara yang mengejarku.

28.   Siapa yang takut dari api neraka akan bergegas untuk bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa dan akan menghindar dari hal-hal yang haram.

29.   Hati-hatilah dari merasa senang ketika berdosa, sesungguhnya yang senang ketika berbuat dosa lebih jelek dari perbuatan dosa itu sendiri.

30.   Dosa-dosa  yang merusak nikmat   : 1.     Zalim  (  aniaya  )  terhadap manusia                                                     2.      Menghilangkan kebiasaan berbuat baik dan makruf.                         3.      Mengkufuri nikmat.                               4.      Meninggalkan rasa syukur.

31.   Janganlah engkau enggan meninggalkan perbuatan jahat  meskipun engkau telah di kenal sebagai ahlinya.

32.   Tidak ada sesuatu yang  lebih Allah cintai  (  dari seorang hamba  )  setelah pengenalan  (  makrifat  ) kepada-Nya  lebih dari penjagaan terhadap perut  dan kemaluaannya.

33.   Berapa banyak orang terpedaya karena indahnya pujian terhadapnya. Dan berapa banyak yang tertipu karena kesalahannya yang selalu ditutupi. Serta berapa banyak yang terpedaya oleh banyaknya kebaikan  (  Allh )  atasnya.

34.   Barang siapa yang berjiwa mulia akan memandang rendah terhadap dunia.

35.   Sebaik-baik pembuka suatu perkara adalah kejujuran dan penutup yang terbaik adalah menepati janji.

36.   Kerelaan  terhadap ketentuan  (  takdir )  yang tidak di senangi merupakan tingkat keyakinan yang tertinggi.

37.   Beliau  ditanya  :    Siapakah manusia yang paling agung  ? “  .  Jawabnya  yaitu  yang tidak menganggap dunia agung di matanya.

38.   Wahai manusia takutlah terhadap Allah, dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya  kalian akan di kembalikan. Dan setiap orang akan mendapati segala kebajikan yang ia lakukan,  begitu juga kejahatana yang telah dia kerjakan, ia ingin anatara ia dengan hari itu  (  kiamat )  ada masa yang jauh, Dan Allah memperingatkan kamu terhadap  ( siksa ) –Nya.  Celakalah engkau wahai anak Adam yang selalu lalai namun tidak dilalaikan. Tidakkah kau tahu ajalmu sangat cepat menjemputmu, ia sekarang menuju kepadamu dan mencarimu.  Ketika ajalmu telah tiba, malaikat maut akan mencabut ruhmu. Kemudian engkau akan di giring ke kuburan seorang diri.  Setelah  ruh mu di kembalikan akan datang dua malaikat yaitu munkar dan nakir untuk menanyaimu    dan mengujimu dengan ujian yang berat. Ketahuilah bahwa pertanyaan pertama yang akan mereka tanyakan kepadamu adalah tentang Tuhanmu yang engkau jadikan sesembahan, tentang Nabi yang  di urtus kepadamu, tentang agama mu yang engkau anut, tentang kitab suci yang engaku baca dan tentang  (  imam  )  kepemimpinanmu yang engkau jadikan panutan.  Juga tentang umurmu untuk apa engkau  pergunakan serta hartamu dari mana engkau dapatkan dan untuk apa kamu keluarkan / belanjakan.

39.   Hak  ibumu hendaknya kau ketahui  :   dia mengandung dan memberimu sari makanan  ketika tak seorangpun melakukannya. Menjagamu dengan pendengaran,  penglihatan, tangan dan kakinya serta seluruh anggota badannya dengan  perasaan kasih saying.  Dia menanggung sakit, derita dan kesusahan saat mengandungmu.  Sehingga lahirlah kamu ke dunia ini.  Rela kamu kenyang ketika dia lapar, memberimu pakaian walaupun dirinya tak berpakaian , menegukkan minuman sementara dia kehausan, menaungimu walau dirinya tidak ternaungi apapun,  memberikan kenikmatan kepadamu dengan penderitaan baginya, menidurkanmu  dalam pangkuannya sementara  semalam penuh matanya tidak terpejamkan.  Perutnya jadi wadah untukmu, pangkuannya menjadi tempat berlindungmu, air susunya jadi minuman untukmu dan dirinya jadi pelindungmu.  Tegar di tengah panas atau dinginnya dunia demi dirimu.  Maka bersyukurlah kepadanya sesuai dengan  kebaikannya padamu. Namun kamu takkan mampu mensyukurinya kecuali dengan pertolongan dan karunia Allah SWT.

40.   Siap siagalah dan perhatikan apa yang kau perbuat untuk dirimu serta siapkan  jawaban sebelum datang  ujian, pertanyaan dan evaluasi. Jika engkau telah termasuk seorang yang mukmin yang mengerti akan tuntutan agamamu serta mengikuti orang-orang yang jujur  ( shadiq )  dan menyakini  kekuasaan wali-wali Allah SWT, maka Allah akan memberikan hujjah dan alasan yang benar kepadamu, dan menjadikan lidahmu dapat menjawab semua pertanyaan denga tepat, serta akan di berita gembirakan dengan syurga dan akan mendapat keridhaan Allah SWT. Sedang para malaikat akan menjemputmu dengan riang gembira dan dengan wewangian yang semerbak. Namun bila engkau sebaliknya dari itu, maka lidahmu akan gugup dan hujjahmu akan lemah serta tidak mungkin engkau akan bisa menjawab  pertanyaan itu dengan sempurna. Dan nerakalah tempatmu dan para malaikat penyiksa akan datang dengan membawa hidangan air yang mendidih dan di bakar di dalam neraka.


Iklan

9 November 2007 Posted by | Kalam Ahlul Bayt | 1 Komentar

Imam Muhammad Al Baqir as

 1504443.jpg

1.    Barang siapa yang pergi kepada pemimpin yang zalim  lalu memerintahkannya agar bertakwa dan memperingatkannya serta menasihatinya, Maka dia akan mendapat pahala sebagaimana pahala dan amal  tsaqalain  ( jin dan manusia ).

2.       Islam di tegakkan diatas lima perkara  :  Mendirikan shalat,  memberikan zakat,  haji  di  Baitullah, puasa di bulan Ramadhan dan menjadikan kita  (  Ahlul-Bait  )  sebagai pemimpin. Yang empat perkara masih ada keringanan sedang yang satu perkara  ( berwilayah kepada Ahlul-Bait  )  tidak ada keringanan.  Siapa yang tidak punya harta tidak di wajibkan zakat. Siapa yang tidak punya harta tidak juga  wajib  berhaji. Siapa yang yang tidak bisa berdiri  (  karena  sakit  )  boleh  shalat dengan  duduk dan tidak berpuasa.  Namun  ( berwilayah )  menjadikan Ahlul-Bait  sebagai pemimpin, wajib bagi yang sakit maupun yang sehat, bagi yang berharta maupun yang tidak berharta.

3.       Allah SWT berfirman kepada Nabi Syuaib  as :  Bahwa  Aku  akan mengazab seratus ribu kaummu, empat puluh ribu dari mereka yang jahat dan enam puluh ribu dari mereka yang baik. Lalu Nabi Syuaib  as bertanya :  Yang jelek pantas untuk di azab, namun mengapa yang baik juga di azab ?.  Allah SWT menjawab :  Mereka tidak mencegah orang-orang yang berbuat maksiat dan tidak marah karena marah-Ku.

4.       Puncak , kunci dan pintu dari segala sesuatu yang bisa  mendatangkan keridhaan Allah SWT adalah ketaatan kepada Imam setelah kalian mengenalnya. Ketahuilah walaupun seseorang shalat sepanjang malam, berpuasa di siang harinya, bersedekah dengan semua hartanya dan selalu naik haji, namun tidak mengetahui  wali Allah untuk di jadikan pemimpin yang akan mendasari seluruh amalnya, maka ia tidak berhak mendapat pahala dari Allah dan bukan termasuk golongan orang yang beriman.

5.       Ketahuilah bahwa kamu belum menjadi pengikut setia kami walau semua orang berkata dirimu adalah lelaki jahat tetapi kamu tidak sedih atas ucapan mereka atau engkau lelaki baik namun kamu tidak gembira dengan ucapan itu. Akan tetapi cocokkanlah dirimu dengan Al-Quran. Jika engkau berjalan di jalannya, zuhud akan apa yang dilarangnya dan menginginkan apa-apa yang dijanjikan dan merasa takut akan ancamannya maka tetaplah teguh dengan prinsipmu dan berbahagialah, karena apa pun yang mereka katakana  tidak akan membahayakan dirimu.

6.       Dari Sulaiman bin  Khalid dari Abi Ja’far a.s  Ia berkata  :  Maukah kamu akan kuberitahu  tentang pokok-pokok Islam,cabang dan puncaknya  ?  Aku berkata  :  Tentu !  Lalu Imam menjawab  : pokoknya  adalah  shalat, cabangnya adalah zakat, dan puncaknya adalah jihad, Lalu  melanjutkan  :  Apakah kamu ingin kuberitahukan juga tentang pintu-pintu kebaikan  ?  Aku menjawab :  Ya, beritahukanlah  !. Imam  berkata :  Puasa merupakan perisai dari api neraka, sedekah menghapus dosa dan shalatnya seseorang di malam hari untuk berzikir

7.       Setiap orang yang beribadah tanpa imam yang di tunjuk oleh Allah, maka amalnya tertolak, dia tersesat dan kebingungan.  Allah mencela amalnya dan mengumpamakannya seperti kambing yang tersesat dari rombongan dan pengembalanya. Dia  berkeliling sepanjang hari. Ketika malam tiba ia melihat serombongan kambing bersama pengembalanya, ia bergabung dan bermalam di kandangnya. Ketika si pengembala menggiring kambing itu, ternyata ia tidak pernah mengenal kambing-kambing tersebut lalu dia pergi lagi mencari pengembala dan rombongannya. Dia melihat serombongan kambing dan pengembalanya dan tertarik        ( untuk bergabung )   akan tetapi dia di halau oleh pengembalanya sambil berteriak  :  Bergabunglah dengan pengembala dan rombonganmu karena engkau tersesat dari rombonganmu. Dia pergi lagi dalam kebingungan tanpa ada pengembala yang menunjukinya ke pengembalanya atau memulangkannya. Ketika kebingungan srigala datang memangsanya. Demi Allah, begitu Wahai  Muhammad keadaan seorang dari umat ini yang tidak memiliki imam yang jelas dan adil, ia tersesat dan kebingunan, dan bila mati dalam keadaan  seperti itu, maka dia mati kafir dan nifak.

8.       Barang siapa yang benci karena Allah dan cinta karena Allah, maka telah tergolong orang yang sempurna imannya.

9.        Dari Jabir dari Abi Ja’far as. Ia berkata : Imam berkata kepadaku :  Wahai Jabir !  Apakah cukup seseorang di katakan  mengikuti kami hanya dengan mencintai kami ?  . Demi  Allah pengikut kami tidak lain adalah orang yang bertakwa dan mentaati Allah SWT. Mereka tidak  dikenal  kecuali dengan sikap rendah hati, khusuk, amanat, banyak berzikir kepada Allah, puasa dan shalat, berbakti kepada kedua orang tua, memperhatikan tetangganya yang fakir miskin serta orang yang berhutang dan para yatim, berkata jujur, membaca Al-quran, mencegah lidah dari menyebut orang, kecuali kebaikannya dan mereka jadi tumpuan kepercaan keluarganya dalam segala hal.

10.   Seorang mukmin yaitu :  bila  rela, relanya tidak mengantarnya kepada dosa dan kebathilan.  Bila marah, maka  kemarahannya tidak sampai mengeluarkannya dari berucap kebenaran. Dan apabila berkuasa tidak sampai melampaui batas yang bisa menyebabkannya tidak berjalan di jalan kebenaran.

11.   Setiap hamba pasti  mempunyai  hati yang bersih, Apabila berbuat dosa akan timbul titik hitam yang apabila bertaubat akan sirna dan bersih lagi. Namun apabila terus menerus berbuat dosa akan  banyak titik hitam itu, sehingga tertutuplah hatinya, dan menjadi hitam legam. Apabila telah demikian, maka dia tidak akan lagi mau kembali kepada kebaikan, sebagaimana firman Allah SWT  : “Sekali-kali tidak,  akan tetapi karena kotoran yang ada di hati mereka akibat kelakuan mereka “  (  Q:S,83:14  ).

12.   Seseorang yang mendapatkan  ( menggunakan ) harta haram tidak akan di terima hajinya, umrahnya atau pahala silaturrahimnya.

13.   Kesempurnaan seseorang yang sebenarnya yaitu mendalami masalah agamanya, sabar  kala ditimpa musibah, dan mengatur pembelanjaan nafkah buat penghidupannya.

14.   Tiga perkara termasuk kemuliaan dunia dan akhirat :  Memaafkan orang yang menganiayamu, menyambung tali silaturrahim kepada yang memutuskannya darimu, dan mengasihi orang yang berbuat jahil kepadamu.

15.   Allah benci kepada seseorang yang meminta sesuatu dari orang lain dengan cara memaksa, tapi Allah suka jika di mintai dengan cara memaksa.

16.   Orang alim yang ilmunya bermanfaat untuk selainnya, lebih baik dari pada tujuh-puluh ribu orang yang hanya beribadah saja.

17.   Allah wasiatkan kepadamu lima perkara :  Jika dianiaya jangan menganiaya, bila dikhianati jangan mengkhianat, jika didustakan janganlah marah dan jika dipuji jangan berbahagia, jika dicela jangan gusar.Pikirkanlah tentang apa yang dikatakan kepadamu. Jika yang diucapkan itu benar maka jangalah engkau menolak kebenaran itu karena takut jatuh harga dirimu. Sebab jatuhnya harga dirimu di hadapan Allah karena menolak kebenaran, jauh lebih buruk dan lebih jelek dari apa yang kamu takutkan. Dan jika yang dilontarkan kepadamu tidak benar, maka itu jadi pahala bagimu tanpa harus bersusah payah beramal.

18.      Allah SWT memberikaan dunia kepada semua orang, baik  dicintai maupun di benci-Nya, namun Allah SWT hanya memberikan agama-Nya  bagi yang di cintai-Nya saja.

19.   Janganlah kalian bermusuhan sebab permusuhan bisa merusak hati dan menyebabkan nifak.

20.   Orang yang paling besar penyesalannya di hari kiamat adalah orang yang sudah mengenal keadilan, lalu ia menyalahinya dan menjalankan yang lain.

21.   Hati-hatilah dari menunda-nunda  (  berbuat baik ) , karena ia laksana laut yang menenggelamkan orang-orang yang celaka. Hati-hatilah dari kelalaian, karena ia menyebabkan kerasnya hati. Hati-hatilah dari menunda mengerjakan sesuatu tanpa uzur, ingatlah dosa-dosa yang dulu dengan penyesalan yang dalam dan permohonan ampun, karena kepada-Nya orang-orang yang menyesal akan bersandar, perbanyaklah istighfar dan harapkanlah rahmat serta ampunan. Allah dengan kepulangan yang baik dan bantulah usahamu itu, dengan doa yang ikhlas dan ( munajat) permohonan di kegelapan malam. Berusahalah mencapai rasa syukur yang agung dengan menganggap banyak rezki yang sedikit dan menganggap sedikit ketaatan yang banyak, dan harapkanlah tambahan nikmat dengan rasa syukur yang besar.

22.   Tiga hal yang pelakunya tidak akan mati sebelum merasakan akibatnya : Sikap melampaui batas, memutuskan tali persaudaraan, dan sumpah palsu menentang Allah. Sesungguhnya ketaatan yang paling cepat pahalanya adalah menyambung tali persaudaraan. Suatu kaum yang berbuat kejahatan tapi mereka menyambung tali silaturrahim maka akan dilipat gandakan hartanya.Sesungguhnya sumpah palsu dan memutuskan tali silaturrahim akan menjadikan keluarga hancur  (  hampa dan sia-sia ).

23.   Barang siapa yang jujur lidahnya, akan berkembang amalnya. Barang siapa yang baik niatnya, akan di tambah rezekinya. Dan siapa yang berbakti kepada keluarganya akan  di berkahi umurnya.

24.   Hati-hatilah dari kemalasan dan kebosanan, sebab ke duanya kunci dari segala kejelekan. Siapa yang malas tidak akan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya.Sedang yang bosan tidak akan bisa sabar melakukan  kebenaran.

25.   Tawadhu  itu adalah sikap rela di suatu majlis tanpa mengharapkan kemuliaan  (  pujian  ) , mengucapkan  salam kepada orang yang ditemaninya, dan meninggalkan berdebat walau engkau dalam posisi benar.

26.   Seorang  mukmin bersaudara dengan mukmin yang lain, ia tidak akan mencelanya, tidak menghalanginya dari haknya dan tidak berperasangka buruk kepadanya.

27.   Seorang tidak akan terhindar dari dosa sehingga mengendalikan  (  menyimpan  ) lidahnya.

28.   Allah SWT membenci orang yang banyak melaknat, mencela dan menghina kaum mukminin.

29.   Ketahulah wahai Muhammad !. Bahwa pemimpin yang zalim beserta pengikutnya terlepas dari agama Allah. Mereka sesat dan menyesatkan. Sedangkan perbuatan mereka laksana abu yang ditiup angin kencang dengan keras, mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang mereka ushakan  (  di dunia  ). Yang demikian itu adalah kesesatan yang sebenarnya.

30.   Sesungguhnya Allah  menyembunyikan tiga perkara dalam tiga perkara lainnya.  Keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya, maka janganlah menganggap kecil sesuatu ketaatan, mungkin di sana tersimpan keridhaan-Nya. Kemarahan-Nya dalam maksiat kepada-Nya, maka janganlah menganggap ringan suatu maksiat, barang kali di dalamnya tersimpan kemarahan Allah. Menyembunyikan para wali-Nya di antara makhluk-Nya, maka janganlah engkau menganggap rendah terhadap seseorang barangkali di adalah wali-Nya.

31.   Jadikanlah dunia di hadapanmu seperti tempat persinggahan sejenak yang kemudian engkau tinggalkan. Atau seperti harta yang kamu peroleh dalam mimpi lalu  bahagia, namun setelah bangun dari tidurmu, kamu tidak mendapatkan sesuatu.

32.   Tiga  hal yang menghancurkan  :  Orang yang menganggap banyak amal perbuatannya, lupa akan dosa yang dilakukannya, dan merasa kagum dengan pendapatnya sendiri.

33.   Barang siapa  yang lahirnya lebih baik dari bathinnya, maka akan ringan timbangan amalnya.

34.   Sesungguhnya Allah memberatkan kepada ahli dunia untuk melakukan kebaikan, sebagaimana berat timbangannya pada hari kiamat. Dan Allah meringankan ahli dunia untuk perbuatan jelek, sesuai denga ringan timbangannya di hari kiamat.

35.   Sesungguhnya hari ini adalah keuntungan sedang esok belum bisa di ketahui untuk siapa keuntungan itu.

36.   Surga itu di kelilingi rintangan dan  (  hal-hal yang menuntut  )  kesabaran. Maka barang siapa yang sabar dalam menghadapi rintangan di dunia, ia akan masuk surga. Sedang  neraka jahanam di kelilingi kenikmatan serta hawa nafsu. Maka barang siapa yang memuaskan dirinya dengan hawa nafsu dan kelezatan ia akan di masukkan ke neraka.

37.   Sejelek-jelek penghasilan yaitu penghasilan dari riba.

38.   Barang siapa yang mengajarkan satu bab petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala yang mengerjakan tanpa mengurangi pahal mereka sedikitpun. Dan barang siapa yang menunjukkan kepada kesesatan maka baginya dosa seperti yang mengerjakan tanpa mengurangi dosa yang mengerjakannya sedikitpun.

39.   Allah SWT menjadikan bagi semua oerbuatan yang jelek terkunci dan kuncinya meminum khomer. Namun kebohongan itu lebih jahat dari minum khomer.

40.   Andai seseorang yang meminta mengetahui kehinaan yang terdapat  pada mengemis, maka tidak akan ada orang yang meminta orang lain. Dan andai seseorang mengetahui tentang kehinaan yang terdapat dalam penolakan, niscaya tidak akan ada seorang  yang menolak permintaan orang lain.

9 November 2007 Posted by | Kalam Ahlul Bayt | Tinggalkan komentar

Imam Husain as

16818301.jpg

1.    Maha Suci Engkau Ya Allah !, Dzat yang menjadikan pengakuan akan nikmat-Nya sebagai pujian atas-Nya.  Dan maha Suci dzat yang menjadikan pengakuan akan kelemahan kita untuk bersyukur sebagai syukur atas-Nya.

2.       Berfikirlah dan berbuatlah sesuai tujuan penciptaanmu , karena Allah tidak menciptakan untuk kesia-siaan.

3.       Hati-hatilah berteman dengan pendosa, membantu orang yang zalim ( penganiaya ) , dan mendekati orang yang fasik. Waspadalah terhadap fitnahan  mereka dan menjauhilah dari lingkungan mereka. Ketahuilah bahwa orang yang menentang para wali Allah, yang beragama dengan selain agama Allah SWT serta yang berbuat sewenang-wenang dalam perintah-Nya bukan dengan perintah wali Allah, maka ia mendapat siksa dalam api neraka yang akan menganguskan ( menghancurkan ) jasad    ( yang sudah terpisah dari nyawa / ruhnya )  siksaan yang melebihi batas kemampuannya karena itu ambillah pelajaran, wahai yang punya kesadaran, Dan pujilah Allah yang telah memberimu petunjuk  serta ketahuilah bahwa engkau tidak akan keluar dari kekuasaan Allah kepada takdir selain-Nya, dan ingatlah bahwa Allah akan menilai amal kalian, kemudian kepada-Nyalah kalian akan di giring, karena itu ambilah manfaat dari nasihat ini dan bertingkah lakulah dengan tingkah laku orang-orang yang shaleh.

4.       Dalam sebuah surat yang di tulis oleh Imam Ali Z. A  kepada Muhammad bin Muslim Al-Zuhri, diantara isinya :  Allah mewajibkan kepada ulama agar menerangkan ( kepada manusia )  dan tidak menutup-nutupinya. Ketahuilah paling ringannya apa yang kalian sembunyikan  ( lakukan )  adalah kalian telah meenangkan kegusaran oarng yang zalim dan dengan mendekatinya kamu kepadanya memudahkan jalan kesesatan. Bukankah undangannya kepadamu akan menjadikanmu sebagai as ( poros )  untuk memutar balikkan kekejaman mereka dan menjadikanmu sebagai jembatan menuju bencana yang menimpanya serta menjadikanmu sebagai tangga yang menyampaikan kepada kesesatan yang sekaligus mengajak yang lain untuk berbuat kejahatan seperti mereka.  Mereka akan memasukan keraguan kepada ulama dengan bantuanmu dan akan menjadikanmu sebagai penasihat atas kelakuannya yang jahat.  Kelakuanmu dalam menampakkan kejahatan dan perpecahan lebih buruk dibanding kelakuan   yang dapat di mainkan oleh orang-orang kepercaan mereka., maka alangkah sedikitnya apa yang diberikan kepadamu  jika di bandingkan dengan  sesuatu yang engkau berikan kepada mereka, dan alangkahnya tidak berharganya kenikmatan yang mereka berikan kepadamu padahal mereka telah menghancurkaan dirimu. Karena itu berusahalah ( perhatikan )  untuk keselamatan dirimu dan ketahuilah bahwa tidak akan ada yang memperhatikan nasibmu selain dirimu sendiri.

5.       Tiada tetesan yang lebih Allah cintai dari dua tetesan : Tetesan darah di jalan Allah, dan tetesan air mata di malam hari karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

6.       Tiga karakter ( yang jika ada pada orang mukmin akan membawa ) keberuntungan  :  Mencegah lisannya dari mengganggu manusia atau menggunjing mereka, menyibukkan dirinya untuk sesuatu yang bermanfaat ( baginya ) di dunia maupun di akhirat, Serta selalu  menangisi segala kesalahannya.

7.       Tiga karakter yang apabila ada pada orang mukmin maka dia dalam lindungan Allah dan akan di naungi di bawah naungan Arsy-Nysa di hari kiamat serta akan merasakan  ketenangan di hari ketakutan .  Yaitu :  1.   Seorang yang memberikan sesuatu yang dia sendiri butuh padanya.   2.   Seorang yang tidak menggerakkan kaki atau tangannya sehingga ia tahu di jalan Allah-kah melangkah atau di jalan kemaksiatan pada-Nya    3.   Seorang yang tidak mencela saudaranya hingga dia membersihkan kepribadiaanya dari celaan itu.

8.       Janganlah engkau memusuhi seseorang yang menurut persangkaanmu tidak akan membahayakanmu. Dan janganlah engkau enggan untuk berteman dengan seseorang yang menurut anggapanmu tidak akan membawa manfaat untukmu.

9.       Sesungguhnya sempurnanya pengenalan seseorang terhadap agamanya, yaitu ketika meninggalkan sesuatu  yang tidak berguna baginya, tidak banyak berdebat, bersifat ramah, penyabar dan baik tingkah lakunya / perangainya.

10.   Kekayaan yang sebenarnya yaitu ketika tidak mengemis dari selainnya.

11.   Duduk bersama para shalihin ( orang-oirang yang baik )  akan menghantarkan kepada kebaikan.

12.   Hati-hatilah berteman dengan orang yang fasik, sebab dia akan menjualmu dengan sesuap makanan atau yang lebih sedikit dari itu.

13.   Hati-hatilah berteman dengan seseorang yang dungu karena dia bisa mencelakakanmu  saat ingin berbuat baik untukmu.

14.   Hati-hatilah bersahabat dengan orang yang kikir karena dia tidak akan membantumu denga hartanya di sat engkau sangat membutuhkannya.

15.   Berhati-hatilah  berteman dengan orang yang pembohong karena dia laksana fatamorgana, mendekatkan sesuatu yang jauh kepadamu  dan menjauhkan dirimu sesuatu yang dekat.

16.   Jika ada seseorang yang mencelamu terus menerus lalu datang padamu untuk meminta maaf maka terimalah permohonan maafnya.

17.   .    Pandangan mukmin pada saudaranya yang mukmin yang disertai kecintaan dan kerahmatan baginya terhitung sebagai ibadah.

18.   Hak tetanggamu atasmu yaitu :  Kau jaga saat dia tidak ada, kau hormati dirinya ketika ia ada, kau tolong dirinya saat teraniaya. Jangan engkau telusuri /cari cari kekurangannya, dan ketika engkau melihat kejelekan padanya, jangan engkau sebar-luaskan.  Apabila engkau yakin dia akan menerima nasihatmu,maka nasihatilah di tempat yang tersembunyi. Dan jangan  engkau biarkan dia dalam kesulitan, selamatkan dia dari ketergelincirannya, maafkanlah kesalahannya dan bergaulah dengannya dengan   sebaik-baik pergaulan.

19.   Ya Allah !  jagalah diriku dari menganggap hina orang yang tidak memiliki sesuatu atau menganggap utama orang yang memiliki kekayaan. Karena orang yang mulia itu adalah orang yang dimuliakan oleh ketaannya kepada-Mu, dan orang yang agung itu adalah orang yang diagungkan penghambaannya kepada-Mu.

20.   Orang mukmin amalnya akan disertai kesabaran, duduknya ingin menimba ilmu, diamnya demi keselamatan, akan merahasiakan apa yang di amanatkan kepadanya sekalipun kepada teman dekatnya, tidak akan menyembunyikan kesaksian bagi orang yang jauh, tidak berbuat kebenaran karana ri’ya dan tidak meninggalkan karena malu. Jika di puji ia takut pujian. Dan segera memohon ampun kehadirat Allah terhadap apa-apa yang tidak mereka ketahui  ( tentang kepribadiannya ) . Dan tidak melayani perbuatan bodoh yang dilakukan oleh orang-orang bodoh.

21.   Hak orang yang berbuat baik kepadamu,hendaknya engkau mensyukurinya, selalu kau sebut kebaikannya, kau sebarkan sebutan yang baik tentangnya, kau doakan dirinya dengan ikhlas kepada Allah SWT.Apabila telah engkau laksanakan semua itu, berarti kau telah mensyukurinya baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Dan jika engkau mampu untuk membalas kebaikannya, balasalah kebaikannya atau setidak-tidaknya persiapkanlah sesuatu untuk membalasnya dan bulatkanlah tekadmu untuk melaksanakannya.

22.   Yanag paling Allah cintai diantara kalian adalah yang paling baik amalannya. Sedangkan amalan yang paling mulia adalah yang paling ikhlas nilainya. Dan yang paling selamat dari  siksa Allah adalah orang yang paling takut kepada-Nya. Sedang  yang paling dekat kepada Allah adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling diridhai Allah adalah orang yang mengurusi keperluan keluarganya. Sedang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang  paling  bertaqwa.

23.   Seandainya manusia menyadari kemuliaan mencari ilmu maka mereka akan mencari nya walaupun harus menumpahkan darah atau mengarungi  gelombang lautan.

24.       Imam Ali Z.A  as.  Bertemu denga orang yang baru sembuh dari sakit dan berkata :   Kamu telah di bahagiakan dengan pensucian dari dosa-dosa Sesungguhnya Allah telah menyebutmu maka sebutlah nama-Nya, yang telah menyembuhkanmu maka syukurlah.

25.   Janganlah berbohong, baik  yang kecil atau yang besar dan dalam keadaan sengaja atau hanya main-main.

26.   Dosa yang dapat menolak doa yaitu :   niat yang jelek, bathin yang jahat, bersifat munafik saat bersama saudaranya, menjawab sesuatu dengan kebohongan, melakukan shalat yang fardhu  hingga lewat waktunya,  enggan melakukan kebaikan  (  sedekah  )   yang  mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Dan suka menggunakan kata-kata jelek dan keji dalam pembicaraan.

27.   Imam  Ali bin Husein as ditanya  :  Bagaimana keadaanmu wahai putra Rasulullah  !   Beliau menjawab :  Saat ini aku di tuntut delapan perkara  :     a.         Allah SWT menuntutku dengan kewajiaban-kewajiban                          b.         Rasulullah menuntutku dengan sunnahnya           c.         Keluarga dengan nafkahnya                              d.         Jiwa mengajakku untuk menuruti syahwat            e.         Sedang syetan mengajakku  bermaksiat                               f.          Dua malaikat menuntutku untuk beramal baik       g.     Malaikat maut ingin mencabut ruhku                                 h.         Sedang kuburan menunggu jasadku, Dan diriku berada diantara perkara-perkara yang mengejarku.

28.   Siapa yang takut dari api neraka akan bergegas untuk bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa dan akan menghindar dari hal-hal yang haram.

29.   Hati-hatilah dari merasa senang ketika berdosa, sesungguhnya yang senang ketika berbuat dosa lebih jelek dari perbuatan dosa itu sendiri.

30.   Dosa-dosa  yang merusak nikmat   : 1.     Zalim  (  aniaya  )  terhadap manusia                                                     2.      Menghilangkan kebiasaan berbuat baik dan makruf.                         3.      Mengkufuri nikmat.                               4.      Meninggalkan rasa syukur.

31.   Janganlah engkau enggan meninggalkan perbuatan jahat  meskipun engkau telah di kenal sebagai ahlinya.

32.   Tidak ada sesuatu yang  lebih Allah cintai  (  dari seorang hamba  )  setelah pengenalan  (  makrifat  ) kepada-Nya  lebih dari penjagaan terhadap perut  dan kemaluaannya.

33.   Berapa banyak orang terpedaya karena indahnya pujian terhadapnya. Dan berapa banyak yang tertipu karena kesalahannya yang selalu ditutupi. Serta berapa banyak yang terpedaya oleh banyaknya kebaikan  (  Allh )  atasnya.

34.   Barang siapa yang berjiwa mulia akan memandang rendah terhadap dunia.

35.   Sebaik-baik pembuka suatu perkara adalah kejujuran dan penutup yang terbaik adalah menepati janji.

36.   Kerelaan  terhadap ketentuan  (  takdir )  yang tidak di senangi merupakan tingkat keyakinan yang tertinggi.

37.   Beliau  ditanya  :    Siapakah manusia yang paling agung  ? “  .  Jawabnya  yaitu  yang tidak menganggap dunia agung di matanya.

38.   Wahai manusia takutlah terhadap Allah, dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya  kalian akan di kembalikan. Dan setiap orang akan mendapati segala kebajikan yang ia lakukan,  begitu juga kejahatana yang telah dia kerjakan, ia ingin anatara ia dengan hari itu  (  kiamat )  ada masa yang jauh, Dan Allah memperingatkan kamu terhadap  ( siksa ) –Nya.  Celakalah engkau wahai anak Adam yang selalu lalai namun tidak dilalaikan. Tidakkah kau tahu ajalmu sangat cepat menjemputmu, ia sekarang menuju kepadamu dan mencarimu.  Ketika ajalmu telah tiba, malaikat maut akan mencabut ruhmu. Kemudian engkau akan di giring ke kuburan seorang diri.  Setelah  ruh mu di kembalikan akan datang dua malaikat yaitu munkar dan nakir untuk menanyaimu    dan mengujimu dengan ujian yang berat. Ketahuilah bahwa pertanyaan pertama yang akan mereka tanyakan kepadamu adalah tentang Tuhanmu yang engkau jadikan sesembahan, tentang Nabi yang  di urtus kepadamu, tentang agama mu yang engkau anut, tentang kitab suci yang engaku baca dan tentang  (  imam  )  kepemimpinanmu yang engkau jadikan panutan.  Juga tentang umurmu untuk apa engkau  pergunakan serta hartamu dari mana engkau dapatkan dan untuk apa kamu keluarkan / belanjakan.

39.   Hak  ibumu hendaknya kau ketahui  :   dia mengandung dan memberimu sari makanan  ketika tak seorangpun melakukannya. Menjagamu dengan pendengaran,  penglihatan, tangan dan kakinya serta seluruh anggota badannya dengan  perasaan kasih saying.  Dia menanggung sakit, derita dan kesusahan saat mengandungmu.  Sehingga lahirlah kamu ke dunia ini.  Rela kamu kenyang ketika dia lapar, memberimu pakaian walaupun dirinya tak berpakaian , menegukkan minuman sementara dia kehausan, menaungimu walau dirinya tidak ternaungi apapun,  memberikan kenikmatan kepadamu dengan penderitaan baginya, menidurkanmu  dalam pangkuannya sementara  semalam penuh matanya tidak terpejamkan.  Perutnya jadi wadah untukmu, pangkuannya menjadi tempat berlindungmu, air susunya jadi minuman untukmu dan dirinya jadi pelindungmu.  Tegar di tengah panas atau dinginnya dunia demi dirimu.  Maka bersyukurlah kepadanya sesuai dengan  kebaikannya padamu. Namun kamu takkan mampu mensyukurinya kecuali dengan pertolongan dan karunia Allah SWT.

40.   Siap siagalah dan perhatikan apa yang kau perbuat untuk dirimu serta siapkan  jawaban sebelum datang  ujian, pertanyaan dan evaluasi. Jika engkau telah termasuk seorang yang mukmin yang mengerti akan tuntutan agamamu serta mengikuti orang-orang yang jujur  ( shadiq )  dan menyakini  kekuasaan wali-wali Allah SWT, maka Allah akan memberikan hujjah dan alasan yang benar kepadamu, dan menjadikan lidahmu dapat menjawab semua pertanyaan denga tepat, serta akan di berita gembirakan dengan syurga dan akan mendapat keridhaan Allah SWT. Sedang para malaikat akan menjemputmu dengan riang gembira dan dengan wewangian yang semerbak. Namun bila engkau sebaliknya dari itu, maka lidahmu akan gugup dan hujjahmu akan lemah serta tidak mungkin engkau akan bisa menjawab  pertanyaan itu dengan sempurna. Dan nerakalah tempatmu dan para malaikat penyiksa akan datang dengan membawa hidangan air yang mendidih dan di bakar di dalam neraka.

9 November 2007 Posted by | Kalam Ahlul Bayt | Tinggalkan komentar

Imam Hasan as

1558509.jpg

1.       Segala puji bagi  Allah , Dzat yang mendengar  pembicaraan orang-orang yang berbicara. Yang mengetahui lintasan hati orang-orang yang diam. Bagi yang hidup Engkau jamin rizkinya.  Hanya kepada-Mu,  tempat kembalinya orang yang meninggal.

2.       Wahai anakku !  Janganlah engkau berteman dengan seseorang, sehingga engkau mengetahui identitas pribadinya. Bila engkau mengetahui dengan pasti dan ternyata layak dijadikan sahabat, maka bersahabatlah atas dasar  menyelamatkan dari ketergelinciran dan saling membantu dalam menyelesaikan kesulitan.

3.       Sesungguhnya mata  yang paling jeli adalah  yang dapat menembus asal usul kebaikan dan telinga yang mendengar adalah telinga yang dapat menyadap  dan memanfaatkan  peringatan, sedang hati yang paling tulus  ( selamat ) adalah hati yang bersih dari syubhat  (  keragu-raguan ).

4.       Beliau as ditanya  tentang arti pengecut.  Lalu beliau menjawab : Yaitu  berani kepada temannya, tetapi takut dari musuh-musuhnya.

5.       Ya  Allah  !   Janganlah  Engkau  percepat siksa suatu dosa, Tapi berikanlah jalan di antara keduanya untuk bertaubat.

6.       Hanya dengan akal  dunia dan akhirat dapat di raih.

7.       Tidak  ada kefakiran seperti kebodohan.

8.       Ajarilah manusia tentang bidang ilmu yang kau kuasai. Dan belajarlah dari selainmu, dengan demikian kamu membenahi ilmumu atau justru mendapat ilmu baru yang belum engkau ketahui.

9.       Beliau ditanya : Apakah yang dimaksud menjaga harga diri itu ?  Beliau menjawab : Yaitu menjaga urusan, agamanya, berjiwa mulia, bersikap lemah lembut, senantiasa berbuat baik dan menunaikan hak-hak  ( orang lain ),

10.   Aku tidak mengetahui seorang yang zalim ( aniaya ), yang menyerupai seorang yang madzhim ( dianiaya ), seperti  (  yang dialami oleh )  seseorang yang hasud.

11.   Pokok  /  puncak  (  kesadaran  )  akal  adalah  bergaul dengan sebaik-baik pergaulan.

12.   Persaudaraan yang sejati adalah :  tetap setia menemani dikala  duka / susah  suka / gembira.

13.   Orang yang rugi  ( kepapaan ) adalah yang membiarkan bagianmu berlalu, padahal telah ditawarkan kesempatan kepadamu.

14.   Beliau ditanya tentang arti dermawan,  Lalu beliau menjawab  :  “Yaitu yang memberi sebelum diminta”.

15.   Perbandingan antara kebenaran dan kebathilan adalah empat jari.  Apa yang engkau lihat dengan indramu ( matamu ) itulah kebenaran, dan engkau telah mendengar dengan kedua telingamu betapa banyaknya kebathilan.

16.   Jangan kalian memaksa dalam mencari sesuatu. Seperti orang yang ingin selalu menang. Jangan pasrah pada takdir, seperti pasrahnya orang yang menyerah. Karena mencari nafkah itu anjuran agama. Bersikap baik saat mencari rizki termasuk harga diri.  Harga diri itu tidak akan menghalangi rizki dan sifat rakus  tidak juga menarik  rizki.

17.   Tidaklah suatu kaum bermusyawarah, kecuali akan mendapat petunjuk kejalan kebaikan mereka.

18.   Sabda  beliau saat mensifati seorang saudara yang baik :  Dia adalah orang yang agung di mataku dan pangkal kekagumanku padanya adalah saat menganggap dunia ini kecil dihadapannya. Dia terlepas dari kungkungan ( tidak berhubungan ) dengan kebodohan dan tidak mengulurkan tangannya kecuali kepada apa yang ia percayai  akan memberikan suatu manfaat. Dia tidak suka mengeluh, tidak cepat marah dan tidak cepat murung. Dia lebih  suka jadi pendiam namun jika berbicara akan membungkam pembicara yang lain. Dia seakan lemah dan tidak berdaya namun dalam kesungguhan dia laksana singa yang akan menerkam. Bila duduk dengan para ulama dia lebih suka mendengarkan dari pada ikut berbicara. Dan jika dia kalah dalam dialognya, dia menang dalam diamnya.Dia tidak berkata tentang apa yang tidak dilakukannya, atau berbuat sesuatu yang tidak diucapkannya. Dan apabila disodorkan dua masalah yang belum diketahui mana yang lebih dekat dari keridhaan Tuhannya, maka segera dia melihat mana yang lebih dekat kepada hawa nafsunya, lalu ditinggalkannya. Dan dia tidak pernah mencela seseorang yang menyadari kesalahan tingkah lakunya.

19.   Dari Junadah bin Abi Umayyah berkata :  Ketika Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib as. Sakit yang membawa kepada kematiannya….. aku datang  menjenguknya, lalu aku berkata :  Wahai tuanku mengapakah anda tidak berobat ?  Beliau menjawab :  “ Hai Abdullah, dengan apa kematianku harus kuobati “ ? Aku  berkata :  Inna lillah wa Inna  Ilaihi rajiun. ( Kita hanya milik Allah dan hanya kepada-Nya lah kita kembali ). Lalu beliau as. Menoleh kepadaku dan berkata : Demi Allah, Rasulullah saww, telah memberitahu kita sesungguhnya perkara ini  ( imammah ) akan di pegang oleh dua belas Imam dari keturunan Ali da Fathimah. Tidak ada seorang dari kami ( Ahlul bayt )  akan mati melainkan diracun atau terbunuh. Kemudian beliau as. Menangis. Lalu aku berkata kepadanya. Wahai putra Rasulullah , berilah aku nasihat. Beliau menjawab :  Baiklah ! . Bersiaplah untuk perjalananmu dan ambillah bekal  sebelum tiba ajalmu. Ketahuilah bahwa kau mencari dunia, sedangkan kematian juga mengejarmu. Dan janganlah memikul beban hari yang belum datang kepadamu. Dan ketahuilah bahwa engkau  tidak mencari harta yang lebih dari bekal makanmu, kecuali berarti engkau menyimpan untuk orang lain.Sadarlah bahwa harta halal yang kau tumpuk ada hisabnya, dan jika harta itu haram . engkau akan disiksa, sedang jika syubhat ( dalam keraguan )  engkau akan dicela. Maka jadikanlah dunia ini laksana bangkai, Ambillah secukupnya , sehingga jika itu halal maka engkau telah berlaku zuhud dan jika itu haram maka engkau akan terkena celaan yang ringan. Maka kamu mengambil darinya sebagaimana kamu mengambil dari bangkai, berbuatlah untuk suatu urusan duniamu seakan-akan kau akan hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok.  Jika engaku ingin perkasa tanpa bantuan orang lain dan ingin karisma tanpa harus jadi sultan  (  kekuasaan ) maka tinggalkanlah  maksiat kepada Allah dan  masuklah dalam lingkaran ketaatan-Nya.

20.   Barangsiapa yang cinta kepada dunia akan hilang rasa takut pada akhirat dari hatinya.

21.   Orang yang bodoh yaitu yang dungu dalam pengaturan hartanya, yang meremehkan harga dirinya, dan jika dicela tidak membela diri.

22.   Kebaikan itu adalah ketika memberi tanpa didahului permintaan dan tidak diikuti oleh ungkitan.

23.   Tercela lebih ringan dari pada masuk api neraka.

24.   Sesungguhnya seorang mukmin akan berbekal , sedangkan si Kafir hanya akan bersenang-senang.

25.   sikap bodoh  (  dungu )  itu adalah mengikuti orang-orang rendahan dan berteman dengan orang yang sesat.

26.   Antara kalian dengan nasihat ada hijab kemuliaan.

27.   Kehancuran manusia ada dalam tiga perkara :  kesombongan, ketamakan serta sifat hasad  ( dengki  ).

28.   Kesombongan menyebabkan hancurnya agama dan karenanya iblis dilaknat.  Sedang rasa tamak adalah musuhnya jiwa, dan karenanya Adam dikeluarkan dari syurga.Dan hasad ( dengki ) adalah pusat kejelekan yang karenanya  Qabil membunuh Habil.

29.   Gunakanlah pikiran kalian, karena ia adalah kehidupan yang dengannya hati kalian akan benar-benar hidup.

30.   Tidak akan bersopan santun orang yang tidak berakal. Dan tidak akan berharga orang yang tidak bersemangat.Serta tidak akan malu orang yang tidak beragama.

31.   Sebaik-baik kekayaan adalah :  qama’ah  (  rasa cukup ) ,dan seburuk-buruk kemiskinan adalah merendahkan diri.

32.   Banyak bercanda akan menghilangkan kewibawaan. Dan kebanyakan orang yang berwibawa adalah yang pendiam.

33.   Kesempatan itu cepat hilangnya dan lambat untuk terulang lagi.

34.   Kerabat adalah orang yang didekatkan rasa cinta, walau ia jatuh dari sisi nasabnya.

35.   (  Kamu akan  ) tercela   , ketika  kamu tidak mensyukuri nikmat.

36.   Gaulilah manusia dengan sesuatu yang kau ingin diperlakukan oleh orang lain sepertinya..

37.    Barang siapa yang sering ke mesjid akan mendapatkan salah satu dari delapan perkara :  1. ayat Al-Quran  2. Teman yang berfaedah  3. Ilmu yang bermanfaat  4. Rahmat yang menunggunya.  5. Kalimat yang menunjukinya ke jalan kebenaran        6. Atau yang mencegahnya dari kemungkaran   7. Akan  meninggalkan dosa karena malu   8.  Atau karena takut  (  kepada Allah SWT ).

38.   Aku heran kepada orang yang hanya memikirkan perutnya                       (  makanannya ) namun ia tidak memikirkan akalnya. Lalu menjauhkan  apa yang mengganggu perutnya, namaun ia membiarkan sesuatu yang dapat menjerumuskannya  ( ke dalam neraka ).

39.   Jika pekerjaan sunnah mengganggu kewajiban maka tinggalkanlah.

40.   Katakanlah bahwa siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Ia akan menjadikan baginya jalan keluar dari fitnah. akan meluruskan setiap perkaranya, akan menyiapkan baginya  jalan kebaikan, akan menguatkan hujjahnya  atas lawan-lawannya,  memutihkan wajahnya, dan akan menuruti keinginannya bersama orang-orang yang telah Allah berikan nikmat atas mereka seperti para nabi, para siddiqin dan para syuhada serta shalihin.

9 November 2007 Posted by | Kalam Ahlul Bayt | Tinggalkan komentar

Imam Ali as

 1681830.jpg

1.    Barangsiapa yang mengetahui hakikat dirinya maka telah mengenal Tuhannya ( Rabnya )

2.       Sesungguhnya Allah SWT mengutus Muhammad saww dengan membawa kebenaran guna mengeluarkan hamba-Nya dari penyembahan sesamanya kepada penyembahan Alllah SWT ,dari perjanjian dengan hamba-Nya  menuju kesetiaan pada-Nya dan dari ketatan terhadap sesamanya menuju ketaatan kepada Tuhannya serta dari kepemimpinan sesamanya kepada kepemimpinan  Allah SWT.

3.       Tidaklah seseorang bersimpuh dihadapan Al-Quran, melainkan ia mendapatkan tambahan dan pengurangan, Tambahan kedalam petunjuk dan pengurangan dari kebutaan ( kegelapan ). Ketahuilah tiada seseorang yang akan merasakan kekurangan jika bersama AL-Quran dan tidak akan ada yang merasa berkecukupan dari selain Al-Quran.

4.       Orang yang rela atas ( ketika melihat ) perbuatan suatu kaum, seperti orang yang ikut serta bersama mereka. Dan atas setiap orang yang ikut serta dalam kebathilan akan mendapatkan dua dosa, dosa karena perbuatannya dan dosa karena kerelaannya atas perbuatan tersebut.

5.       Imam Ali as. Ditanya tentang keimanan, Lalu beliau menjawab : Iman itu berdiri diatas  empat pondasi : kesabaran,keyakinan,keadilan, dan jihad. Sedangkan kesabaran mempunyai empat sendi : kerinduan, kehawatiran, kezuhudan dan kesiapan ( waspada ). Barang siapa yang rindu akan syurga, dia akan berpaling dari tuntutan hawa nafsunya. Barang siapa yang takut akan api neraka, maka dia akan menjauhi hal-hal yang terlarang. Barang siapa yang zuhud ( tidak rakus ) terhadap dunia, akan menganggap ringan segala musibah. Dan barang siapa yang bersiap-siap menghadapi kematian, dia akan bersegera mengerjakan kebaikan. Jihad juga mempunyai empat  asas : Memerintah kepada kebaikan dan menegah hal yang munkar, jujur  ( tetap tangguh )  disetiap tempat ( medan laga )  dan benci kepada orang fasik.. Barang siapa yang menyuruh kepada kebaikan, maka dia telah memperkokoh kekuatan kaum muslimin, dan barang siapa yang mencegah kemunkaran maka telah membuat terhinanya kaum kafirin, Dan barang siapa yang jujur ( tangguh )  disetiap keadaan, maka ia telah melaksanakan kewajibannya. Dan barang siapa yang benci kepada kaum fasik dan marah karena Allah, maka Allah juga akan marah untuknya ( karena membelanya ) dan akan merelakannya itu di hari kiamat.

6.       Sesungguhnya jihad itu adalah salah satu pintu menuju  surga yang Allah khususkan bagi para wali-Nya. Dan Jihad adalah pakaian  ketakwaan serta baju besi yang kokoh dan merupakan benteng pertahanan yang kuat.. Barang siapa yang meninggalkan jihad karena benci kepadanya, maka pastilah Allah pakaikan kepadanya baju kehinaan.

7.       Sesungguhnya awal terjadinya fitnah adalah hawa nafsu yang dituruti dan hukum ( yang diada-adakan ) yang bertentangan dengan kitab Allah.Sedang pelaksana hukumnya adalah seorang yang tidak berlandaskan  kepada aturannya Allah SWT. Seandainya kebathilan itu tidak bercampur dengan kebenaran, maka tidak akan samar lagi bagi orang yang mendatanginya. Dan seandainya kebenaran itu murni dari samarnya kebathilan, maka bungkamlah mulut-mulut penantangannya. Namun diambil  sebagian dari kebenaran dan sebagian dari kebathilan , kemudian dicampur aduk antara keduanya dan disitulah syetan  mulai memperdaya para pengikutnya. Dan hanya orang-orang yang mendapatkan  petunjuk kearah kebaikan dari Allah SWT yang akan selamat dari tipu dayanya.

8.       Sesungguhnya agama Allah  tidak akan bisa dikenali dari pribadi-pribadi, tetapi akan dapat dikenali dari tanda-tanda kebenarannya. Kenalilah kebenaran maka engkau akan mengetahui siapa penganutnya.

9.       Jangalah sekali-kali engkau menjadi budak orang lain, sebab Allah telah menciptakanmu dalam keadaan merdeka.

10.   Sesungguhnya memerintah kepada kebaikan serta mencegah kemunkaran tidak akan mendekatkan seseorang kepada ajalnya, dan tidak akan mengurangi rizkinya, Namun akan melipatgandakan pahala serta membesarkan kebaikannya. Dan yang lebih afdhal dari keduanya yaitu kalimat keadilan yang diserukan di hadapan seorang pemimpin yang zalim.

11.   Barang siapa yang keadaannya tidak bias diperbaiki dengan pergaulan yang baik, maka ia akan diperbaiki dengan cara timbal balik ( memberi sesuatu ) yang baik.

12.   Penghancur  punggungku di dunia ini ada dua orang yaitu orang yang pandai berbicara namun dirinya seorang yang fasik. Dan seorang yang bodoh, namun selalu tekun beribadah. Yang satu akan membela  kefasikannya dengan lidahnya sedang yang lain akan membela kebodohannya dengan ibadahnya. Hati-hatilah dari para cerdik pandai  ( ulama ) yang fasik dan para ahli ibadah yang bodoh. Karena mereka adalah sebesar-besar fitnah bagi setipa orang yang mudah terpedaya. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saww bersabda : “ Wahai Ali ! Hancurnya umatku adalah ditangan orang-orang munafik yang pandai berbicara.

13.   Janganlah engkau menganggap sama antara pelaku kebaikan dan pelaku kejahatan. Ketahuilah sikap yang demikian ini akan menumbuhkan semangat bagi pelaku kebaikan untuk berbuat kebaikan dan akan menjadi pelajaran bagi yang melakukan kejahatan atas kejahatannya.

14.   Tidaklah manusia meninggalkan perkara agamanya demi kepentingan dunianya, kecuali Allah akan membukakan baginya hal-hal yang lebih buruk.

15.   Dunia ini tidak lebih hanya batas terakhir penglihatan orang buta, dia tidak akan melihat sesuatu dibaliknya. Sedangkan orang yang bashir dapat melihat serta mengetahui sesuatu yang ada dibalik dunia ini. Dia ( bashir ) akan memalingkan pandangannya dari dunia, sedangkan si buta akan membidikan pandangannya ke arah dunia. Orang yang bashir akan berbekal  dari dunia, sedangkan yang buta akan berbekal untuk dunia.

16.   Jadikanlah dirimu sebagai tolok ukur dengan selainmu. Berbuatlah sesuatu yang menggembirakan orang lain sebagaimana yang engkau harapkan untukmu. Janganlah berbuat sesuatu yang engkau tidak inginkan  orang lain berbuat hal itu kepadamu. Janganlah berlaku aniaya sebagaimana engkau tidak suka dianiaya. Berbuatlah baik kepada selainmu, sebagaimana engkau ingin orang lain berbuat baik kepadamu. Cegahlah dirimu dari perbuatan munkar, sebagaimana engkau tidak ingin orang lain berbuat itu kepadamu. Perbuatlah sesuatu yang merelakan manusia agar ia juga berbuat sesuatu yang merelakan  dirimu. Janganlah engkau berbicara tentang sesuatu yang tidak engkau ketahui, bahkan janganlah engkau utarakan  segala sesuatu yang engkau ketahui dan jangalah engkau berbicara sesuatu pembicaraan yang tidak engkau inginkan orang lain berkata itu kepadamu

17.   Temanmu ada tiga dan musuhmu juga ada tiga, temanmu yaitu: temanmu, dan teman dari temanmu, serta musuh dari musuhmu. Sedangkan musuhmu yaitu : musuhmu sendiri, serta musuh dari temanmu, dan teman dari musuhmu.

18.   Yang banyak bicara akan banyak salahnya. Yang banyak kesalahannya akan sedikit malunya. Yang tidak merasa malu hilang wara’nya. Dan yang hilang wara’nya akan mati hatinya serta nerakalah tempat kembalinya.

19.   Janganlah kalian menilai siapa pembicaranya, tetapi nilailah sesuatu yang dibicarakannya.

20.   Kebaikan ada pada tiga perkara : penglihatan, diam dan pembicaraan. Setiap penglihatan yang tidak ditunjukan untuk mengambil ibrah ( pelajaran ) adalah kesia-siaan. Diam yang tidak disertai pemikiran adalah kelalaian. Sedangkan pembicaraan yang bukan zikir itu juga merupakan kesia-siaan. Maka beruntunglah  orang yang pandangannya ditunjukkan untuk  mengambil ibrah, diamnya karena berpikir dan pembicaraannya berisikan zikir sembari menangisi dan menyesali kesalahannya serta enggan mengganggu orang lain.

21.   Seorang anak mempunyai hak dihadapan  orang tuanya, demikian pula sebaliknya. Hak orang tua agar ditaati dalam segala hal kecuali  dalam maksiat kepada Allah SWT.Sedangkan hak anak dihadapan orang tuanya, agar memberinya nama yang baik dan mendidik ( mengajarkan ) akhlak yang baik serta mengajarkan Al-Quran kepadanya.

22.   Dunia adalah tempat kebenaran bagi yang membenarkannya, tempat keselamatan bagi yang memahaminya, tempat kekayaan bagi yang berbekal darinya. Juga tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat  turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah. Maka carilah rahmat didalamnya dan keuntungan ( surga)  sebagai balasannya. Lalu siapakah yang akan mencelanya ? . Dia telah mengumumkan kedekatan ajalnya dan datangnya masa perpisahan. Dia telah merelakan dirinya untuk kalian. Serta menghantarkan kalian dari satu kebahagian kepada kebahagian yang lainnya. Juga memberi peringatan akan cobaan-cobaannya, agar kalian  takut dan lebih berhati-hati dari bencana. Wahai para pencela dunia, kapankah dunia memperdayamu dengan segala tipu dayanya ?. Apakah karena banyaknya musibah yang menimpa para orang tuamu ? atau karena adanya kematian yang diderita oleh para ibumu di bawah tumpukan tanah kubur ?

23.   Wahai manusia !  Dua perkara yang sangat aku takutkan menimpa kalian. Hawa nafsu yang dituruti serta panjangnya angan-angan. Orang yang menuruti kemauan hawa nafsunya akan menghalanginya dari kebenaran. Panjangnya angan-angan bisa  melalaikan kalian akan kehidupan akhirat.

24.   Barang siapa yang  memperbaiki bathinya, Allah akan memperbaiki lahirnya . Dan barang siapa yang berbuat demi kemaslahatan agamanya, Allah akan mempermudah baginya urusan dunianya.Dan barang siapa yang menjaga hubungan dirinya dengan Allah, maka Allah akan  memudahkan urusannya dengan orang lain.

25.   Jangan kalian terlalu menyibukkan diri dengan urusan keluarga serta anak-anak kalian. Andai anak dan keluarga kalian termasuk orang-orang yang dicintai Allah, maka tentu Allah tidak akan membiarkan dan menelantarkan kekasih-kekasih-Nya. Namun apabila mereka termasuk musuh-musuh Allah SWT, mengapakah kalian harus menyibukkan diri dengan mengurus para musuh-musuh Allah ?

26.   Nilai setiap orang ( pribadi ) adalah perbuatan baik yang dilakukannya.

27.   Harga dirimu akan tetap terpelihara, sedang yang akan merusaknya adalah permintaan ( mengemis ) , oleh karena itu perhatikan kepada siapa akan kamu cucurkan air mukamu ini.

28.   Mengapakah anak Adam harus berlaku sombong, padahal awalnya tercipta dari air sperma yang hina dan akan berakhir dengan menjadi bangkai.

29.   Maukah kalian kuberi tahu tentang siapa yang benar-benar faqih ( pandai agama ) ?  Yaitu orang yang tidak memberi kelonggaran kepada orang lain untuk berbuat maksiat, yang tidak membuat manusia berputus asa dari rahmat Allah. Tidak membuat mereka merasa aman dari ancaman Allah SWT. Juga tidak meninggalkan Al-Quran (  karena tidak suka dengannya ), lalu mencari selainnya. Dan tidak ada  kebaikan dari suatu ibadah yang pelakunya belum  mengerti aturan agama ( fiqih ). Dan ilmu yang baik adalah yang bisa membuat seseorang berfikir akan Tuhannya dan tidak ada baiknya bagi bacaan yang tidak disertai dengan renungan ( tadabur ).

30.   Tidak akan melakukan perbuatan zina seseorang yang mempunyai harga diri.

31.   Sesungguhnya orang yang bertakwa itu akan merasakan kenikmatan dunia dan nikmat di akhirat nanti.. Mereka juga menikmati dunia bersama pencinta dunia, sedang para pencinta dunia tidak akan bersama-sama mereka untuk merasakan kenikmatan akhirat.

32.   Seorang hamba tidak akan merasakan  nikmatnya keimanan, sehingga meninggalkan kebohongan baik hanya sekedar senda gurau maupun sungguh-sungguh.

33.   Jika engkau menjadikan agamamu mengikuti kemauan duniamu, maka engkau telah menghancurkan agama dan duniamu dan termasuk di antara orang-orang yang merugi di akhirat.Dan jika engkau menjadikan  duniamu mengikuti ( tunduk )  kepada aturan agamamu , berarti engkau telah menjaga dunia dan agamamu dan engkau akan tergolong sebagai orang yang beruntung di akhirat.

34.   Dunia ini laksana ular yang berbisa,  yang licin dan lembut sentuhannya, namun bisanya ( racunnya )  dapat mematikan. Orang yang yang bodoh akan terpesona dengannya sedangkan orang yang berakal akan berhati-hati darinya.

35.   Wahai Kumail bin Ziyad ! Sesungguhnya hati itu bagaikan bejana ( wadah). Bejana yang baik akan bisa menampung dan menjaga isinya. Maka perhatikanlah hal-hal yang aku ucapkan kepadamu. Manusia ini ada tiga macam :Orang yang alim dan teguh akan agamanya, Orang yang belajar dalam hal-hal yang dapat menguntungkan, Orang yang dungu dan tidak berharga adalah manusia yang selalu menuruti kejahatannya, dia tidak mempunyai pendirian serta tidak mengambil cahaya ilmu dan tidak bersandar pada pilar yang kuat.

36.   Aku berwasiat kepada kalian  tentang lima perkara, yang seandainya kalian kerahkan onta-onta kalian untuk mendapatkan wasiat-wasiat itu niscaya  usaha itu pantas sekali. Yaitu : Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan suatu kecuali kepada  Tuhannya, dan jangan merasa takut atau menyesal, kecuali terhadap dosanya. Janganlah merasa malu untuk mengatakan tidak bisa, jika ditanya tentang hal-hal  yang belum kalian ketahui. Dan jangan pula merasa malu untuk belajar hal-hal ya ng belum kalian ketahui. Kalian harus sabar, karena kesabaran  terhadap keimanan laksana kepala bagi badannya, maka tidak akan ada kebaikan bagi badan yang tidak ada kepalanya. Demikian pula keimanan yang tidak disertai kesabaran.

37.   Bergaulah dengan manusia dengan pergaulan yang jika kalian meninggal, maka mereka akan menangisimu, sedang jika kalian ada di tengah-tengah mereka, mereka akan selalu merindukanmu.

38.   Orang yang berdoa tanpa disertai perbuatan ( amal ), bagaikan orang yang memanah tanpa busur.

39.   Surga hanya bisa didapatkan dengan amal dan bukan dengan angan-angan.

40.   Alangkah banyaknya ibrah ( pelajaran ) , namun sangat sedikit sekali yang bisa mengambil pelajaran darinya.

8 November 2007 Posted by | Kalam Ahlul Bayt | Tinggalkan komentar

Fatimah as

2334365.jpg

1.       Segala puji bagi Allah atas semua karunia-Nya Dan bagi-Nya rasa syukur atas segala pemberian-Nya. Dan juga segala pujian atas nikmat-nikmat –Nya yang berlimpah –limpah serta kesempurnaan dari segala nikmat-Nya yang tak terhitung.  Dia menganjurkan untuk selalu bersyukur guna menambah nikmat-nikmat-Nya. Dan memerintah para makhluk untuk memuji-Nya atas segala karunia dan pemberian-Nya serta menganjurkan melakukan kebaikan.

2.       Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah , Yang Esa dan tidak bersekutu. Suatu kalimat yang keikhlaskan menjadi tumpuannya. Yang akan menerangkan hati serta meletakkan di tempatnya. Dan menyinari akal pikiran pengucapnya. Mata tidak mungkin dapat memandang-Nya dan tidak pula  angan-angan  mampu mengetahui bentuk-Nya..

3.       Allah  menciptakan segala sesuatu bukan dari sesuatu yang sebelumnya dan membentuk bukan dari percontohan yang ditirunya. Ia mengadakan dengan Qudrah-Nya dan menciptakannya dengan  Iradah-Nya bukan karena ia butuh kepada apa yang diciptakan-Nya dan bukan karena mencari keuntungan ( faedah ) apapun dari apa yang diciptakan-Nya, kecuali agar terpancar kebijaksanaan-Nya sebagai rangsangan untuk mentaati-Nya serta untuk menampakkan kekuasaan-Nya. Dan sebagai jalan penyembahan atas-Nya Yang Esa. Serta pengokohan terhadap panggilan-Nya

4.       Allah jadikan ( siapkan)  pahala atas ketaatan pada-Nya, dan siksa atas pelanggar  ( bermaksiat )  kepada-Nya, sebagai penghalau bagi hamba-hamba-Nya dari murka Allah, dan  perangsang bagi mereka yang ingin ke surga..

5.       Aku bersaksi bahwa ayahku ( Nabi Muhammad saww )  adalah hamba-Nya dan pesuruh-Nya, yang dipilih sebelum diutus, dan disebut namanya sebelum diciptakan, serta disucikan sebelum diutus, dikala para makhluk  masih berada  dialam ghaib serta  terjaga dengan penjagaan yang kokoh. Yang akan menuju kepada ketiadaan dan sebagai  pengetahuan dari Allah atas segala perkara yang mencangkup kejadian di segala zaman serta sebagai pengetahuan  dari apa yang telah digariskan. Allah mengutusnya saww sebagai penyempurna dari perintah-Nya agar  terlaksana ketentuan hokum-Nya dan agar terjadi apa yang di tentukan-Nya..

6.       Allah melihat umat manusia berpuak-puak dalam agama mereka. Ada yang menyembah api, patung, Dan ada pula yang ingkar kepada Allah padahal mereka dalam pengertian akan keingkarannya. Lalu Allah menerangi mereka dari segala kegelapan  melalui ayahku Muhammad saww. Dan menyingkap kekotoran hati hingga hilanglah debu yang menutupi mata-mata mereka.

7.       Ayahku Muhammad saww  memberi petunjuk kepada seluruh manusia dan mengangkat mereka dari jurang kesesatan. Serta menyadarkan mereka dari kebutaan hati, membimbing mereka dan menunjukkan mereka kepada jalan yang lurus   ( Shirat Al-Mustaqim ) .

8.       Kalian wahai hamba Allah adalah sasaran perintah dan larangan-Nya, pemikul agama dan wahyu-Nya, sebagai pengemban amanat Allah terhadap diri kalian sendiri dan penyampai ajaran-Nya kepada seluruh umat.

9.       Ketahuilah wahai hamba Allah !. Bukti kebenaran-Nya yaitu janji yang disajikan kepada kalian dan warisan yang ditinggalkan bagi kalian  adalah kitab Allah yang berbicara. Al-Quran yang benar, cahaya yang bersinar dan berkilauan. Terang bukti-buktinya, terungkap segala rahasia yang dikandungnya, sangat jelas dhahirnya dan orang selalu iri akan keagungan para pengikutnya.

10.   (  Ia adalah )  kitab Allah…..Mengikuti ( tuntunannya ) akan memandu kejalan keridhaan, mendengarnya akan menyampaikan ( mengantar ) ke arah keselamatan. Dengannya akan dapat diraih hujjah-hujjah ( bakti-bakti ) Allah yang terang benderang , perintah-perintah-Nya yang jelas. Larangan-Nya yang harus dijaga, keterangan-Nya yang gamblang dan  bukti-bukti-Nya yang memadai, sunnah yang dianjurkan, keringanan yang diberikan dan syariat-syariat-Nya yang di wajibkan.

11.   Maka Allah jadikan keimanan sebagai penyuci kalian dari syirik.

12.   Dan  (  Allah  jadikan )  shalat sebagai pembersih bagi kamu dari sifat sombong.

13.   Dan  (  Allah  jadikan )  zakat sebagai penyucian diri dari  demi pengembang rizki.

14.   Dan  (  Allah  jadikan )  puasa sebagai pengokoh keikhlasan.

15.   Dan  (  Allah  jadikan )  haji sebagai penegak agama.

16.   Serta menjadikan keadilan sebagai keteraturan dan ketenangan untuk hati.

17.   Dan  (  Allah  jadikan ) ketaatan kepada kita ( Ahlul Bait a.s )  sebagai peraturan  dalam agama dan  keimamahan kita sebagai pengaman dari perpecahan.

18.   Dan  ( Allah  jadikan  )  jihad sebagai kemuliaan bagi Islam dan sebagai  kehinaan bagi kekafiran dan kemunafikan.

19.   Dan  ( Allah  jadikan  )  kesabaran sebagai pembantu seseorang dalam meraih pahala.

20.   Dan  (  Allah  jadikan  )  ammar ma’ruf ( menyuruh dalam kebaikan ) dan nahi munkar ( menegah kejahatan ) sebagai cara kebaikan untuk masyarakat umum.

21.   Dan   ( Allah  jadikan  )   bakti kepada kedua orang tua sebagai penjaga dari amarah-murka-Nya.

22.   Dan    ( Allah  jadikan  )  menyambung tali rahim ( silaturahmi )  sebagai sarana penambah umur.

23.   Dan    ( Allah  jadikan  )  qishar (  pembalasan yang sepandan ) sebagai pencegah pertumpahan darah.

24.   Dan    (  Allah  jadikan  )  penunaian janji  (  nadzar  )  sebagai penyebab ampunan.

25.   Dan    (  Allah  menjadikan  perintah   )   menyempurnakan timbangan  (  dalam jual beli )  untuk meniadakan penganiayaan / penipuan.

26.   Dan  (  Allah   )  melarang meminum  khamer sebagai pembersih dari  rijs  ( hal-hal keji ).

27.   Dan   (  Allah memerintah  )   untuk menjauhi menuduh  (  zina  )  tanpa dasar sebagai tabir penyelamat dari  kutukan.

28.   Dan    (  Allah  )  melarang  pencurian  agar terjaga harga dirinya.

29.   Dan  pengharaman syirik sebagai  pemurnian sifat ke-Tuhanan-Nya  (  rabubiyah ).

30.   Allah SWT berfirman  :  “ Sesungguhnya telah dating kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu,  sangat menginginkan keimanan dan keselamatan  bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”  (  At-Taubah  128  ) . andai kalian mau mengagungkan dan mengenalnya, niscaya kalian dapatkan bahwa beliau adalah ayahku, bukan ayah bagi istri-istri kalian dan saudara anak pamanku (  Ali bin Abi Thalib a.s. ). Alangkah nikmatnya pemberi kemuliaan ini ( Allah SWT ).Lalu beliau ( Rasulullah )  menyampaikan risalah dan berdakwah dengan tegas untuk memberi peringatan, jauh dari jalan orang musyirikin, penghancur argumentasi dan menimpakan atas mereka kesusahan. Dan mengajak kejalan Tuhannya dengan hikmah dan nasihat yang baik, penghancur segala berhala, memukul kepala mereka  hingga hancurlah  kelompok mereka dan lari tunggang langgang, hingga jelas antara malam dan siang dan munculah kebenaran dari tempatnya. ( menampakan kemurniannya ) dan bersuaralah bukti agama serta bungkamlah suara-suara syetan dan tumbanglah penganut kemunafikan dan pudarlah ikatan ( kesatuan ) kekafiran dan perpeahan.

31.   Kalian  berada di pinggir jurang api neraka,menjadi pemabuk, rakus serta bergegas dalam kejelekan, kehormatan kalian terinjak-injak, sementara  kalian belum beralas kaki dan hanya memakan dendeng,kalian hina, rendah dan selalu ketakutan akan diserang orang sekitar kalian. Keadaan ini berlangsung terus hingga Allah mengutus ayahku Muhamammad saww ke tengah-tengah kalian. Tiba-tiba dalam waktu sekejab kalian berubah menjadi pendusta , hina dan tercela, dan ahli kitab pun telah membuat makar namun setiap kali mereka menyalakan api peperangan, allah SWT memadamkannya.

32.   Berkata Hasan bin Ali bin Abi Thalib a.s.  :  Di malam jum’at aku melihat ibuku berada di dalam mihrob sedang ruku’ dan sujud hingga hampir datang waktu subuh dan kudengar beliau berdoa untuk kaum  mukminin dan mukminat dan menyebut nama-nama mereka serta memperbanyak doa untuk mereka,  namun tidak berdoa untuk dirinya sendiri, lalu akau bertanya padanya : Wahai ibunda, mengapa tidak kudengar engkau berdoa untuk dirimu sebagaimana untuk orang lain ?. Beliau menjawab : Wahai anakku, utamakan tetangga terlebih dahulu baru diri kita (  yang menghuni rumah ).

33.   Nabi Muhamammad saww bertanya pada Fatimah A-Zahra a.s  : “ Apa yang terbaik bagi wanita ? “. Beliau menjawab : “ Yaitu hendaknya ia tidak melihat lelaki lain tidak dilihat lelaki lain.

34.   Seorang wanita datang kepada Fathimah Az-Zahra a.s dan berkata :  aku mempunyai seorang ibu telah lemah dan kadang ia telah lalai akan shalatnya dan kini ibuku menyuruhku bertanya padamu.. Fathimah a.s menjawabnya, kemudian wanita itu bertanya lagi tentang masalah lain dan beliau menjawabnya kemudian wanita itu bertanya lagi hingga sepuluh pertanyaan, seluruhnya telah di jawabnya. Perempuan itersebut merasa malu karena banyak bertanya, lalu ia berkata : Aku tidak ingin memberatkanmu wahai putrid Rasulullah, beliau menjawab : Kemarilah dan tanyalah apapun yang engkau maukan.  Bagaimana menurutmu kalau ada seorang yang diberi upah seratus dinar emas untuk mengangkat suatu beban ke gedung yang bertingkat, adakah dia merasa keberatan ? Lalu ia berkata : Tentu tidak,  Fathimah a.s melanjutkan : Untuk setiap permasalahan yang engkau tanyakan kepadaku, aku diberi pahala berupa permata yang banyaknya melebihi langit dan bumi,  maka sudah sepantasnya aku tidak merasa keberatan.

35.   Ya Allah !   Hinakan diriku dalam pandanganku dan agungkanlah diri-Mu dalam sanubariku,. Ilhamkanlah padaku ketaatan kepada-Mu dalam mengerjakan apa-apa yang meridhakan-Mu dan menjauhi apa-apa yang memarahkan-Mu wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

36.   Ya  Allah !  Berilah diriku kepuasan dengan rizki yang Engkau berikan,tutupi aibku dan berilah  kesehatan padaku selama aku masih hidup. Dan ampuni serta rahmati diriku saat Engkau ambil ajalku. Ya  Allah  !  Janganlah Engkau  sulitkan diriku dengan mencari sesuatu yang tidak takdirkan untukku dan permudahkanlah apa-apa yang Engkau takdirkan untukku.

37.   Ya  Allah !  Berilah balasan kebaikan untuk kedua orang tuaku dan semua orang yang telah menolongku. Ya  Allah !  Jadikanlah aku berkonsentrasi penuh untuk sesuatu  yang karena Engkau ciptakan aku. Dan jangan Engkau sibukkan aku dengan sesuatu yang sudah Engkau jamin untukku.. Serta jangan Engkau azab diriku sedang aku memohon ampun-Mu. Dan jangan Engkau halangi aku dari nikmat  yang selalu kumohon kepada-Mu.

38.   Syair yang beliau gubah untuk meratapi kepergiaan Rasulullah saww. Tahukah kalian apa yang diperoleh oleh orang yang pernah mencium semerbak harumnya tanah ( kubur ) Akhmad ( Rasulullah ). Dia tidak akan pernah merasakan kesulitan selama hidupnya. Namun kini ( setelah kematiannya )  aku ditimpa oleh berbagai  masalah. Yang jika ditimpakan kepada siang, niscaya  siang akan berubah menjadi malam.

39.   Untuk langit mulai kelam. Sementara cahaya matahari mulai redup dan gulita. Bumipun menderita setelah kepergian Nabi, dan  merasakan kesedihan yang amat dalam. Semua penjuru  menangisi kepergiannya dan sepantasnya Bani Mudhar penduduk Yaman semuanya menangisinya. Gunung yang kekar juga menangisi beliau yang dermawan. Ka’bah yang bertabir dan berpilar meratapinya. Wahai penutup para nabi yang penuh barakah yang cahayanya  berkilauan. Semogalah shalawat dari yang menurunkan Al-Quran selalu tercurah atasmu.

40.   Sungguh setelah kepergianmu banyak berita dan perkara dahsyat yang terjadi. Andai Engkau hadir menyaksikannya tentu tidak akan banyak bencana. Kami kehilangan dirimu. Laksana bumi kehilangan hujan yang mengguyurnya, kaummu merusaknya. Maka saksikanlah perbuatan mereka dan jangan sampai anda tidak tahu    ( alpa ).

8 November 2007 Posted by | Kalam Ahlul Bayt | Tinggalkan komentar