بسم الله الرحمن الرحيم

Do’a hanya untuk melahirkan rasa butuh kepada-Nya

Senin, 06 September 2010
طلبك منه اتّهام له وطلبك له غيبت منك له وطلبك لغيره لقلت حيائك منه
Permintaanmu kepada-Nya (untuk memperoleh apa engkau inginkan) adalah kekhawatiran dan keraguanmu terhadap-Nya, dan pencarianmu kepada-Nya menunjukkan kehilanganmu terhadap-Dia, dan permintaanmu untuk sesuatu selain-Nya berarti sedikitnya rasa malu dirimu kepada-Nya
Yakni sesungguhnya seorang murid (yang sedang berproses mendekatkan diri kepada Alloh melalui bimbingan seorang guru), hendaklah menyibukkan diri di tengah perjalanannya dengan sesuatu yang dapat mendekatkan dirinya kepada Alloh SWT, dengan melaksanakan berbagai amal shaleh, dan tidak menyibukkan hatinya untuk mencari sesuatu yang lain karena sesungguhnya yang demikian ini tercela dan dapat menjadi sebab terputusnya perjalanan menuju Alloh. Karena sesungguhnya permintaanmu kepada-Nya agar Dia memberimu makanan atau rizki yang kamu harapkan dapat menguatkan dirimu dalam perjalanan menuju kepada-Nya apalagi keinginanmu mendapatkan lebih dalam hal rizki, sebenarnya yang demikian itu adalah kekuatiran (keraguan) dirimu kepada-Nya bahwa Dia tidak akan memberimu rizki. Karena sesunguhnya apabila kamu yakin kepada-Nya didalam menyampaikan kemanfaatan dan kebaikan kepada dirimu meski tanpa engkau minta, dan engkau yakin bahwa Dia lebih mengetahui akan kebutuhanmu, niscaya Dia mampu menyampaikan semua itu kepada dirimu tanpa engkau minta sekalipun.
Dan pencarianmu kepada-Nya dengan mencari kedekatan terhadap-Nya, dan keinginan hilangnya hijab / tirai yang menghalangi antara dirimu dengan-Nya sehingga engkau bisa menyaksikan-Nya dengan mata hatimu, itu menunjukkan kehilangan pandanganmu atas-Nya. Karena sesungguhnya apabila sesuatu itu hadir tidaklah ia memerlukan pencarian.
Dan permintaanmu kepada-Nya untuk (nendapatkan) sesuatu selain-Dia berupa beberapa macam harta benda dunia dan kemewahannya, dan beberapa keistimewaan semacam karomah, mukasyafah (terbukanya tirai), ahwal (beberapa kondisi spiritual) dan maqamat (beberapa kedudukan), semua itu menunjukkan sedikitnya rasa malu dirimu kepada-Nya. Karena jika engkau memiliki rasa malu kepada-Nya, niscaya engkau tidak akan menoleh kepada yang lain ataupun mencari sesuatu selain-Dia.
Dan permintaanmu kepada selain-Dia dengan menyandarkan diri kepada manusia didalam mendapatkan sesuatu harta benda dunia yang disertai rasa lalai terhadap Tuhannya, yang demikian itu menunjukkan jauhnya dirimu dari-Dia. Karena jika engkau dekat dengan-Nya, niscaya yang lain pasti jauh darimu. Demikian pula jika engkau menyaksikan dekat-Nya Dia denganmu, niscaya sudah mencukupimu dari kebutuhanmu kepada sekalian makhluk-Nya.
Oleh karena itu semua jenis meminta-minta bagi seorang murid pada hakekatnya kurang dibenarkan baik itu ditujukan kepada Al-Haq apalagi kepada makhluk kecuali permintaan itu dilakukan untuk sarana media beribadah kepada-Nya dan untuk memelihara etika dan tatakrama kepada-Nya dan untuk melahirkan rasa butuh kepada-Nya.

Adapun orang ‘Ariif, maka mereka tiada melihat selain hanya Alloh Ta’ala semata, yang mereka cari secara hakikat bukan dari makhluk meskipun secara lahiriah yang mereka dapatkan adalah melalui perantaraan makhluk.

6 September 2010 - Posted by | Al-HIkam

2 Komentar »

  1. kita adalah mahluk yang hina, zolim, dan tak berdaya dan Allah SWT berkuasa atas diri kita maka berdoalah selalu jika terjadi seperti yang tidak kita harapkan maka itulah yang terbaik bagi yang memiliki kekuasaan atas diri kita.

    raga kita ini milik siapa ?
    jika milik Allah swt berarti kita harus serahkan kepada yang berhak
    jika milik kita berarti kita tidak berdaya menjaga diri sendiri.

    Komentar oleh ilwan | 1 Desember 2011 | Balas

  2. EHDINASSIROTALMUSTAQIM –
    TUNJUKI AKU JALAN YANG LOROS…

    Sememangnya sebenar2nya kita ini bergantong butuh pada-Nya.
    Tiada sebesar debu pun milik kita melaenkan segalanya Haq-Nya.
    Setelah Aku tiupkan Ruh-Ku kelembaga Adam dari situ mulanya.
    Bernama kita itu manusia yg dihidupkan itu menumpang namanya.

    Setelah kita dilahirkan kedunia kita telah lupa ikrar janji nan setia,
    Kita tidak pernah rasa puas nikmati penghidupan dunia Alam Maya,
    Kita sangka hebat akal nafsu seraqah maharaja-lela aku berkuasa.
    Kapan ditimpa bencana baru ingatkan Allah tapi Dia entah dimana?

    Dudukkan diri kita zahir batin sentiasa butuh bergantong pada-Nya.
    Tapi bageimana caranya kita rasa kitalah berkuasa dlm segala2nya.
    Jawabannya tidak.. sebenarnya kita tiada daya upaya dlm segalanya.
    Tunduk pasrah secara total pada-Nya nescaya terjawab segalanya..

    Dimulai dgn Ehdinassirotalmustaqim – Tunjuki aku kejalan nan loros.
    Sehari semalam 17 kali kita ucapkan dlm solat apakah telah loros..?
    Rasanya tidak.. kita berjalan bengkang bengkok maseh ngak loros.
    Banyak persimpangan berliku2 jalan bagaimana bisa berjalan loros.?

    ……….

    Wallahu’alam & Wassalam…

    “Selamat Menjalani Ibadah Puasa…”

    Komentar oleh Nur Izzaty | 4 Agustus 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: