بسم الله الرحمن الرحيم

Untuk direnungkan

makkah

Sayyidina ‘Ali r.a., pernah berwasiat:

“Ketahuilah, anakku, bahwa engkau diciptakan untuk akhirat bukan untuk dunia ini. Engkau dilahirkan untuk mati dan tidak untuk hidup selama-lamanya. Keberadaanmu di dunia hanyalah untuk sementara. Engkau hidup di tempat yang penuh kehancuran. Tempat dimana engkau sibuk bersiap dan berbekal untuk akhirat. Engkau berada diatas jalan (menuju akhirat). Kematian mengikutimu. Engkau tak dapat melarikan diri darinya…”

Dan Allah ta’ala telah berfirman melalui lisan Nabi yang umiy:
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (maka) Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul- Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadiid: 20-21)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? ” (QS. Al-An’aam: 32)

akhirulkata mohon maaf bila ada yang tidak berkenan
semoga Allah mengampuni, merahmati, dan menambahkan pemahaman kepada kita semua
dan menambahkan nikmat iman dan persaudaraan di antara kita,

Sayyid Murtadha Muttahari

Ketika Singa Tuhan Imam Ali hadir di sebuah majlis
Seseorang melontarkan kutukan pada dunia
Haidar menjawab, “Dunia, Nak, bukan untuk dikutuk”

Celakalah kau jika mengucilkan diri dari hikmah
Dunia ini seisinya adalah hamparan ladang
Untuk didatangi siang dan malam
Segala yang memancar dari martabat dan kekayaan iman
Seluruhnya dari dunia ini

Buah hari esok adalah kembang dari benih hari ini
Orang yang ragu akan merasakan pahitnya buah penyesalan

Dunia ini adalah tempat terbaik bagimu
Di dalamnya bekal di hari kemudian dapat kausiapkan
Pergilah ke dunia, namun jangan dalam hawa nafsu tenggelam
Dan siapkan dirimu bagi dunia yang lain

Jika demikian, maka dunia itu akan pantas bagimu
Berkariblah dengan dunia, demi tujuan semua itu

7 Desember 2008 - Posted by | Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

5 Komentar »

  1. Assalamualaikum, oh ya aku belum selesai membaca ‘DARI NUR MUHAMMAD’ Tolong kasih tau infonya
    Terimakasih

    Komentar oleh Hendryana | 10 Desember 2008 | Balas

  2. silahkan ketik nur Muhammad SAW di kolom pencarian di website ini, insya Allah ada salah satunya artikel tersebut

    Komentar oleh Ashari | 13 Desember 2008 | Balas

  3. pak,ijin ikut tolabul ilmi disini ya..?

    Komentar oleh zuhdi | 19 Januari 2009 | Balas

  4. topik tasawuf pasti akan menerangi umat masa kini, yang telah terjebak kepada hedonisme dan materialisme.
    Teruskan.

    Komentar oleh ismail fahmi | 14 April 2009 | Balas

    • tentu. . . saya ingin sholat saya bisa sekhusuk mungkin. . . apakah dengan memepelajari tasawuf bisa meningkatkan kehusuyukan. . . . ??? kitab apayang harus saya kaji. . ?

      Komentar oleh han | 19 November 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: