بسم الله الرحمن الرحيم

Syaikh Sahal bin AbduLlah At-Tustari


Sungguh ketahuilah wahai diriku, apa manfaatnya melakukan maksiyat ?. Bukankah seorang kekasih tidak pernah ingin menyakiti hati kekasihnya.

Nama lengkapnya Abu Muhammad Sahal bin AbduLlah At-Tustari, hidup antara tahun 815 sampai 896 M di daerah Tustar, dekat kota Bashra. Sahal At-Tustari termasuk salah seorang imam di masanya dan memiliki kelebihan dalam kezuhudan, muammalah dan wara’ serta dikenal dengan keramatnya. Dia juga pernah belajar kepada Dzunun Al-Mishri di Makkah ketika ibadah haji.

Sahal bercerita, Ketika berumur tiga tahun di suatu malam yang syahdu ia terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia melihat pamannya Muhammad bin Siwar sedang melakukan shalat malam. Setelah selesai beberapa reka’at, pamannya beristirahat dan melihat ke arah Sahal. Pamannya mendekat dan berkata, “Wahai Sahal, tidurlah. Hari sudah larut malam”. Saat itu Sahal menjawab bahwa matanya tidak bisa tidur, apalagi melihat shalat pamannya. Pamannya mengajarkan Sahal agar berdzikir kepada Allah SWT. Lalu pamannya juga mengajarkan supaya Sahal selalu menbaca :”Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah saksiku”

Oleh pamannya ia disuruh membaca kalimat tersebut secara bertahap,……..Baca Selengkapnya

28 April 2008 - Posted by | Manakib Aulia yang lain

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: