بسم الله الرحمن الرحيم

RUWAIM BIN AHMAD

     Namanya Abu Muhammad Ruwaim bin Ahmad, wafat pada tahun 303 H / 915 M. Termasuk guru (Syaikh) yang paling dihormati, berkebangsaan Baghdad, seorang muqri ahli membaca al-Qur’an dan ahli fikih mahzab Dawud.

     Diantara mutiara nasihatnya adalah :

a.           Diantara hakim yang bijaksana adalah memberikan kelonggaran hukum kepada orang lain, dan memberatkan hukuman kepada diri sendiri. Memberikan kelongggaran hukum kepada orang lain termasuk mengikuti ilmu. Dan memberatkan hukuman untuk diri sendiri termasuk kebajikan seorang wara’ .

b.           Abu AbduLlah bin Khafif pernah bertanya kepada Ruwaim, “berilah saya wasiyat”. Dia menjawab, “masalah tasawuf tidak dapat dicapai kecuali dengan mencurahkan jiwa. Jika tidak, janganlah menyelam dalam tasawufmu yang tiada guna”.

c.           Bergaul dengan segala lapisan manusia membuatmu lebih aman daripada bergaul dengan orang-orang sufi saja. Karena kebanyakan orang berperilaku sesuai dengan garis hukum, sedangkan kelompok sufi berperilaku di atas prinsip hakekat. Orang-orang pada umumnya hanya menuntut zahirnya syara’ sedangkan orang-orang sufi menuntut mereka pada hakekat wara’ dan menetapi ketulusan. Barang siapa yang memasuki dunia mereka dan mengingkari apa yang mereka hakikatkan, maka Allah akan mencabut cahaya iman dari dalam hatinya.

d.           Saya pernah melewati Baghdad pada siang hari yang panas. Ketika itu saya berjalan pada beberapa jalan dalam keadaan sangat haus. Saya mencoba meminta air minum pada salah seorang penghuni rumah. Kemudian munculah seorang anak perempuan kecil membuka pintu rumah dengan membawa subuah tempat air minum. Ketika melihatku ia berkata, “Seorang sufi meminum air di siang hari”. Maka sejak itu saya tidak membatalkan puasaku”.

e.           Jika Allah memberimu kemampuan untuk memberi nasihat dan mengamalkannya dan saya mengambilnya, hal itu adalah nikmat. Jika saya melaksanakannya dan engkau sendiri tidak, mengamalkannya, maka itu adalah musibah bagimu.. jika kamu tidak punya nasihat dan juga tidak berbuat benar, maka itu adalah sebuah siksaan. “

16 Februari 2008 - Posted by | Manakib Aulia yang lain

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: