بسم الله الرحمن الرحيم

Hijab telah disingkapkan, kekeruhan telah dihilangkan

 hajraswd.gif

Berkenaan dengan fiqh Syaikh Abdul Qadir berkata, “tafaqquh (jadilah seorang yang ahli dalam masalah keagamaan), baru berkontemplasi / khalwat / uzlah. Barang siapa yang beribadah kepada Allah tanpa pengetahuan agama maka kerusakan baginya adalah lebih besar dari pada kemaslahatan.

            Ambilah lampu syari’at Tuhanmu dalam melakukan apa yang engkau ketahui maka Dia akan mewariskan kepadamu ilmu sesuatu yang tidak engkau ketahui, yang memutuskan sebab darimu. Pisahkanlah dirimu dari orang-orang dan dari tidur, maka Dia akan menganugerahi kezuhudan dalam hatimu.

            Orang-orang akan melihat kulitmu dan adabmu . jadilah orang yang memutuskan segala sesuatu kecuali Dia, memisahkan diri dari yang lain dan sebab akibat, karena khawatir akan padamnya lampumu. Berkontemplasilah 40 hari untuk Tuhanmu maka sumber hikmah dalam kalbumu akan terpancar dari lidahmu. Saat itulah  ia akan melihat api Al-Haq SWT, sebagaimana Musa melihatnya. Dia akan melihat api dari pohon hatinya berkata kepada dirinya sendiri, kepada hawa nafsunya, setannya, karakternya, dan sebab akibat serta eksistensinya, “tinggalah kamu di sini, sesungguhnya aku melihat api .. (Thaha :10).  Yang membisikkan di dalam hati, Aku adalah Tuhanmu, sembahlah Aku. Jangan engkau merendahkan diri kepada selain Aku. Jangan engkau menggantungkan diri selain Aku. Kenalilah Aku dan acuhkan yang lain. Gapailah Aku dan putuskanlah hubungan dengan selain Aku. Mintalah kepadaKu dan acuhkan yang lain. Datanglah ke ilmu-Ku ke dekat-Ku, kerajaan dan kesultanan-Ku”.

            Setelah pertemuan tersebut selesai, terjadilah apa yang seharusnya terjadi yaitu Dia SWT telah berfirman kepada hamba-Nya, “Hijab telah disingkapkan, kekeruhan telah dihilangkan, jiwa telah ditenangkan dan nafsu telah melemah”. Kemudian datanglah sebuah perintah, “Pergilah kepada Fir’aun. Wahai kalbu, kembalilah engkau kepada hawa nafsu dan setan lalu bimbing mereka kepada-Ku, tunjuki mereka jalan kepada-Ku. Katakan kepada mereka, ‘Ikuti aku, akan aku tunjukkan kepada kalian jalan yang benar’. Dia akan selalu berada dalam kondisi tersambung (wushul), kemudian terputus, tersambung lagi dan terputus kembali, baru kemudian terus bersambung (wushul).

1 Februari 2008 - Posted by | Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: