بسم الله الرحمن الرحيم

Syaikh Hammad bin Muslim bin Daud Ad-Dabbas


 dd.jpg

Sesungguhnya dengan berdzikir maka hati menjadi tenang

            Beliau adalah salah seorang ulama ternama di Iraq. Penguasaannya terhadap ilmu hakikat sangat mendalam. Kepadanya dipercayakan pendidikan para murid (para pemula sufi) Baghdad.

             Konsensus menyatakan bahwa beliau dianugerahi penyingkapan tabir yang tersembunyi. Pada masanya, kepada beliaulah para syaikh Baghdad merujuk.beliau memiliki perkataan yang berkwalitas tinggi dalam masalah tasawuf. Dan beliau adalah salah seorang guru Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani RA yang beliau puji dan riwayatkan karamahnya.

             Syaikh abu Wafa’ selalu singgah ke tempatnya jika sedang berkunjung ke Baghddad dan sangat menghormatinya.para syaikh di baghdad juga sangat menghormati beliau, sangat bersopan santun ketika berada di hadapannya dan mendengarkan setiap perkataan beliau.

             Diriwayatkan bahwa pada suatu saat beliau bermaksud menziarahi kubur Syaikh Mas’ruf Al-Kharqi. Kemudian beliau mendengar suara seorang perempuan bernyanyi di dalam sebuah rumah. Beliau kembali ke rumahnya dan bertanya kepada keluarganya, “Dosa apa yang pernah kita perbuat ?” Mereka mejjawab, “Kemarin kami membeli sebuah tempat air yang bergambar di dalamnya.” “Kemarikan barang tersebut”. Ujarnya. Kemudian ia menghapus gambar yang ada.

             Beliau berkata, “Jalan terdekat kepada Allah adaladh mecintai-Nya.  Dan cinta kepada-Nya tidak akan jernih hingga hanya roh tanpa nafsu yang tersisa dari yang mencinta. Selama nafsu masih ada di dalam roh maka dia akan mencinta karena Allah. Ketika nafsu tersebut hilang, datanglah cinta Ilahi yang sebenar-benarnya”.

             Syaikh Abu Najib Nas-Sahrawardi mengatakan, “Seorang raja muda khalifah Al-Mustarsyid ragu untuk menziarahi Syaikh. Beliau berkata kepada orang itu, “Aku melihat engkau telah diberi kesematan untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun engkau tidak mengambil kesempatan tersebut.” Orang tersebut memang memiliki kedudukan dalam kerajaan.

             Sang Syaikh kembali mengulang ucapannya dan orang tersebut menolaknya. Kemudian sang Syaikh berkata,”Allah telah memerintahkan kepadaku untuk menarikmu kepada-Nya dan aku telah memerintahkan penyakit lepra untuk memenuhi tubuhmu”. SetelahSyaikh mengucapkan perkataan tersebut, lepra memenuhi sekujur tubuhnya dan paniklah orang-orang yang hadir.

             Raja muda tersebut akhirnya menghadap khalifah dan mengadukan halnya. Khalifah mendatangkan tabib untuk mengobatinya dan merekapun bersepakat bahwa tidak ada obat yang dapat mengobatinya. Bangsawan tersebut memberikan isyarat agar dia di bawa keluar dari istana. Dia mendatangi Syaikh Hammad dan mencium kakinya seraya mengdukan halnya yang semakin parah dan berjanji akan mematuhi semua perintahnya.

             Sang Syaikh kemudian berdiri dan memakaikan pakaiannya kepada orang tersebut. Seketika itu pula lepra tersebut hilang dan badannya tampak bersinar bak perak. Tetapi terbetik dalam hatinya untuk kembali kepada khalifah keesokan harinya. Syaikh kemudian memukulkan jarinya ke dahi orang tersebut dan bekasnya kembali menjadi lepra. “Ini akan menghalangimu untuk kembali kepada khalifah”. Ujar sang Syaikh. Akhirnya ia melayani sanh Syaikh sampai akhir hayatnya.

             Syaikh Abu Najib berkata, “Syaikh Hammad Ad-Dabbas adalah syaikh paling agung yang pernah aku temui di Baghdad. Beliaulah syaikh pertama yang dipertemukan denganku. Dan dengan berkahnya, sari buahnya tidak pernah didatangi lalat dan serangga lainnya”.

             Syaikh Syamsudin Abu Mudzafar Yusuf bin Qaz Ali Al-Baghdadi Al-‘Auni menyatakan bahwa Al-Hafidz Ibnu AL-Jauzi berkata, “Kalau memang Hammad tidak memiliki keistimewaan seperti yang disebutkan mulai dari kezuhudan, thariqah, dan kasyafnya, bergurunya Syaikh Abdul Qadir kepadanya cukup sudah menjadi bukti”.

             Syaikh Hammad berasal dari suatu padang di Syam. Di Baghdad beliau tinggal di daerah Mudzafariyah hingga meninggal pada tahun 525 H dan dikuburkan di pekuburan Syunizi. Riwayat lain menyatakan bahwa beliau dikuburkan di Damaskus di pekuburan Bab Al-Maushuli. Riwayat lain yang autentik adalah yang pertama.

15 Desember 2007 - Posted by | Manakib Aulia yang lain

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: