بسم الله الرحمن الرحيم

Fathur Robbany (9)

 749470.jpg

Seluruh pintu tertutup, dan seluruh arah terbuntu, maka anda akan tergolong orang yang disebut oleh Allah ta’ala:
“Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidak ada bagimu (syetan) untuk menguasai mereka.”

Bagaimana bisa digoda oleh Iblis-Syetan, sedangkan mereka telah menyatu dan telah bebas, ikhlas dari segalanya selain Allah? Mereka tidak memandang makhluk ketika melakukan kebajikan. Kesimpulan itu hanya pada akhirnya, bukan pada awalnya. Seluruh awal permulaan adalah bisu, dan ucapan (kesimpulan utama) adalah akhir .

Kemuklasan adalah raja di hatinya, sulthan di sirrinya, tak ada yang bisa dipedulikan dalam lahiriyahnya. Yang langka justru mereka yang bisa mengintegrasikan kerajaan lahir dan kerajaan batin. Karena itu hendaknya kamu menyembunyikan kondisi ruhanimu, dan senantiasa demikian hingga kamu sempurna. Hatimu akan sampai pada Tuhanmu.

Jika kamu telah sempurna, dan sampai tujuan, kamu tak akan mempedulikan apa pun ketika itu. Bagaimana kamu peduli sedangkan kondisi ruhanimu telah berada di lembah hakikat? Kamu telah menempati maqommu dan engkau telah mengetam tanaman kebunmu, sementara makhluk-makhluk Allah bagimu seperti dinding dan pohon-pohon, lalu antara keseimbangan antara pujian dan cacian tak berarti padamu, baik mereka menerima dirimu atau menolak dirimu, seakan-akan kamu yang membangun dan sekaligus merobohkan, semua sangat tergantung izin Sang Khaliq. Allah mengikat hatimu dan menolak segalanya masuk di hatimu, dan hanya ada symbol dan lambang di rahasia batinmu.

Tak ada kata terucap hingga benar apa yang terjadi. Jika tidak anda bisa berfikir. Anda jangan bingung, karena anda buta. Carilah yang menuntun dirimu. Anda bodoh, carilah yang mengajari dirimu. Jika anda dapatkan, berpegang teguhlah dan menghadaplah pada ucapan dan pandangannya. Buktikanlah dengan keseriusan, jika anda telah sampai pada semua itu, duduklah di sana sampai pada hakikat ma’rifatmu. Jika sudah demikian segala yang menyesatkan tersingkir, dan kalian menjadi bagian dari generasi Sufi, dari generasi kalangan yang peduli pada Allah yang memelihara Rahasia Allah Azza wa-Jalla, dan berbudi luhur dalam pergaulan sesama manusia. Lalu dimanalagi anda akan mencari kebenaran dan Ridlo Allah, dari selain Allah? Ingatlah firman Allah:
“Diantara kamu ada yang menghendaki kehidupan duniawi, dan diantara kamu ada yang menghendaki kehidupan ukhrawi.”

Dan di ayat lain disebutkan:
“Orang yang hanya menghendaki WajahNya.”
Jika kebahagiaanmu adalah selain Allah, anda akan didatangi oleh kecemburuan kebahagian yang sesungguhnya, dan anda akan diseret menuju Pintu Taqarrub pada Allah azza wa-Jalla.

“Maka, disanalah limpahan kewalian, hanya bagi Allah Yang Haq.”
Jika kamu telah sempurna, dunia dan akhirat justru datang kepadamu, menjadi pelayanmu tanpa susah dan payah. Karena itu pijakkan langkahmu ke Pintu Allah, tetaplah di sana. Jika anda kukuh di sana, anda akan tahu bisikan-bisikan ruhani dan mampu membedakan mana yang sejati dan mana yang nafsu, mana yang hawa syetan dan Iblis, dan mana yang bisikan hati, bisikan malaikat. Akan ada intuisi, “Ini adalah yang benar!, ini adalah yang bathil.”

Anda akan mengentahui melalui tanda masing-masing. Jika anda telah mencapai tahap ini, akan datang bisikan dari Allah Azza wa-Jalla yang mendidik diri anda, mengokohkan dan menetapkan diri anda, mendudukkan dan menggerakkan diri anda, dan menenangkan, memerintah dan mencegah diri anda.

Wahai kaum Sufi, janganlah anda meminta tambah dan meminta dikurangi oleh Allah. Janganlah mencari tempat terdepan atau belakang. Karena masing-masing diantara kalian sudah ditakdirkan, masing-masing sudah tercatat. Rasulullah SAW bersabda:
“Allah telah merampungkan (catatannya) dari kehidupan, rizki dan kematian. Pena telah menuangkan (tinta) dengan apa yang terjadi.”

Allah telah menyelesaikan segalanya dalam ketentuan yang mendahuluinya. Namun hukum tiba, dan diselubungi oleh perintah, larangan dan ketetapan. Janganlah seseorang itu berpisah dari ketentuan yang telah ditetapkan. Namun katakan, “Allah tidak ditanya apa yang Dia kerjakan, tetapi manusia akan ditanya…”
Wahai kaum Sufi, amalkan dari yang bersifat lahiriyah ini, dengan garis hitam di atas yang putih, hingga anda mengamalkan atas hakikat batin dari perkara ini. Jika anda mengamalkan dengan menunaikan yang lahir maka anda akan memahami yang batin. Yang pertama memahami adalah rahasia batinmu, lalu mendekte hatimu atas dirimu, lalu dirimu mengejakan pada lisanmu, dan lisanmu pada perilakumu. Semua itu dilakukan demi kebaikan dan manfaat para hamba. Betapa sangat beruntung kalian semua jika berselaras dengan kehendak Allah Azza-wa-Jalla dan anda mencintaiNya. Tapi awas, anda telah mengaku mencintai Allah Azza wa-Jalla, padahal banyak syarat di sana.

Diantara syarat mencintaiNya adalah Allah serasa berselaras dalam hatimu dan pada selain dirimu. Diantara syarat lain, hendaknya anda tidak tenteram dan bergantung kepada selain Allah Azza wajalla. Anda juga harus gembira mesra bersamaNya, tidak takut siapa pun bersamaNya.
Bila kecintaan pada Allah bersemayam di qalbu hamba, ia senantiasa akan serba mesra bersamaNya, dan membenci apa yang mengganggunya.
Bertobatlah kalian dari pengakuan dustamu. Karena semua itu tidak akan pernah tiba dengan hanya berangan-angan, berkhayal, bersunyi-sunyi, berdusta, nifaq dan berbuat-buat sok mencintai.

Bertobatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Bukan taubat itu masalahnya, tetapi tujuannya adalah ketetapan hati anda pada Allah. Bukan menanam itu masalahnya, tetapi masalahnya adalah tertancapnya tanaman, subur dan berbuah.

Karena itu tetaplah dalam keselarasan dengan Allah Azza wa-Jalla, baik dalam suka maupun duka, miskin dan kaya, musim hujan atau kemarau, sakit maupun sehat, baik dan buruk, meraih keinginan atau terhalang. Tak ada obat kecuali pasrah diri pada Allah ‘Azza wa-Jalla. Bila Allah telah menentukan, jangan takut dengan ketentuanNya, jangan menentang, jangan pula mengadu kepada selain Allah. Karena sikap anda bisa menambah bencana. Namun hendaknya anda tenang, diam dan berselubung, dan tetap di sisiNya. Pandanglah apa yang anda amalkan, dan disana anda bergembira atas perubahan dan pergantiannya. Bila anda bisa demikian, anda bersama Allah di sana, apalagi bisa merubah ketakutan menjadi kemesraan, dan penyatuan menjadi kegembiraan bersamaNya.
“Ya Allah jadikan kami di sisiMu dan bersamaMu.”

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany

14 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: