بسم الله الرحمن الرحيم

Fathur Robbany (8)

 231669.jpg

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
Menuju Jalan Kesempurnaan

Rasulullah saw, bersabda;
“Siapa saja yang dibukakan pintu kebaikan, hendaknya ia cepat meraihnya, karena ia tidak tahu kapan pintu itu ditutup untuknya.”

Wahai kaum Sufi, bergegaslah dan raihlah pintu kehidupan sepanjang itu terbuka. Siapa tahu dalam waktu dekat pintu itu tertutup darimu. Raihlah tindakan kebajikan sepanjang kalian mampu melakukannya, raihlah pintu taubat, masuklah di dalamnya sepanjang itu terbuka. Raihlah pintu doa, karena pintu terbuka untukmu, raihlah pintu pergaulan dengan orang-orang saleh, dan itu sangat terbuka untukmu.

Bangunlah apa yang telah kalian robohkan. Mandilah dari najis kalian. Perbaikilah apa yang telah kalian rusak. Bersihkan apa yang mengotorimu, kembalilah kepada Tuhanmu Azza wa-Jalla dari kepergian dan larimu.
Wahai anak-anakku, di sana tak ada kecuali Khaliq Azza wa-Jalla. Jika anda bersama Sang Khaliq, maka anda adalah hambaNya. Jika anda bersama makhluk, anda adalah hamba makhluk, tak ada lagi ucapan sampai anda menempuh padang gersang dan keterluntaan hatimu. Karena itu rahasia batinmu harus terpisah dengan mereka. Ingatlah orang yang mencari Allah ta’ala berarti berpisah dengan semuanya, karena anda telah yakin bahwa segala sesuatu dari makhluk itu adalah hijab bagi Allah Azza waJalla, dan setiap seseorang berada dalam ketetapan bersama makhluk dalam rahasia batin, pasti akan menghijab dirimu.

Anak-anaku, janganlah anda malas-malasan, karena kemalasan itu selamanya merugi dan menimbulkan penyesalan. Raihlah amalmu dan Allah Maha Derma padamu dunia akhirat.

Abu Muhamamd al-Ajamy Rahimahullahu Ta’ala bermunajat: “Ya Allah Jadikanlah kami orang yang sangat dermawan” – ia tidak mampu lagi mengucapkannya karena siapa yang merasakan benar-benar mengenalNya —.

Bergaul yang baik dengan masyarakat dan berselaras dengan mereka tanpa melampau batas hukum syariat dan Ridlo allah Ta’ala, adalah kebajikan yang penuh berkah. Sebaliknya jika melewati batas hukum dan RidloNya, sama sekali tidak ada kemuliaan bagi mereka. Tanda-tanda bagi kaum Sufi yang terpilih adalah menerima perintah Allah dan kepatuhan yang menjadi kebiasaan jiwanya.

Anak-anakku, bangkitlah dari lubang dosa, dan kembali pada Ridlo. Jangan biarkan ucapan dan hati anda bertentangan. Karena di hari kiamat besok manusia akan diingatkan apa yang diperbuat di dunia, baik maupun buruknya. Menyesal disana tidak ada manfaatnya, mengingat perbuatan di sana tidak ada gunanya. Mengingat musim tanam pun tak ada gunanya. Karena itu Nabi SAW bersabda:
“Dunia adalah ladang akhirat, siapa yang bertanam kebajikan, akan mengetam kegembiraan, dan siapa yang menanam keburukan akan menuai penyesalan.”

Jika maut menjemput waktu bisa habis, dan tak ada lagi manfaat bagimu. “Ya Allah ingatkan kami dari tidurnya orang yang sedang alpa padaMu, yang senantiasa membodohi diriMu”. Amin.

Anak-anakku. Pergaulanmu dengan lingkungan buruk telah menjerumuskan dirimu pada su’udzon terhadap orang-orang baik. Berjalanlah di bawah Kitabullah Azza wa-Jalla dan Sunnatu-Rasul SAW. Anda telah bahagia.
Wahai kaum Sufi, malulah kepada Allah Azza wa-Jalla dengan sangat malu. Jangan kau alpakan buah-buah mutiaramu dengan sia-sia. Karena kamu telah sibuk dengan mengumpulkan makanan yang sesungguhnya tidak kamu makan. Kamu telah berangan-angan pada sesuatu yang tidak kamu temukan. Kamu telah membangun gedung yang tidak kamu tempati. Semua itu telah menghijab maqam dengan Tuhanmu Azza wa-Jalla. Hendaknya engkau berkemah dengan mengingat Allah sebagaimana jiwa kaum ‘arifin, dengan melupakan apa saja yang engkau ingat. Jika anda telah sempurna, syurga tertinggilah tempatmu. Syurga yang menyelamatkan, syurga yang dijanjikan, syurga yang ditunaikan. Yang ditunaikan di dunia adalah Ridlo pada ketentuan Allah SWT, munajat kepadaNya, dan terbukanya hijab antara diriNya dengan diri hamba. Sehingga hati hamba ini senantiasa khalwat bersama Allah ‘Azza wajalla dalam seluruh ahwal ruhaninya tanpa rekayasa “bagaimana” dan tanpa penjumbuhan bayangan.
“Tidak ada satu pun yang menyamaiNya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Syurga yang dijanjikan adalah yang dijanjikan Allah azza wa-Jalla bagi orang beriman dan melihat Wajah Allah Yang Mulia tanpa hijab. Tak diragukan semua kebajikan hanya di sisi Allah, dan semua keburukan muncul dari selain Allah. Kebajikan adalah menghadap padaNya dan keburukan adalah membelakangiNya.

Setiap amal dimana anda ingin meminta imbalan, akan juga kembali imbalan itu kepadamu. Dan setiap amal dimana anda beramal hanya untuk Allah Azza-Wajja, maka amal itu hanya Lillahi Azza wa-Jalla. Kalau anda masih meminta imbalan dari Allah maka balasannya adalah kebersamaan anda dengan makhluk. Dan jika anda beramal hanya demi Wajah Allah balasannya adalah kedekatan anda dengan Allah dan memandangNya. Karena itu janganlah anda meminta imbalan amal anda kepada Allah, baik dalam kehidupan dunia maupun dalam kehidupan akhirat, serta segala hal selain Allah Azza wa-Jalla. Semuanya bersandar kepadaNya.

Carilah Sang Pemberi Nikmat, jangan mencari nikmat. Carilah tetangga yang baik sebelum anda menempati rumah. Karena Dialah yang Ada sebelum sesuatu ini ada, dan yang menciptakan segalanya, sekaligus Yang Maha Eksis setelah segalanya tiada.

Ingatlah akan maut, bersabar atas cobaan, bertawakkal kepada Allah dalam segala hal. Jika tiga perilaku ini bersemayam dalam diri anda, sementara malaikat datang mengingatkan kematian, maka zuhud anda telah benar.
Dengan kesabaran anda meraih apa yang dikehendaki Allah Azza wa-Jalla. Dengan tawakkal, segala sesuatu akan keluar dari hati anda, dan anda bisa bergantung kepada Allah, anda selamat dari dunia, akhirat, dan segala hal selain Allah. Maka anda bisa ringan dengan segala penjuru, tak satu pun dari semua makhluk ini punya peluang memasuki jiwa anda, anda terlindungi, terjamin dari segala arah. Allah memelihara diri anda dari delapan penjuru, tak ada jalan bagi yang lain (melainkan Allah).

14 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: