بسم الله الرحمن الرحيم

Fathur Robbany (7)

 g.jpg

Seluruh kebajikan itu di tangan Allah, pemberian dan pencegahan juga di Tangan Allah, kaya dan miskin juga di TanganNya, kemuliaan dan kehinaan juga di TanganNya. Tak satu pun, kecuali Allah menyertainya. Makanya orang yang cerdas selalu di pintuNya, dan menolak pintu-pintu lainnya. Wahai orang yang mengurus dunia, anda lebih senang atas kerelaan makhluk dibanding kerelaan Sang Khaliq, lalu anda merobohkan akhiratmu dengan membangun duniamu. Padahal dalam waktu singkat anda akan dicabut dengan sangat pedih, dengan cara yang bermacam-macam. Sebentar lagi kedudukan kekuasaan anda akan dicabut. Anda akan diganti dengan rasa sakit, rasa hina, kefakiran melalui kesedihan, kedahsyatan cobaan dan mendung-mendung. Anda akan dicerabut melalui ucapan-ucapan banyak manusia dan kekuasaan mereka pada diri anda, semua itu akan merevolusi anda. Bangunlah wahai orang yang tidur. Ya Allah bangunkan kami hanya demi bersamaMu, dan demi untukMu. Amin.

Anak-anakku… janganlah kalian seperti pencari kayu bakar di tengah malam, dalam mencari dunia. Pencari kayu malam itu tidak tahu apa yang ada di tangannya. Saya melihat dalam cara bekerja anda seperti pencari kayu bakar malam hari yang gelap, tak ada rembulan dan tak ada cahaya di sana, Banyak sekali bahaya yang bisa mematikan anda. Karena itu carilah kayu bakar di siang hari, sebab resiko bahayanya tampak jelas. Karena itu dalam bekerja, hendaknaya anda disinari oleh cahaya matahari Tauhid, syariat, dan ketakwaan. Sebab matahari bisa mencegah anda dari jatuh ke duri hawa nafsu, syetan dan syirik bersama manusia, sekaligus bisa mengerem anda untuk tergesa-gesa dalam berjalan.

Awas, anda jangan tergesa-gesa. Orang yang tergesa-gesa akan terpelset salah atau hampir salah. Siapa yang hati-hati pasti benar dan hampir benar. Tergesa-gesa itu termasuk dari syetan. Sedangkan hati-hati itu dari Allah yang Maha Rahman. Yang sering membuatmu tergesa-gesa, adalah ambisimu meraih peluang mengumpulkan dunia. Maka terimalah saja, karena menerima pemberian itu tidak akan rusak. Bagaimana anda mencari sesuatu yang bukan bagianmu? Dan sama sekali tidak pernah akan ada di tanganmu? Cegahlah dirimu dari hasrat itu. Dan terimalah pemberian Allah saat ini, apa adanya. Zuhudlah pada selain Allah. Berteguh jiwalah, sampai anda ma’rifat kepada Allah, maka pada saat yang sama ia akan merasa cukup dari segala hal. Hati anda menjadi tangguh dan rahasia hatimu menjadi bening, lantas Allah terus menerus mengajari anda. Maka dunia begitu hina di kepala anda, sedang akhirat tampak di mata hati anda, semua selain Allah hina dalam rahasia batin anda (sirr). Tak ada yang terhormat melainkan hanya Allah Azza wa-Jalla, maka pada saat itulah semua makhluk menghormati anda.

Anak-anak…Manakala anda tidak ingin pintu Allah itu tertutup, maka bertaqwalah kepada Allah. Karena taqwa itu kunci segala pintuNya. Allah berfirman,

“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah membukakan jalan keluar, dan memberi rizki yang tiada terhingga.”

Karena itu anda jangan kontra dengan Allah Ta’ala pada jiwamu, pada keluargamu, pada hartamu, dan penduduk zamanmu. Betapa anda tidak malu memerintahkan mereka, menginginkan mereka agar berubah, lalu anda merasa lebih benar, lebih tahu dan lebih mencintai? Padahal anda dan semua makhluk itu adalah hamba-hamba Allah. Allahlah yang mengatur dirimu dan mereka. Jika anda ingin bersahabat di dunia dan akhirat hendaknya anda diam dan tenang. Para auliya’ Allah azza wajalla itu senantiasa dididik di hadapanNya. Mereka tidak bergerak dan tidak melangkah kecuali mendapatkan izin yang benar-benar jelas dalam hatinya oleh Allah Azza wajalla. Sebab mereka berdiri bersama Allah, tegak bergerak bersama yang membolak balik qalbu dan mata hati. Tak ada keputusan pribadi jika bersama Tuhannya, sehingga senantiasa fisiknya di dunia dan hatinya di akhirat.
Ya Allah limpahilah rizki bertemu denganMu di dunia maupun di akhirat, limpahilah rizki menikmati taqarrub denganMu dan memandangMu, jadikanlah kami dari golongan orang yang rela kepadaMu dibanding selain diriMu.

“Ya Allah berikanlah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan lindungi kami dari siksa api neraka.”

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany

14 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: