بسم الله الرحمن الرحيم

Fathur Robbany (6)

13.jpg

Wahai para penempuh yang menyertaiku, dan wahai yang menimba kondisi ruhaniku, sesungguhnya dalam kondisiku tidak ada makhluk, tidak ada dunia, dan tidak ada akhirat. Namun siapa yang bertobat di hadapanku, menjadi muridku dan husnudzon padaku, mengamalkan apa yang aku ucapkan ini, Insya Allah Azza wa Jalla akan mendidik kalian.

Para Nabi itu dididik oleh Allah Azza wa-Jalla dengan KalamNya, sedangkan para Auliya dididik dengan IlhamNya dalam Qalbu. Karena mereka adalah para pewaris wasiat Nabi dan khalifah-khalifah serta generasinya. Allah berkata, dan berkata kepada Musa As, Allah yang bicara kepada Musa, bukan makhluk yang bicara. Yang bicara adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib. Allah bicara dengan KalamNya yang difahami Musa As, hingga difahami akalnya tanpa perantara. Allah berbicara kepada Nabi kita Muhammad saw, tanpa perantara. Inilah Al-Qur’an, penghubung Allah al-Matin. Al-Qur’an berada diantara diri kalian dan Tuhan kalian, Maha Agung dan Maha luhur Dia. Jibril menurunkannya dari langit, dari Sisi Allah Azza wa Jalla, kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana Nabi katakan dan kisahkan. Tidak boleh mengingkari itu atau menentangnya. Ya Allah berilah petunjuk semuanya, dan taubatkanlah semuanya, rahmatilah semuanya.

Riwayat dari Amirul Mukminin al-Mu’tashim Billah, ra, ia mengatakan ketika menjelang wafatnya. “Demi Allah aku bertobat kepada Allah Azza wajalla, karena tindakanku pada Ahmad bin Hambal, hanya karena aku tidak ingin taklid sedikit pun pada perkaranya, sedangkan orang lain bertakdlid untuk itu.”

Wahai orang-orang yang sangat kasihan. Tinggalkanlah bicara hal-hal yang tidak berguna bagi anda. Tinggalkan Ta’ashub (fanatik) mazhab. Sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang berguna bagi dunia dan akhiratmu. Anda akan melihat kabarmu dalam waktu dekat. Anda pun akan ingat akan ucapanku. Anda akan melihatnya ketika berada di depan penikam, sedangkan di kepalamu tak ada pelindung. Sungguh luka akan menyertaimu.
Karena itu kosongkan hatimu dari kesusahan dunia, karena anda juga akan meninggalkannya dalam waktu dekat. Jangan anda berambisi mencari keenakan hidup di dunia, karena tidak akan pernah anda raih juga. Nabi Saw sampai bersabda, “Hidup sesungguhnya adalah kehidupan akhirat.”

Pendekkan imajinasi khayalanmu. Karena zuhud telah datang padamu di dunia. Zuhud itu seluruhnya adalah pendek angan-angan khayalan. Jauhilah teman-teman burukmu, putuskanlah rasa cinta antara dirimu dan mereka, lalu sambunglah pergaulan anda dengan orang-orang saleh. Jauhilah berdekatan dengan kawan-kawan buruk, dan datangilah sahabat-sahabat yang baik. Semua yang anda sayangi adalah sahabat-sahabat dekat anda. Karena itu pilihlah siapa yang anda sayangi.

Kaum Sufi pernah ditanya, “Apakah kekeraban itu?” Dijawab, “Kasih sayang.”
Tinggalkan usaha mencari sesuatu yang sudah dibagi buat anda, dan yang belum dibagi. Karena mencari sesuatu yang sudah jelas bagiannya akan menimbulkan rasa payah. Dan pencarian terhadap yang belum dibagi menimbulkan kehinaan dan kesengsaraan. Karena itu Nabi SAW bersabda, “Diantara jumlah dari siksaan-siksaan Allah adalah berambisi mencari sesuatu yang belum dibagikan oleh Allah padanya.“ kepada Sang Pencipta.

Wahai anak-anakku… Carilah bukti melalui ciptaan Allah Azza wajalla, bertafakkurlah atas ciptaan itu, anda akan meraih wushul kepadaNya.

Orang beriman yang yakin, yang ‘arif, memiliki dua mata lahir dan batin. Dua mata lahir melihat ciptaan Allah, dan dua mata batin melihat apa yang ada dibalik ciptaan Allah Azza wa-Jalla di langit dan di bumi. Lalu terbukalah hijab, tanpa keserupaan dan bentuk, lalu dia menjadi sangat dekat kepadaNya, sangat mencintaiNya. Bahkan sebagai Sang Kekasih, Dia tak menyembunyikan DiriNya. Hijab tersingkap dari qalbu yang telanjang, dari makhluk, dari nafsu dan dari watak naluri, terbuka dari hawa nafsu dan syetan. Ia diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi dari TanganNya, hingga ia berada di antara batu dan berlian. Jadilah anda orang cerdas untuk memahami apa yang aku katakan ini, karena aku bicara dari lubuk kata yang dalam, dengan mutiara, rahasia dan hakikat maknanya.

Anak-anakku…Janganlah kalian mengadu,kepada makhluk. Mengadulah kepadaNya, karena, Dialah yang membuat takdir. Selain Dia, jangan.

Diantara perbendaharaan kebaikan adalah menyembunyikan rahasia, musibah, bencana, rasa sakit dan sedekah, dimana tangan kanan anda memberi sementara tangan kiri anda tidak tahu. Takutlah dengan lautan dunia, karena banyak makhluk tenggelam tidak selamat, kecuali beberapa makhluk saja yang selamat. Lautan dalam yang menenggelamkan semuanya. Hanya saja Allahlah yang menyelamatkan hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, sebagaimana kaum mukminin yang diselamatkan di hari qiyamat dari api neraka. Karena semuanya telah diberi peringatan, dan Allah menyelamatkan yang dikehendakiNya.
“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan.”

Allah berfirman, pada api “Jadilah dingin dan menyelamatkan” sehingga, hambaKu yang beriman, yang senantiasa ikhlas padaKu, yang berhasrat mencintaiKu dan mengesampingkan selain DiriKu.

Allah, juga berfirman berfirman pada apinya Namrud yang hendak membakar Ibrahim as. Maka Allah Azza wa-Jalla pun berkata, “Wahai lautan dunia, jangan engkau tenggelamkan hamba yang dikehendaki, tercinta ini.” Lalu hamba itu pun selamat dari lautan duniawi, sebagaimana Musa as, dan kaumnya diselamatkan dari lautan itu. Allah memberikan fadhlNya kepada yang dikehendakiNya. “Dan Allah memberikan rizki pada yang dikehendaki tanpa terhingga.

Syaikh Abdulqadir Al-Jailany

14 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: