بسم الله الرحمن الرحيم

Fathur Robbany (10)

 15585091.jpg

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
LAILATUL QADAR Jangan Biarkan Berlalu

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya kami turunkan al-Qur’an di malam Qadar…, dst. hingga akhir surat.”(Al-Qadr;1)

Allah menurunkan Al-Qur’an di malam itu, dari Lauhul Mahfudz ke Langit Dunia secara global. Pada malam itu, Jibril as, turun dari Lauhul Mahfudz dengan membawa Al-Qur’an atas izin Allah kepada Nabi SAW dalam seluruh tahun itu, hingga semuanya secara total turun di malam Qadar, di bulan Ramadlan, ke langit dunia.

Ibnu Abbas ra, dan yang lain berkata, “Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an di malam Qadar,” artinya adalah Kami turunkan Jibril dengan membawa Surat ini dan seluruh Al-Qur’an di malam Qadar, kemudian setelah itu turun secara berkala kepada Rasulullah SAW dalam jangka waktu 23 tahun, dalam seluruh bulan, hari, malam dan waktu-waktu yang ada.

Firman Allah “Fii Lailatil Qadr” maksudnya adalah Malam yang Agung. Atau Malam penuh Hikmah. Disebutkan sebagai Lailatul Qadar kerena keagungan yang tak terkira, dan kepastiannya. Karena Allah pada malam itu memastikan takdir perkara setahun yang akan datang.
Allah berfirman”:
“Dan apakah lailatul Qadar itu?” (Al-Qadr;2)

Wahai Muhammad, jika saja Allah tidak mengajarkan padamu akan keagungannya? Apa yang ada dalam seluruh Al-Qur’an dan apa yang anda ingin ketahui, sesungguhnya sudah diajarkan oleh Allah semuanya kepada Nabi.

Oleh sebab itu malam Qadar itu selain dikatakan sebagai malam yang agung, juga malam penuh hikmah, atau malam penuh berkah yang disebut dalam Al-Qur’an, “Kami turunkan Al-Qur’an di malam penuh berkah – di dalamnya segala perkara dipisahkan secara bijaksana.”
“Lailatul Qadar itu lebih baik dibanding seribu bulan.” (Al-Qadr;3)

Yakni beramal di malam itu lebih baik dibanding beramal seribu bulan.
Kenapa? Sebab Rasulullah saw, suatu hari pernah menyebutkan tentang empat golongan pada para sahabatnya, dari kalangan Bani Israel yang menyembah Allah selama delapan puluh tahun tanpa sedikit pun bermaksiat dan tanpa berpaling dari Allah sekejap mata pun. Nabi juga menyebutklan bagaimana ibadahnya Nabi Ayub, Zakaria, Hazaqil dan Yusya’ bin Nun, semoga salam Allah melimpah pada mereka – lalu para sahabat Nabi sangat terheran-heran.

Maka datanglah Jibril as, berkata, “Wahai Muhammad, engkau kagum, dan sahabat-sahabatmu, atas ibadah mereka itu semua selama delapan puluh tahun tak sekejappun berpaling dari Allah dan tak pernah bermaksiat. Padahal Allah menurunkan padamu yang lebih baik dari itu, kemudian Jibril membacakan surat: Inna anzalnaahu fii lailatil qadr…dst.” Ini lebih mengagumkan dibanding kekagumanmu dan sahabat-sahabatmu, lalu bergembiralah nabi Muhammad saw. atas hal itu.”

Yahya bin Nujaih mengatakan, “Bahwa di kalangan Bani Israel ada seorang lelaki yang memakai senjata untuk bejuang di jalan Allah selama seribu bulan, sama sekali tak pernah diletakkan senjata itu. Rasulullah saw, mengisahkan pada para sahabatnya, yang membuat mereka begitu terkagum-kagum. Maka Allah menurunkan ayat, “Lailatul qadar itu lebih baik ketimbang seribu bulan.” Lebih baik ketimbang kebaikan lelaki yang terus membawa senjatanya untuk berjuang di jalan Allah selama seribu bulan.

Dikatakan, nama lelaki itu adalah Syam’un, seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israel, bahkan ada yang menyebutkan Syamnun.
Firman Allah:
“Para Malaikat pun turun, dan Ruh (Jibril) di malam itu atas izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.” (Al-Qadr;4)

Mereka semua turun mulai dari tenggelamnya matahari (maghrib) hingga munculnya fajar.

Yang disebut ruh itu, menurut Adh-Dlohak, riwayat dari Ibnu Abbas ra, adalah Sosok makhluk besar dalam bentuk manusia, yang disebutkan dalam suatu ayat, “Dan mereka bertanya kepadamu, tentang Ruh”. Yaitu Malaikat yang berdiri bersama barisan para Malaikat, dan dia sendiri di barisan itu di hari kiamat. “Di hari, dimana Ruh dan para Malaikat berdiri satu barisan.”

14 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: