بسم الله الرحمن الرحيم

Fatimah as

2334365.jpg

1.       Segala puji bagi Allah atas semua karunia-Nya Dan bagi-Nya rasa syukur atas segala pemberian-Nya. Dan juga segala pujian atas nikmat-nikmat –Nya yang berlimpah –limpah serta kesempurnaan dari segala nikmat-Nya yang tak terhitung.  Dia menganjurkan untuk selalu bersyukur guna menambah nikmat-nikmat-Nya. Dan memerintah para makhluk untuk memuji-Nya atas segala karunia dan pemberian-Nya serta menganjurkan melakukan kebaikan.

2.       Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah , Yang Esa dan tidak bersekutu. Suatu kalimat yang keikhlaskan menjadi tumpuannya. Yang akan menerangkan hati serta meletakkan di tempatnya. Dan menyinari akal pikiran pengucapnya. Mata tidak mungkin dapat memandang-Nya dan tidak pula  angan-angan  mampu mengetahui bentuk-Nya..

3.       Allah  menciptakan segala sesuatu bukan dari sesuatu yang sebelumnya dan membentuk bukan dari percontohan yang ditirunya. Ia mengadakan dengan Qudrah-Nya dan menciptakannya dengan  Iradah-Nya bukan karena ia butuh kepada apa yang diciptakan-Nya dan bukan karena mencari keuntungan ( faedah ) apapun dari apa yang diciptakan-Nya, kecuali agar terpancar kebijaksanaan-Nya sebagai rangsangan untuk mentaati-Nya serta untuk menampakkan kekuasaan-Nya. Dan sebagai jalan penyembahan atas-Nya Yang Esa. Serta pengokohan terhadap panggilan-Nya

4.       Allah jadikan ( siapkan)  pahala atas ketaatan pada-Nya, dan siksa atas pelanggar  ( bermaksiat )  kepada-Nya, sebagai penghalau bagi hamba-hamba-Nya dari murka Allah, dan  perangsang bagi mereka yang ingin ke surga..

5.       Aku bersaksi bahwa ayahku ( Nabi Muhammad saww )  adalah hamba-Nya dan pesuruh-Nya, yang dipilih sebelum diutus, dan disebut namanya sebelum diciptakan, serta disucikan sebelum diutus, dikala para makhluk  masih berada  dialam ghaib serta  terjaga dengan penjagaan yang kokoh. Yang akan menuju kepada ketiadaan dan sebagai  pengetahuan dari Allah atas segala perkara yang mencangkup kejadian di segala zaman serta sebagai pengetahuan  dari apa yang telah digariskan. Allah mengutusnya saww sebagai penyempurna dari perintah-Nya agar  terlaksana ketentuan hokum-Nya dan agar terjadi apa yang di tentukan-Nya..

6.       Allah melihat umat manusia berpuak-puak dalam agama mereka. Ada yang menyembah api, patung, Dan ada pula yang ingkar kepada Allah padahal mereka dalam pengertian akan keingkarannya. Lalu Allah menerangi mereka dari segala kegelapan  melalui ayahku Muhammad saww. Dan menyingkap kekotoran hati hingga hilanglah debu yang menutupi mata-mata mereka.

7.       Ayahku Muhammad saww  memberi petunjuk kepada seluruh manusia dan mengangkat mereka dari jurang kesesatan. Serta menyadarkan mereka dari kebutaan hati, membimbing mereka dan menunjukkan mereka kepada jalan yang lurus   ( Shirat Al-Mustaqim ) .

8.       Kalian wahai hamba Allah adalah sasaran perintah dan larangan-Nya, pemikul agama dan wahyu-Nya, sebagai pengemban amanat Allah terhadap diri kalian sendiri dan penyampai ajaran-Nya kepada seluruh umat.

9.       Ketahuilah wahai hamba Allah !. Bukti kebenaran-Nya yaitu janji yang disajikan kepada kalian dan warisan yang ditinggalkan bagi kalian  adalah kitab Allah yang berbicara. Al-Quran yang benar, cahaya yang bersinar dan berkilauan. Terang bukti-buktinya, terungkap segala rahasia yang dikandungnya, sangat jelas dhahirnya dan orang selalu iri akan keagungan para pengikutnya.

10.   (  Ia adalah )  kitab Allah…..Mengikuti ( tuntunannya ) akan memandu kejalan keridhaan, mendengarnya akan menyampaikan ( mengantar ) ke arah keselamatan. Dengannya akan dapat diraih hujjah-hujjah ( bakti-bakti ) Allah yang terang benderang , perintah-perintah-Nya yang jelas. Larangan-Nya yang harus dijaga, keterangan-Nya yang gamblang dan  bukti-bukti-Nya yang memadai, sunnah yang dianjurkan, keringanan yang diberikan dan syariat-syariat-Nya yang di wajibkan.

11.   Maka Allah jadikan keimanan sebagai penyuci kalian dari syirik.

12.   Dan  (  Allah  jadikan )  shalat sebagai pembersih bagi kamu dari sifat sombong.

13.   Dan  (  Allah  jadikan )  zakat sebagai penyucian diri dari  demi pengembang rizki.

14.   Dan  (  Allah  jadikan )  puasa sebagai pengokoh keikhlasan.

15.   Dan  (  Allah  jadikan )  haji sebagai penegak agama.

16.   Serta menjadikan keadilan sebagai keteraturan dan ketenangan untuk hati.

17.   Dan  (  Allah  jadikan ) ketaatan kepada kita ( Ahlul Bait a.s )  sebagai peraturan  dalam agama dan  keimamahan kita sebagai pengaman dari perpecahan.

18.   Dan  ( Allah  jadikan  )  jihad sebagai kemuliaan bagi Islam dan sebagai  kehinaan bagi kekafiran dan kemunafikan.

19.   Dan  ( Allah  jadikan  )  kesabaran sebagai pembantu seseorang dalam meraih pahala.

20.   Dan  (  Allah  jadikan  )  ammar ma’ruf ( menyuruh dalam kebaikan ) dan nahi munkar ( menegah kejahatan ) sebagai cara kebaikan untuk masyarakat umum.

21.   Dan   ( Allah  jadikan  )   bakti kepada kedua orang tua sebagai penjaga dari amarah-murka-Nya.

22.   Dan    ( Allah  jadikan  )  menyambung tali rahim ( silaturahmi )  sebagai sarana penambah umur.

23.   Dan    ( Allah  jadikan  )  qishar (  pembalasan yang sepandan ) sebagai pencegah pertumpahan darah.

24.   Dan    (  Allah  jadikan  )  penunaian janji  (  nadzar  )  sebagai penyebab ampunan.

25.   Dan    (  Allah  menjadikan  perintah   )   menyempurnakan timbangan  (  dalam jual beli )  untuk meniadakan penganiayaan / penipuan.

26.   Dan  (  Allah   )  melarang meminum  khamer sebagai pembersih dari  rijs  ( hal-hal keji ).

27.   Dan   (  Allah memerintah  )   untuk menjauhi menuduh  (  zina  )  tanpa dasar sebagai tabir penyelamat dari  kutukan.

28.   Dan    (  Allah  )  melarang  pencurian  agar terjaga harga dirinya.

29.   Dan  pengharaman syirik sebagai  pemurnian sifat ke-Tuhanan-Nya  (  rabubiyah ).

30.   Allah SWT berfirman  :  “ Sesungguhnya telah dating kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu,  sangat menginginkan keimanan dan keselamatan  bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”  (  At-Taubah  128  ) . andai kalian mau mengagungkan dan mengenalnya, niscaya kalian dapatkan bahwa beliau adalah ayahku, bukan ayah bagi istri-istri kalian dan saudara anak pamanku (  Ali bin Abi Thalib a.s. ). Alangkah nikmatnya pemberi kemuliaan ini ( Allah SWT ).Lalu beliau ( Rasulullah )  menyampaikan risalah dan berdakwah dengan tegas untuk memberi peringatan, jauh dari jalan orang musyirikin, penghancur argumentasi dan menimpakan atas mereka kesusahan. Dan mengajak kejalan Tuhannya dengan hikmah dan nasihat yang baik, penghancur segala berhala, memukul kepala mereka  hingga hancurlah  kelompok mereka dan lari tunggang langgang, hingga jelas antara malam dan siang dan munculah kebenaran dari tempatnya. ( menampakan kemurniannya ) dan bersuaralah bukti agama serta bungkamlah suara-suara syetan dan tumbanglah penganut kemunafikan dan pudarlah ikatan ( kesatuan ) kekafiran dan perpeahan.

31.   Kalian  berada di pinggir jurang api neraka,menjadi pemabuk, rakus serta bergegas dalam kejelekan, kehormatan kalian terinjak-injak, sementara  kalian belum beralas kaki dan hanya memakan dendeng,kalian hina, rendah dan selalu ketakutan akan diserang orang sekitar kalian. Keadaan ini berlangsung terus hingga Allah mengutus ayahku Muhamammad saww ke tengah-tengah kalian. Tiba-tiba dalam waktu sekejab kalian berubah menjadi pendusta , hina dan tercela, dan ahli kitab pun telah membuat makar namun setiap kali mereka menyalakan api peperangan, allah SWT memadamkannya.

32.   Berkata Hasan bin Ali bin Abi Thalib a.s.  :  Di malam jum’at aku melihat ibuku berada di dalam mihrob sedang ruku’ dan sujud hingga hampir datang waktu subuh dan kudengar beliau berdoa untuk kaum  mukminin dan mukminat dan menyebut nama-nama mereka serta memperbanyak doa untuk mereka,  namun tidak berdoa untuk dirinya sendiri, lalu akau bertanya padanya : Wahai ibunda, mengapa tidak kudengar engkau berdoa untuk dirimu sebagaimana untuk orang lain ?. Beliau menjawab : Wahai anakku, utamakan tetangga terlebih dahulu baru diri kita (  yang menghuni rumah ).

33.   Nabi Muhamammad saww bertanya pada Fatimah A-Zahra a.s  : “ Apa yang terbaik bagi wanita ? “. Beliau menjawab : “ Yaitu hendaknya ia tidak melihat lelaki lain tidak dilihat lelaki lain.

34.   Seorang wanita datang kepada Fathimah Az-Zahra a.s dan berkata :  aku mempunyai seorang ibu telah lemah dan kadang ia telah lalai akan shalatnya dan kini ibuku menyuruhku bertanya padamu.. Fathimah a.s menjawabnya, kemudian wanita itu bertanya lagi tentang masalah lain dan beliau menjawabnya kemudian wanita itu bertanya lagi hingga sepuluh pertanyaan, seluruhnya telah di jawabnya. Perempuan itersebut merasa malu karena banyak bertanya, lalu ia berkata : Aku tidak ingin memberatkanmu wahai putrid Rasulullah, beliau menjawab : Kemarilah dan tanyalah apapun yang engkau maukan.  Bagaimana menurutmu kalau ada seorang yang diberi upah seratus dinar emas untuk mengangkat suatu beban ke gedung yang bertingkat, adakah dia merasa keberatan ? Lalu ia berkata : Tentu tidak,  Fathimah a.s melanjutkan : Untuk setiap permasalahan yang engkau tanyakan kepadaku, aku diberi pahala berupa permata yang banyaknya melebihi langit dan bumi,  maka sudah sepantasnya aku tidak merasa keberatan.

35.   Ya Allah !   Hinakan diriku dalam pandanganku dan agungkanlah diri-Mu dalam sanubariku,. Ilhamkanlah padaku ketaatan kepada-Mu dalam mengerjakan apa-apa yang meridhakan-Mu dan menjauhi apa-apa yang memarahkan-Mu wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

36.   Ya  Allah !  Berilah diriku kepuasan dengan rizki yang Engkau berikan,tutupi aibku dan berilah  kesehatan padaku selama aku masih hidup. Dan ampuni serta rahmati diriku saat Engkau ambil ajalku. Ya  Allah  !  Janganlah Engkau  sulitkan diriku dengan mencari sesuatu yang tidak takdirkan untukku dan permudahkanlah apa-apa yang Engkau takdirkan untukku.

37.   Ya  Allah !  Berilah balasan kebaikan untuk kedua orang tuaku dan semua orang yang telah menolongku. Ya  Allah !  Jadikanlah aku berkonsentrasi penuh untuk sesuatu  yang karena Engkau ciptakan aku. Dan jangan Engkau sibukkan aku dengan sesuatu yang sudah Engkau jamin untukku.. Serta jangan Engkau azab diriku sedang aku memohon ampun-Mu. Dan jangan Engkau halangi aku dari nikmat  yang selalu kumohon kepada-Mu.

38.   Syair yang beliau gubah untuk meratapi kepergiaan Rasulullah saww. Tahukah kalian apa yang diperoleh oleh orang yang pernah mencium semerbak harumnya tanah ( kubur ) Akhmad ( Rasulullah ). Dia tidak akan pernah merasakan kesulitan selama hidupnya. Namun kini ( setelah kematiannya )  aku ditimpa oleh berbagai  masalah. Yang jika ditimpakan kepada siang, niscaya  siang akan berubah menjadi malam.

39.   Untuk langit mulai kelam. Sementara cahaya matahari mulai redup dan gulita. Bumipun menderita setelah kepergian Nabi, dan  merasakan kesedihan yang amat dalam. Semua penjuru  menangisi kepergiannya dan sepantasnya Bani Mudhar penduduk Yaman semuanya menangisinya. Gunung yang kekar juga menangisi beliau yang dermawan. Ka’bah yang bertabir dan berpilar meratapinya. Wahai penutup para nabi yang penuh barakah yang cahayanya  berkilauan. Semogalah shalawat dari yang menurunkan Al-Quran selalu tercurah atasmu.

40.   Sungguh setelah kepergianmu banyak berita dan perkara dahsyat yang terjadi. Andai Engkau hadir menyaksikannya tentu tidak akan banyak bencana. Kami kehilangan dirimu. Laksana bumi kehilangan hujan yang mengguyurnya, kaummu merusaknya. Maka saksikanlah perbuatan mereka dan jangan sampai anda tidak tahu    ( alpa ).

8 November 2007 - Posted by | Kalam Ahlul Bayt

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: