بسم الله الرحمن الرحيم

Fathur Robbani (4)

78.jpg

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
Bukalah Pintu-pintu Allah

Wahai para fakir, janganlah kalian mengkhayal kaya, siapa tahu kekayaanmu bisa menyebabkan kehancuranmu. Wahai orang yang sakit janganlah mengkhayal akan kesembuhan, siapa tahu kesembuhanmu justru menjadi penyebab kerusakanmu. Jadilah kalian orang yang cerdas. Jagalah buahmu agar terpuji perkaramu. Terimalah kadar yang diberikan Allah dan janganlah berharap lebih. Sebab segala yang yang diberikan Allah Azza wa-jalla melalui permintaanmu bisa menjadi kotoran dan amarah. Kecuali jika sang hamba diperintahkan melalui hatinya agar meminta kepadaNya. Manakala hamba diperintahkan memohon ia akan mendapatkan berkah dan kotorannya dibuang.

Celaka anda, jika anda mengucapkan sebagai seorang Muslim, padahal hati anda tidak. Anda nyatakan diri sebagai muslim, tapi perbuatan anda tidak. Anda dalam khalwat anda menyatakan Muslim, toh kenyataan khalwat anda tidak.

Hendaknya permohonan anda lebih pada permohonan agar diberi ampunan, kesehatan, dan kemaafan Allah selamanya, baik dalam beragama, di dunia maupun di akhirat. Terimalah ini saja, anda sudah cukup.

Janganlah anda menginginkan di luar pilihan Allah swt, juga jangan anda terkena oleh keterpaksaan karena bisa membinasakan anda. Jangan pula memaksa Allah Ta’ala dan makhlukNya melalui sebab akibat dirimu, dengan kekuatanmu dan hartamu, karena itu bisa memukul balik diri anda. Sebab semua itu bisa diambil oleh Allah, dan jika Dia mengambilnya akan terasa menyakitkan diri anda.

Celaka anda, jika anda mengucapkan sebagai seorang Muslim, padahal hati anda tidak. Anda nyatakan diri sebagai muslim, tapi perbuatan anda tidak. Anda dalam khalwat anda menyatakan Muslim, toh kenyataan khalwat anda tidak.

Ketahuilah, ketika anda sholat, puasa, dan melakukan semua perbuatan anda yang baik, manakala tidak mengembalikan semua itu kepada Wajah Allah Ta’ala, sesungguhnya anda telah munafik dan jauh dari Allah Azza wa Jalla.

Sekarang ini, bertobatlah kepada Allah Azza wa-Jalla dari seluruh perbuatan dan ucapan anda dan tujuan-tujuan anda yang hina.

Kaum Sufi, sama sekali tidak menciptakan amalnya. Mereka adalah kaum yang bahagia, senantiasa yakin kepada Allah, menyatu, mukhlis dan bersabar atas cobaan-cobaan Allah Ta’ala. Senantiasa bersykur atas nikmat-nikmatNya

an kemurahanNya. Mereka berdzikir dengan lisannya, kemudian dengan qalbunya, lalu dengan Sirrnya. Manakala datang berbagai hidangan dari makhluk, mereka hanya tersenyum wajahnya. Karena raja-raja dunia sudah termakzulkan di mata mereka. Semua orang di muka bumi adalah mayat-mayat, orang-orang lumpuh dan orang-orang sakit. Para fakir syurga senantiasa bersandar padanya, seakan-akan mereka adalah pelindung. Neraka bersandar kepada mereka, lalu neraka termatikan apinya. Tidak bumi, tidak langit, langit dan bumi bukan tempatnya. Arah penjurunya hanya satu arah. Mereka dengan penghuni dunia, lalu mereka dengan penghuni akhirat, lalu mereka bersama dengan Tuhannya dunia dan akhirat.

Mereka bertemu Allah dan mencintaiNya. Mereka berjalan bersama Allah dengan jiwanya hingga wushul kepadaNya, sampai mereka meraih kasih sayangnya sebelum mereka bergegas jalan kepadaNya. Terbukalah pintu antara diri mereka dengan Allah. Allah mengingat mereka sepanjang mereka mengingatNya. Hingga dzikir mereka menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Mereka telah sirna dari yang lain, dan maujud bersama Allah Ta’ala. Dengarkan Allah Ta’ala berfirman:
“Ingatlah kepadaKu, Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan jangan ingkar padaKu.”

Lazimkan berdzikir kepadaNya dengan harapan hanya mengingatNya, karena Allah berfirman:
“Aku bermajlis dengan orang yang berdzikir kepadaKu.”

Hindarilah bermajlis dengan makhluk (walau pun anda di sana, red.), dan bersimpuhlah untuk dzikir kepadaNya, agar engkau bermajlis dengan Allah.
Wahai kaum Sufi, janganlah kalian sok gila, dan kalian menjadi gila. Ilmu ini tidak akan memberi manfaat kepadamu tanpa kamu mengamalkannya. Mereka sangat membutuhkan agar bisa mengamalkannya, dengan ketegasan yang hitam di atas yang putih, yaitu aturan Allah (lahir dan batin) yang anda mengamalkannya hari demi hari, tahun demi tahun sampai akhirnya berbuah.

Anak-anaku… Ilmumu memanggil-manggilmu… ”Akulah yang akan berargumen padamu manakala tidak engkau amalkan. Dan aku akan menjadi argumenmu jika engkau mengamalkanku…”

Rasulullah saw, bersabda, “Ilmu membisikkan pada amal, manakala ia menjawab. Jika tidak menjawab, ia akan segera pergi…”

Hilanglah barokah ilmu dan tinggal bencananya. Pergilah syafaat ilmu bagimu dari Tuhannya. Bahkan masuknya ilmu terputus dalam kebutuhanmu. Ia pergi, karena tinggal kulitnya ilmu saja. Sebab isi ilmu adalah amal.

Anda semua mengikuti Rasul saw, menjadi tidak sah, manakala anda tidak mengamalkan apa yang telah disabdakannya. Jika anda mengamalkan atas apa yang diperintahkan kepada anda, maka hati dan rahasia batin anda menghadap kepada Tuhannya. Ilmumu mengundangmu, tapi anda tidak mendengarkannya, karena kamu sudah tak punya hati lagi. Karena itu dengarkanlah panggilannya dengan telinga hati dan sirrmu. Terimalah ucapannya dan dengarkanlah engkau akan dapat manfaatnya. Ilmu dengan amal akan mendekatkan dirimu pada Yang Maha Ilmu yang menurunkan ilmuNya.

8 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

1 Komentar »

  1. cintailah terus wali2 Allah………….

    Komentar oleh mamamughni | 21 April 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: