بسم الله الرحمن الرحيم

Mutiara Imam Ali Ar-Ridha as

ee.jpg

1.    Siapa yang menyerukan Allah dengan ciptaan-Nya , maka sungguh telah syirik. Dan barang siapa yang menisbatkan kepada Allah , tentang perbuatannya yang terlarang, sungguh ia telah menjadi kafir.

2.       Sesungguhnya iman itu lebih tinggi sederajat dari islam. Sedangkan takwa sederajat lebih tinggi  dari iman. Yakin juga sederajat lebih mulia dari keimanan. Dan Bani Adam tidak diberi sesuatu yang lebih utama dari keyakinan.

3.       Iman itu ada empat perkara :  Tawakal  kepada Allah. Ridha ( rela ) dengan ketentuan-Nya. Pasrah kepada-Nya. Dan menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya.

4.       Iman adalah ketika melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya  Dan iman adalah pengenalan lewat hati serta pengakuan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan.

5.       Suatu hari Imam Ridha a.s berbicara  tentang Al-Quran, beliau mengagungkan hujjahnya, dan bukti mukjizat pada susunannya yang luar biasa. Kemudian beliau bersabda : Al-Quran adalah tali Allah yang kuat dan kokoh, jalan-Nya yang lurus yang akan  menuntun ke arah surga serta  menyelamatkan dari siksa api neraka. Tidak akan lapuk di telan masa, dan tidak akan kotor di ucapkan lisan, karena Al-Quran tidak di ciptakan  untuk zaman tertentu saja dan dapat di jadikan bukti kebenaran dan hujjah atas manusia. Tidak sedikit pun tercampur dengan kebathilan, dia adalah wahyu dari Dzat yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.

6.       Aku bertanya kepada Imam Ridha  a.s  : Apa pendapatnya tentang Al-Quran ?  Beliau menjawab :  Ia adalah kalam Allah dan jangan kalian berpendapat lebih dari itu, jangan pula mencari petunjuk dari selainnya agar tidak tersesat.

7.       Sesungguhnya imamah itu merupakan kendali agama yang akan menjadikan keteraturan kaum muslimin serta jayanya kaum mukminin.  Imamah merupakan asas perkembangan Islam yang cabangnya menuju ke segala arah.  Karena imamah shalat, zakat, puasa  haji dan jihad menjadi sempurna. Begitu juga fai  (  harta rampasan  )  dan sedekah dapat terlaksana. Dan karenanya sanksi dan hukum-hukum dapat dilaksanakan sedang kesewenang-wenangan dapat di egah.

8.         Beliau menggambarkan tentang perbuatan raja  (  yang  zalim  )  :  Yang bekerja sama dengannya dan yang membantunya serta berusaha memenuhi kebutuhannya sama dengan kekafiran. Melihat mereka dengan sengaja termasuk dosa besar yang layak mendapat siksa neraka.

9.        Allah akan merahmati seorang hamba yang menghidupkan ajaran kami : Aku bertanya: bagaimana cara menghidupkan ajaran kalian ?  imam menjawab  :  Belajar tentang ilmu-ilmu kami lalu mengajarkannya kepada manusia.

10.   Mukmin hakiki adalah yang menyandang tiga karakter :  Mengikuti hukum Allah, sunnah rasul-Nya, dan sunnah wali-Nya. Adapun mengikuti hukum Allah adalah menyimpan rahasia  Sebagaimana firman Allah SWT  :  Dia yang mengetahui segala hal yang tersembunyi dan tidak mengabarkan pada siapapun kecuali kepada orang-orang yang telah dapat kerelaa-Nya”. Adapun sunnah rasul-Nya yaitu berusaha untuk beradaptasi dengan manusia di sekelilingnya Sesungguhnya Allah memerintah Nabi-Nya untuk beradaptasi dengan selainnya, sebagaimana firman-Nya : “ Mintalah maaf dan perintahkanlah untuk berbuat kebaikan “  .  Adapun mengikuti sunnah para wali-Nya yaitu hendaknya bersabar di saat ada kesulitan dan bencana.

11.   .Belum sempurna akal seorang muslim hingga mempunyai sepuluh karakter,  :  Kebaikan bisa diharapkan darinya, tidak berbuat kejahatan, Dia menganggap besar perbuatan baik seorang  (  walaupun  sedikit  ) , Dan menganggap kecil perbuatan baiknya walaupun banyak, Tidak bosan dimintai bantuan, Tidak henti-hentinya mencari ilmu sepanjang  hidupnya, Dia memilih kemiskinan dari pada kekayaan demi  ridha Allah, Hina dalam menuju ridha Allah lebih di sukainya dari kemuliaan di jalan musuh Allah. Dia lebih suka tidak di kenal dari pada mencari popularitas, Dan yang ke sepuluh :  tahukah kamu apa karakternya yang kesepuluh ? Lalu Beliau ditanya :  Apa yang kesepuluh ?  Jawab beliau :  Yaitu   ia tidak berjumpa dengan orang lain  kecuali ia menganggap bahwa orang lain itu lebih baik dan lebih takwa dari dirinya.

12.   Barang siapa yang memperhitungkan dirinya akan beruntung. Sedang yang lalai akan merugi. Dan yang takut akan merasa aman. Barang siapa yang mengambil  pelajaran dari selainnya  (  ibrah )  akan melihat kenyataan. Dan barang siapa yang mampu melihat kenyataan ia akan memahami. Sedang yang memahami akan mengetahui.

13.   Imam Ridha a s.   ditanya tentang ciri seorang hamba yang baik. Beliau menjawab :  Yaitu yang gembira saat berbuat kebaikan, segera memohon ampunan jika bersalah. Dan apabila mendapat sesuatu  (  nikmat  )  segera bersyukur. Sedang bila ditimpa musibah dia bersabar. Dan apabila  marah segera memaafkan.

14.    ……dan hendaknya menjauhi dosa besar, Yaitu  :  Membunuh jiwa yang di haramkan Allah,  berbuat zina, mencuri , minum khomer, durhaka kepada kedua orang tua, lari dari peperangan, memakan harta anak yatim secara aniaya  memakan bangkai, darah, daging babi dan sesuatu yang di sembelih bukan dengan nama Allah, kecuali dalam keadaan terpaksa,  memakan hasil riba setelah mengetahui hukumnya, hasil uang suap, perjudian, mengurangi timbangan, menuduh orang suci dengan zina, liwath            (  homo  seksual  ) , kesaksian palsu , putus asa dari kemudahan Allah, merasa aman dari azab-Nya, putus asa dari rahmat-Nya, membantu para tiran yang berbuat aniaya dan condong kepada mereka,  sumpah palsu, menahan hak orang lain tanpa alasan, berbohong, sombong , boros, mubazir, khianat dan meremehkan ibadah haji, memusuhi para wali Allah SWT dan sibuk dengan permainan serta terus menerus dalam perbuatan dosa.

15.   Rasa bangga diri  (  ujub  )  bertingkat-tingkat, antara lain :  yaitu ketika seorang hamba menyangka bagus perbuatan jeleknya, lalu dia mengaguminya dan menyangka telah berbuat baik. Selain itu yaitu ketika seorang hamba beriman kepada Tuhannya lalu menganggap telah menanam jasa kepada Allah padahal Allah-lah yang telah berjasa atasnya.

16.   Andai Allah tidak menjanjikan manusia dengan surga dan neraka, niscaya wajib bagi manusia untuk menyembah-Nya dan tidak memaksiati-Nya, mengingat kemuliaan dan kebaikan-Nya serta banyaknya nikmat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.

17.   Jika orang ditanya Kenapa manusia diperintahkan berpuasa  ?  Akan di jawab : agar mereka ikut merasakan perihnya rasa lapar dan dahaga, Lalu membandingkan dengannya  kemiskinan di akhirat dan menjadi orang yang khusuk. Lebih merendah, lebih tenang dan mendapatkan balasan yang baik. Juga agar menjadi orang yang arif dan sabar saat di timpa kelaparan dan kehausan, karenanya pantas untuk di beri pahala. Selain itu juga dapat  melunakkan syahwat dan agar jadi pengingat ketika hidup di dunia, melatih terlaksananya apa  yang diperintahkan kepada mereka.  Dan agar jadi penunjuk kelak di akhirat. Juga agar menyadari penderitaan yang dialami oleh si fakir miskin di dunia, sehingga mereka mau melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya atas hartanya.

18.   Sesungguhnya berjamaah itu diperkenankan agar ke ikhlasan, ke Esaan dan ke Islaman serta peribadahan kepada  Allah menjadi tanpak dan gamblang. Karena dalam penampakannya ada hujjah bagi segenap penduduk bumi  Juga agar si munafik dan orang yang suka meremehkan  ( perintah Allah ), melaksanakan apa yang mereka ikrarkan tentang islam, sehingga mereka selalu terpantau. Juga agar ada kesaksian dari sebagian manusia  kepada sebagian yang lain dapat di berlakukan. Dan agar tercipta suasana tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta pencegahan dari  segala bentuk maksiat kepada Allah SWT.

19.   Sesungguhnya Allah memerintahkan tiga perkara yang menyertai tiga perkara lainnya. Memerintah shalat dan zakat. Barang siapa mengerjakan shalat namun tidak berzakat maka shalatnya tidak akan di terima. Serta memerintah untuk bersyukur kepada-Nya dan kepada ke dua orang tuanya, Maka barang siapa yang tidak bersyukur kepada  kedua orang tuanya berarti tidak mensyukuri Allah. Juga memerintah takwa dan menyambung tali persaudaraan, Barang siapa yang bertakwa namun memutuskan tali kefamilian maka belum bertakwa kepada-Nya.

20.   Janaganlah kalian mengabaikan perbuatan baik atau keseriusan dalam beribadah, hanya karena mengandalkan kecintaan kepada keluarga Muhammad saww.

21.   Hati-hatilah dari sifat rakus dan hasud, karena keduanya telah menghancurkan umat yang terdahulu. Dan hati-hatilah  dari sifat kikir, karena kekikiran merupakan suatu penyakit yang tidak boleh disandang seorang yang merdeka apalagi oleh seorang mukmin. Dan sifat bahil ( kikir ), merupakan kebalikan dari keimanan.

22.   Sesungguhnya diam itu merupakan salah satu pintu hikmah. Dan diam itu akan membuahkan kecintaan serta akan jadi petunjuk setiap kebaikan.

23.   Temanilah teman dekatmu dengan merendah  diri  (  tawadhu  )  dan hati-hatilah terhadap musuhmu serta gaulilah manusia secara keseluruhan dengan senyuman.

24.   Allah membenci perdebatan yang tidak bermanfaat serta pemborosan harta dan banyaknya pertanyaan tentang hal-hal yang tidak beragama.

25.   Orang yang kikir tidak akan pernah merasakan ketenangan. Orang yang hasud tidak akan pernah merasakan kenikmatan. Para raja tidak akan menepati janji, sedang si pembohong tidak akan mempunyai harga diri.

26.   Hikmah shalat adalah pengakuan kita akan ketuhanan, serta meniadakan  penyekutuan atas-Nya dan berdiri  di hadapan keagungan-Nya dengan rasa hina, miskin, rendah diri, mengakui segala kekurangan dirinya juga untuk meminta ampun atas dosa yang telah lalu. Peletakan wajah di atas bumi sebanyak lima kali sehari, sebagai pengagungan atas-Nya agar menjadi orang yang selalu mengingat-Nya, bukan menjadi orang yang lupa daratan atau durjana, Sekaligus agar khusuk, merendah seraya memohon agar ditambah urusan agamanya dan dunianya. Juga agar ada penolakan atas kejelekan serta selalu mengingat Allah SWT sepanjang siang dan malam. Sehingga hamba-Nya tidak lupa Tuhannya yang mengatur dan menciptakannya, dan bukannya menjadi seorang yang sombong  lagi durjana, dan agar zikirnya kepada Tuhannya serta berdiri di hadapan-Nya, dapat menjadi pencegah maksiat kepada-Nya dan sekaligus menjadi penghalang dari segala macam bentuk pengrusakan.

27.   Kekikiran dapat menghancurkan kehormatan. Sedang kecintaan dapat mendatangkan kesuksesan. Dan paling agungnya perbuatan adalah berbuat  makruf       (  Kebaikan  ) , menolong orang yang tertimpa musibah dan membantu mensukseskan cita-cita seseorang.

28.   Janganlah kamu duduk bersama peminum khomer dan jangan mengucapkan salam kepadanya.

29.   Allah melarang khomer karena dapat mendatangkan kerusakan dan kehancuran akal peminumnya serta dapat mengakibatkan pengingkaran dan berdusta terhadap-Nya juga kepada Rasul-Nya dan bisa mengakibatkan kerusakan, pembunuhan, perzinaan serta mudah sekali tergelincir kepada hal-hal yang di haramkan. Atas dasar itulah kami menghukumi dengan hukum haram kepada setiap yang memabukkan. Dan pengharamannya sesuai dengan akibatnya yaitu bisa mendatangkan akibat jelek bagi para peminumnya.

30.     Tujuh perkara yang jika tidak disertai dengan tujuh perkara lainnya merupakan kehinaan : Yang beristighfar dengan lisannya namun hatinya tidak menyesal maka dia telah menghina dirinya. Yang meminta kesuksesan dari Allah, namun tidak berusaha untuk mendapatkannya maka dia telah menghina dirinya. Yang memohon penjagaan namun tidak berhati-hati maka dia telah menghina dirinya. Yang memohon surga namun tidak bersabar atas musibah yang menimpanya maka dia telah menghina dirinya. Yang berlindung dengan Allah dari api neraka namun enggan melawan hawa nafsunya maka dia telah menghina dirinya. Yang selalu menyebut nama Allah namun tidak bergegas menuju panggilan-Nya, maka dia telah menghina dirinya.

31.   Sambunglah tali kefamilianmu walau dengan seteguk air. Dan paling baiknya cara untuk menyambung silaturrahim adalah dengan tidak mengganggu mereka.

32.   Bersedekahlah walau dengan sesuatu yang sedikit. Sesungguhnya segala sesuatu yang  diniatkan dengan ikhlas untuk Allah walaupun sedikit akan sangat berharga serta akan mendapatkan pahala yang besar.

33.   Barang siapa yang berjumpa dengan seorang muslim yang fakir, kemudian tidak memperlakukan sama dengan muslim yang kaya dalam ucapan salamnya, maka ketika ia berjumpa dengan  Allah di hari kiamat nanti Allah akan murka  atasnya.

34.    Saling berkunjunglah agar kalian saling mencintai.

35.   Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang  yang tidak berdosa.

36.   Merupakan tingkah laku para nabi adalah menjaga kebersihan.

37.   Sebaik-baiknya harta yaitu yang bisa menjaga kehormatan pemiliknya.

38.   Bersenjatalah kalian  dengansenjata para nabi. Lalu ada yang bertanya :  Apa senjata para nabi itu ?  Beliau menjawab  :  “ Doa  “.

39.   Sadarlah wahai para hamba Allah bahwa sesungguhnya Allah melarang segala macam bentuk perjudian dan menyuruh hambanya agar menjauhinya kemudian menamakannya sebagai rijs  (  perbuatan keji  ) sebagaimana  firman-Nya :  “ Ia adalah rijs yang datangnya dari syetan oleh karena itu jauhilah “ . Seperti permainan catur, dadu dan selainnya yang dipakai untuk perjudian. Sedang bentuk perjudian yang memakai dadu lebih jelek dari yang memakai catur.

40.   Paling sempurnanya akal adalah pengetahuan manusia tentang dirinya sendiri.

7 November 2007 - Posted by | Artikel sufi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: