بسم الله الرحمن الرحيم

Mimpi 10

medina-dawn.jpg

 

10. Sekitar tanggal 17 Januari 2004 aku bermimpi pada malam hari, berziarah ke makam Mbah Somo. Aku berjalan menyusuri perkampungan dan desa ke arah makam Mbah Somo, di mana jalannya cukup jauh. Dalam mimpi itu seakan aku menggendong isteriku, namun anehnya aku tidak merasa lelah. Setelah sampai di makam terlihatlah olehku di sana ada dua makam, yang satunya makam Mbah Somo, namun yang satunya lagi makam siapa aku tidak tahu. Suasana makam itu sangatlah sejuk dan kedua nisan dari makam itu ditutupi dengan kain berwarna hijau. Di sebelah makam ada danau yang sangat jernih airnya, dimana arusnya juga deras, sedang di pinggirnya ada semacam perahu untuk bermain. Ketika sampai di makam itu aku melihat Pak Modin Wakid sudah tiba di sana bersama Kang Komari dan satulagi orang yang tidak aku kenal.

Sampai di situ aku terbangun dari tidurku, lalu aku keluar rumah, sesampainya di luar rumah aku berdo’a kepada Allah kemudian kembali tidur lagi. Dalam tidurku yang ke dua ini aku bermimpi lagi dimana aku seakan berjalan-jalan. Sesampainya di pinggir sungai aku ingin sekali mandi. Kemudian aku turun karena sungainya berada di bawah seperti di dalam jurang. Di situlah aku mandi, dan setelah selesai aku hendak naik ke atas tetapi tiba-tiba aku melihat bangkai anak kijang yang terjepit di sela-sela pohon beringin di tengah sungai yang mana di sebelah pohon beringin itu terdapat sebuah batu yang sangat besar. Ketika aku dekati, aku melihat kaki anak kijang itu bergerak sedikit sehingga aku mengira anak kijang itu masih hidup.

Karena merasa kasihan maka aku ambilah bangkai itu, tetapi anehnya setelah aku bawa ternyata bukan bangkai anak kijang melainkan bayi yang sangat mungil dan tampan. Wajahnya putih bersinar, rambutnya hitam legam bergelombang indah sekali. Ia hanya memakai rompi kecil di badannya di mana rompi itu sepertinya rompi pakaian dari kerajaan. Kemudian bayi itu aku bawa pulang dan aku perlihatkan kepada seisi rumah. Aku kasihan sekali melihat bayi itu, kemudian aku bilang kepada keluargaku bahwa aku ingin menjadikannya anak angkat biar menjadi teman anakku yang bernama Yusuf Musthofa ‘Adhli. Dan anehnya selama digendong ibuku, bayi itu tidak pernah menangis atau rewel. Bahkan dalam keadaan lapar, bayi itu hanya diam saja dan tidak menangis.

Alhamdulillah semua ini berkah dari Allah SWT……..Amin.

1 Oktober 2007 - Posted by | Mimpiku

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: