بسم الله الرحمن الرحيم

Mimpi 1

dh.jpg

1. Pernah suatu hari aku bermimpi,tetapi aku sudah lupa tanggalnya. Mimpi itu terjadi pada tengah malam kira-kira jam dua belas, dimana pada saat itu aku sedang menderita sakit. Pada saat itu aku sedang menerima cobaan yang aku rasakan cukup berat baik cobaan secara fisik maupun bathin.

Perasaan yang paling berat aku rasakan terjadi kira-kira jam setengan dua belas. Pada saat itu aku tinggaql di dalam kamar sendirian, karena kebetulan semua keluarga sedang pergi. Kebetulan juga pada saat itu turun hujan yang cukup deras, disertai petir yang menyambar-nyambar.

Perasaan takut menyelimuti seluruh hatiku, dimana kondisi badanku sangat lemah. Dalam pikiranku hanya satu yang tergambar bahwa malam ini adalah malam yang terakhir hidupku di dunia. Sebentar-sebentar aku melihat ke arah pintu kamar menanti kedatangan malaikat maut yang akan mencabut nyawaku, dan aku sudah pasrah. Lalu aku mencoba memperbaiki posisi tidurku seperti orang yang telah meninggal, barang kali malaikat maut datang sedang aku sudah dalam posisi siap dan pasrah kepada Allah SWT.

Detik demi detik kepanilan dan kecemasan semakin aku rasakan. Sehingga tubuhku llunglai seperti orang yang kepayahan. Akhirnya setelah aku semakin tidak berdaya maka tertidurlah aku. Di tengah-tengah tidur itulah aku bermimpi dengan mimpi yang paling berkesan dalam hidupku, yang tidak dapat aku lupakan.

Adapun mimpi yang aku alami adalah sepereti ini. Dalam mimpi itu aku seakan-akan berjalan bersama guruku, atau seorang Syei kh yang membimbing perjalanan spiritualku. Waktunya kira-kira jam setengah enam sore, atau matahari hampir tenggelam.Suasananya remang-remang, tidak begitu terang tetapi juga tidak begitu gelap. Langit di sebelah barat kelihatan agak kuning, tetapi matahari sudah tidak kelihatan.

Di mimpi itu aku seolah berjalan berdua, sedangkan suasana jalan sangatlah sunyi, kira-kira tempatnya pada jalan diantara desa Cerbonan dan kali Galeh Ambarawa. Tapi sebelum sampai di sana kami sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selama dalam perjalanan itu aku selalu dirangkul oleh guruku. Adapun beliau berperawakan tinggi besar, kalau aku berdiri di sampingnya maka tinggiku hanya sampai dadanya. Beliau pada saat itu tidak memakai baju tetapi hanya memakai kain sarung dang selendang berwarna hijau Selama dalam perjalanan aku selalu menciumi tangannya dimana tangan beliau sangatlah halus dan lembut seperti busa. Karena sangatlah lembutnya seakan-akan tangan beliau empuk dan tidak ada tulangnya layaknya seperti busa. Demikian selama perjalanan kami sehingga sampailah kami di dekat sungai kecil sebelah kali galeh.

Sebelum sampai di jembatan kaligaleh terlihat banyak air yang meluber ke jalan raya karena pada saat itu sungainya sedang banjir. Karena jalannya terlihat basah, maka aku segera menggendong Guruku di atas punggungku agar beliau tidak basah terkena air. Tetapi anehnya meskipun Guruku orangnya tinggi besar, namun aku tidak merasa keberatan ketika menggendongNya. Di sepanjang jalan tergenang air, sementara aku terus menggendong Guruku ke atas punggungku. Akhirnya sampailah kami di sebuah mushola yang sangat kuno. Mushola itu terletak di dekat sungai kecil sebelah selatan kaligaleh. Seingatku, musholanya tidak terlalu besar tetapi semuanya terbuat dari kayu jati. Sesampainya di sana kami bersama-sama melaksanakan sholat sedang aku menjadi makmum di belakang Guruku.

 

Setelah kami selesai melaksanakan sholat bersama tiba-tiba Guruku mengambil sesuatu dari dalam bajunya, dan setelah dikeluarkan ternyata sebuah pisang raja yang sudah dikelupas kulitnya. Tetapi yang saya lihat hanyalah potongan kecil ujung dari pisang raja itu. Kemudian ujung dari pisang itu diberikan kepada temanku. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba temanku itu sudah berada di situ dan diberi pisang raja meskipun hanya ujungnya saja. Melihat hal itu aku merasa sedikit iri kepadanya, mengapa dia yang diberi. Setelah itu temanku pergi, sedang aku masih berada di situ bersama Guruku. Tak lama kemudian beliau mengeluarkan lagi sesuatu dari dalam bajunya dan setelah saya lihat ternyata pisang raja yang sudah dikelupas kulitnya. Daging pisang itu terlihat sangat segar dan besar dimana ujungnya sudah diberikan kepada temanku. Tak lama kemudian pisang itu diberikan kepadaku dan langsung saja aku memakannya.

Setelah memakan pisang itu badanku yang kepayahan berangsur-angsur reda. Demikian pula setelah aku terbangun dan tersadar aku merasakan badanku semakin terasa enak. Demikian, hari demi hari kondisi fiisikku mulai membaik, demikian juga kondisi sepiritualku sedikit demi sedikit mulai meningkat. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kehadirat Para Guru dan Masayikh serta mendapat tempat yang tinggi di sisi Allah….. Amin.

1 Oktober 2007 - Posted by | Mimpiku

3 Komentar »

  1. hati-hati dengan semua mimpi yang kamu alami, bisa jadi mimpi yang kamu lihat itu adalah sebuah perangkap dari setan yang akan mengarahkanmu pada kesombongan, karena merasa bangga sebab menerima mimpi-mimpi seperti itu, karena setan sangat pandai dalam menyesatkan anak adam

    Komentar oleh ulin nuha | 27 Agustus 2011 | Balas

  2. sepertinya artikel ini ber muatan kesombongan supaya biar orang tau kalo si penulis orang suci yang sering di temui para auliai illah…..hati2 bung di belakang sana masih ada orang yang tertindas karena ulahmu

    Komentar oleh satrio piningit | 21 November 2012 | Balas

  3. Apa yang kami tulis mengenai beberapa mimpi yang kami alami, sebenarnya kami maksudkan hanya agar tidak hilang dari ingatan, karena sesekali mengingat mimpi-mimpi itu maka ada kesan dan kenangan tersendiri bagi kami, dan sayang kalau terlupakan.sekali lagi kami mohon maaf apabila artikel ini menyebabkan ketidak nyamanan bagi pembaca semua.

    Komentar oleh Ashari | 17 Februari 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: