بسم الله الرحمن الرحيم

Dan Syaikhmu adalah Syaikh Abdul Qadir…

ggg1.jpg

Syaikh Abu Umar dan Utsman berkata, “Dalam mimpi aku melihat air sungai Isa berubah menjadi darah dan  nanah.  Air darah tersebut terus meninggi dan aku lari menghindar darinya. Sesampainya di rumahku, seseorang melemparkan kipas seraya berkata kepadaku, ‘Pegang yang kuat’. ‘Alat ini tidak akan kuat menahan berat badanku’ jawabku. Orang itu berkata, ‘Imanmu yang akan menanggung berat badanmu, sekarang pegang kedua sisinya.’ Ketika aku memegang kedua sisinya, aku mendapati diriku berada di atas ranjang bersama beliau. ‘Demi Allah siapakah anda ?’ tanyaku. Beliau menjawab, ‘Aku adalah Nabimu SAW’. Karismanya membuatku gemetar.


Kemudian aku memohon kepada beliau, ‘ Ya RasulaLlah, doakan saya agar meninggal dalam kitab dan sunah’. ‘Ya’ jawab RasuluLlah. Kemudian beliau berkata, ‘dan syaikhmu adalah Syaikh Abdul Qadir’. Dua kali setelah itu aku ucapkan permintaan yang sama dan dua kali pula beliau menjawab dengan jawaban yang sama. Setelah itu aku bangun dan menceritakan apa yang aku lihat kepada ayahku.


Ayahku kemudian mebawaku kepada Syaikh Abdul Qadir, sesampai kami di ribath, beliau sedang berceramah.
Dan karena banyaknya orang kami hanya dapat duduk di barisan terakhir, jauh dari beliau. Tiba-tiba beliau berhenti dan memanggil kami. Kamipun mendekat kepada beliau, membelah kerumunan orang hingga sampai ke kursi beliau. Beliau berkata, “Saudara, engkau tidak akan mendatang kami tanpa alasan”. Lalu beliau memasangkan baju dan kopiah yang beliau pakai kepadaku.


Karena baju yang beliau pasangkan kepadaku kebesaran, ayahku ingin membetulkannya.
Saat itu beliau berkata, ‘bersabarlah sampai semua orang pergi’. Setelah semuanya bubar, dan sang Syaikh turun dari kursinya, ayahku kembali ingin membetulkan bajuku namun ayahku mendapati baju tersebut telah pas terpasang di tubuhku. Ayahku pingsan seketika dan hal tersebut menarik perhatian orang banyak. ‘Bawa dia kemari’ Perintah sang Syaikh.

Kamipun menghadap Syaikh Abdul Qadir yang sedang berada di kubah para wali. Dinamakan demikina karena banyaknya para wali dan rijal-al ghaib– yang datang ke kubah tersebut. Beliau kemudian berkata kepada ayahku, “Bagaimana orang yang dalilnya RasuluLlah SAW dan Syaikhnya Syaikh Abdul Qadir tidak memiliki karamah. Sekarang karamah ini untukmu”. Beliau lalu mengambil kertas dan menuliskan bahwa beliau telah memakaikan jubah sufi (bai’at) kepada kami.

1 Oktober 2007 - Posted by | Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: