<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>بسم الله الرحمن الرحيم</title>
	<atom:link href="http://manakib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manakib.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 03:07:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='manakib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/85fad250fd8816d3ba078b5108aeeeff?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>بسم الله الرحمن الرحيم</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Malu</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/11/13/malu/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/11/13/malu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Al-Qusyairiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[
الله berfirman :
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللّهَ يَرََى
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya الله melihat segala perbuatannya (Al-‘Alaq 14)
رَسُْولُ اللّه SAWW bersabda :
اَلْحَيَاءُ مِنَ الاِيْمَان
“Malu itu sebagian dari iman”.
Suatu hari رَسُْولُ اللّه SAWW memberi pelajaran kepada para sahabat :
اِسْتَحْيُوْامِنَ اللّهِ تَعَالََى  قَالُوْا اِنَّا نَسْتَحْيِيْ يَا نَبِيَّ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ  قَالَ  لَيْسَ ذلِكَ  وَلَكِنْ مَنِ اسْتتَحْيَا مِنَ اللّهِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=911&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-912" title="Galaxi" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/11/gggg.jpg?w=150&#038;h=145" alt="Galaxi" width="150" height="145" /></h3>
<h3><strong>الله</strong> berfirman :</h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong>أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللّهَ يَرََى</strong></h3>
<h3><em>Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya </em><strong><em>الله</em></strong><em> melihat segala perbuatannya (Al-‘Alaq 14)</em></h3>
<h3>رَسُْولُ اللّه SAWW bersabda :</h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong>اَلْحَيَاءُ مِنَ الاِيْمَان</strong></h3>
<h3><em>“Malu itu sebagian dari iman”.</em></h3>
<h3>Suatu hari رَسُْولُ اللّه SAWW memberi pelajaran kepada para sahabat :</h3>
<h3><strong>اِسْتَحْيُوْامِنَ اللّهِ تَعَالََى  قَالُوْا اِنَّا نَسْتَحْيِيْ يَا نَبِيَّ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ  قَالَ  لَيْسَ ذلِكَ  وَلَكِنْ مَنِ اسْتتَحْيَا مِنَ اللّهِ حقَّ الْحَيَّا ءِ فَالْيَحْفَطْ الّرأسَ وَمَا وَعَى وَلِيَحْفَظْ الْبَطْنَ وَمَا حَوَى  وَلِيَذْكُرَ الْمَوْتَ وَالْبَلَى  وَمَنْ اَرادَ الآخِرَةَ تَرَكََ زِيْنَةَ الدُّنْيَا  فَمَنْ فَعَلَ ذلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنَ اللّهِ حَقَّ الْحَيَاء</strong></h3>
<h3><span id="more-911"></span></h3>
<h3><em>Malulah kalian pada </em><strong><em>الله</em></strong><em> dengan sebenar-benar malu”. </em></h3>
<h3><em>Para sahabat menjawab, “Sesungguhnya kami telah merasa malu wahai Nabi Alloh. Kami bersyukur dapat berbuat demikian”. </em></h3>
<h3><em> Beliau bersabda, “Bukan demikian ! akan tetapi orang yang malu pada </em><strong><em>الله</em></strong><em> yang sebenarnya adalah orang yang menjaga kepalanya dan apa yang terekam di dalamnya, menjaga perut dan apa yang dihimpunnya, dan ingatlah kalian pada kematian dan bahayanya. Barang siapa menghendaki ka</em><em>m</em><em>pung akhirat maka tinggalkanlah perhiasan dunia. Barang siapa mampu mengerjakan demikian, maka sungguh dia telah malu kepada </em><strong><em>الله</em></strong><em> dengan sebenar-benar malu”.</em></h3>
<h3>Sebagian orang bijak mengatakan, “Malulah kalian dengan rasa malu yang sesungguhnya di majlis orang-orang yang memiliki rasa malu”.</h3>
<h3>Ibnu Atha’ mengatakan, “Ilmu terbesar adalah rasa segan dan malu. Jika segan dan malu telah hilang, maka tida ada kebaikan yang tersisa di dalamnya”.</h3>
<h3>Dzun Nun Al-Mishri mengatakan, “Rasa malu adalah adanya rasa segan di dalam hati bersamaan dengan keterlepasan segala sesuatu yang telah lewat dari dirimu menuju ke hadirat Tuhanmu”.</h3>
<h3>Dikatakan, “Cinta adalah berbicara, rasa malu adalah diam membisu, dan rasa takut adalah kegelisahan”.</h3>
<h3>Abu Utsman mengatakan, “Orang yang berbicara dengan suasana hati yang diliputi rasa malu, tetapi apa yang dibicarakannya tidak di dalam suasana rasa malu karena <strong>الله</strong> maka dia adalah orang yang menipu”.</h3>
<h3>Hasan Al-Hadad bertamu ke rumah AbduLlah bin Manazil.</h3>
<h3>“Dari mana kamu, “ Tanya tuan rumah.</h3>
<h3>“Dari majlis Abul Qasim Al-Mudzakir”.</h3>
<h3>“Tentang apa dia berbicara ?”.</h3>
<h3>“Tentang malu”.</h3>
<h3>“Sungguh mengherankan orang yang tidak punya rasa malu kepada <strong>الله</strong> bagaimana dia bisa berbicara masalah malu ?”</h3>
<h3>As-Sirri As-Saqathi bekata, “Sesunggunya rasa malu dan jinak  memasuki hati. Jika di dalamnya keduanya menemukan zuhud dan wara’ maka keduanya akan turun. Jika tidak, maka keduanya akan pergi”.</h3>
<h3>Ahmad Al-Jariri mengatakan, “Sebagian manusia pada kurun pertama bekerja sama dengan agama dalam hal-hal di antara mereka hingga agama menjadi tipis. Kemudian pada kurun kedua bekerja sama dengan pemenuhan janji hingga pemenuhan itu sendiri itu hilang. Kemudian pada kurun ketiga bekerjasama dengan keperwiraan hingga keperwiraan itu sendiri hilang. Kemudian pada kurun keempat bekerja sama dengan rasa malu hingga rasa malu itu hilang. Dan akhirnya jadilah api yang bekerja sama dengan kesenangan dan ketakutan. Dikatakan dalam firman-Nya :</h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong>وَلَقَدْْ أَهَمَّ بِهِ وَهَمَّ بِِهَا  لَوْلآ أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِِّهِ</strong></h3>
<h3><em>“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya” (Yusuf 20)</em></h3>
<h3>Sesungguhnya burhan atau tanda kebesaran Tuhan (bukti) melemparkan pakaian pada wajah berhala di sisi rumah. Yusuf AS berkata, “Apa yang sedang kamu kerjakan ?”</h3>
<h3>Burhan tadi menjawab, “Saya malu pada <strong>الله</strong>”.</h3>
<h3>Yusuf  AS pun menimpalinya, “Saya lebih utama daripada kamu untuk malu kepada <strong>الله</strong>”.</h3>
<h3>Di dalam firman-Nya disebutkan, “</h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong>فَجَاءتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِى عَلَى اسْتِحْيَاءِ</strong></h3>
<h3><em>Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan kemalu-maluan (Al-Qashas 25)</em></h3>
<h3>Ayat ini ditafsiri dengan mengartikan sesungguhnya wanita itu malu kepada Musa  AS karena berani memintanya untuk datang bertamu ke rumahnya. Dia malu pada kemungkinan tidak bersedianya Musa AS atas undanganya. Sifat pengundang yang malu ini merupakan cermin dari sifat malu yang mulia.</h3>
<h3>Abu Sulaiman Ad-Darani menuturkan bahwa <strong>الله</strong> berfirman, “<em>Hai Hamba-Ku sesungguhnya engkau tidak malu kepada-Ku padahal Aku telah menjadikan manusia lupa pada aib-aibmu, menjadikan bumi lupa pada dosa-dosamu, menghapus keteledoranmu dari kitab catatan induk dan tidak akan mendebat hasil hitungan (catatan amalmu) pada hari kiyamat”.</em></h3>
<h3><em> </em></h3>
<h3><em> </em>Diceritakan ada seorang lelaki mengerjakan shalat di luar masjid, lalu ditanyakan kepadanya, “Mengapa kamu tidak masuk saja dan mengerjakan shalat di dalamnya ?” Dia menjawab, “Saya malu kepada <strong>الله</strong> untuk masuk ke dalam rumah-Nya sementara saya sering bermaksiyat kepada-Nya”.</h3>
<h3>Dikatakan diantara tanda-tanda orang yang punya rasa malu adalah tidak melihat “tempat” yang dipandang memalukan.</h3>
<h3>Sekelompok ulama sufi bercerita,  Kami di waktu malam pernah melakukan perjalanan jauh dan melewati berbagai tempat yang menjadi sarang harimau. Tiba-tiba di tempat itu kami menemukan seorang laki-laki yang sedang tidur sementara kudanya dibiarkan merumput di samping kepalanya. Kami mencoba menggerakkan tubuhnya dan iapun terbangun.</h3>
<h3>“Tidakkah kamu takut tidur di tempat yang menakutkan. Ini adalah tempat sarang harimau”. Kata kami mencoba mengingatkannya.</h3>
<h3>Namun lelaki itu tidak menampakkan ketakutan sama sekali di raut wajahnya. Dia mengangkat kepalanya lalu mengatakan, “Saya malu kepada <strong>الله</strong> untuk takut pada selain-Nya”. Dia kembali meletakkan kepalanya dan tertidur.</h3>
<h3><strong>الله</strong> memberi wahyu kepada Nabi Isa AS, <em>“Nasihatilah dirimu, jika telah menasehati dirimu maka nasihatilah manusia. Jika tidak malulah kamu kepada-Ku untuk memberi nasihat kepada manusia”.</em></h3>
<h3>Dikatakan, malu memiliki beberapa bentuk. Malu karena satu pelanggaran sebagaimana Adam AS ketika ditanyakan kepadanya “Apakah kamu akan lari dari Kami ?” lalu dijawab, “Tidak bahkan malu kepada-Mu”.</h3>
<h3>Malu karena kekurangan sebagaimana yang dikatakan para malaikat, “Maha Suci Engkau tidaklah kami dapat menyembah-Mu sebenar-benar penyembahan”.</h3>
<h3>Malu karena pengagungan sebagaimana malaikat Israfil AS ketika mengenakan sayapnyan karena malu kapada <strong>الله</strong>.</h3>
<h3>Malu karena kemuliaan sebagaimana رَسُْولُ اللّه SAWW yang malu pada umatnya yang hendak meminta mereka keluar (dari acara undangan perjamuan akan tetapi beliau malu mengatakan, maka <strong>الله</strong> berfirman :</h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong>ولآ مُسْتَأ نِسِيْنَ لِحَدِيْثً</strong></h3>
<h3><em>Dan janganlah kalian terlalu asyik memperpanjang percakapan (Al-Ahzab 53)</em>.</h3>
<h3>Malu karena hubungan kerabat sebagaimana Imam Ali RA ketika ditanya Miqdad bin Aswad tentang masalah <em>madzi </em>sampai dia menanyakannya kepada رَسُْولُ اللّه SAWW, dia malu karena mengingat kedudukan Fatimah RA sebagai puteri رَسُْولُ اللّه SAWW yang menjadi isterinya.</h3>
<h3>Malu karena perendahan sebagaimana Nabi Musa AS yang mengatakan, “Sesungguhnya saya butuh sedikit dunia yang membuat saya malu untuk meminta kepada-Mu wahai Tuhan”. <strong>الله</strong> pun menimpalinya, “Mintalah kepada-Ku hingga adonanmu tergarami dan kambingmu diberi makan”.</h3>
<h3>Malu karena penganugerahan. Malu semacam ini merupakan sifat malu milik Tuhan yang terjadi ketika Dia menyodorkan buku catatan kepada hamba setelah dia selesai melewati shiratal mustaqim menuju surga. Tuhan memberikan buku catatan itu dalam keadaan tertutup rapat seraya mengatakan, “Enkau telah melakukan ….engkau telah melakukan…. Saya sungguh malu untuk menampakkan catatan itu kepadamu. Pergi, dan saya benar-benar telah mengampunimu”.</h3>
<h3>Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq mengatakan bahwa Yahya bin Muadz mengatakan, “Maha Suci Dzat yang hamba-Nya berbuat dosa namun Dia malu kepadanya”.</h3>
<h3>Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Ada lima tanda kesengsaraan yaitu hati yang keras, mata yang beku, sedikit malu, cinta dunia, dan panjang angan-angan”. Dalam sebagian kitab disebutkan, “<em>tidak ada seorang hambapun yang mencapai separuh hak-Ku. Dia berdoa kepada-Ku dan Saya malu menolaknya. Di bermaksiyat kepada-Ku tetapi tidak malu kepada-Ku”.</em></h3>
<h3>Yahya bin Muadz mengatakan, “Barang siapa malu kepada <strong>الله</strong> dalam keadaan ta’at, maka <strong>الله</strong> akan malu kepadanya ketika dia melakukan dosa”. Syaikh Abu Ali Ad-Daqaq mengatakan, “Ketahuilah sesungguhnya malu mengharuskan pencarian”.. dikatakan pula, malu adalah pengerutan hati untuk pengagungan Tuhan. Dikatakan, jika seseorang duduk untuk memberikan peringatan kepada manusia, maka dua malaikat memangggilnya seraya berkata, “Nasihatilah dirimu dengan apa-apa yang kamu nasihatkan kepada kawanmu. Jiak tidak, maka malulah kepada Tuhanmu Yang selalu melihatmu.</h3>
<h3>Al-Junaid ditanya tentang malu, lalu dijawab,” Memandang buruk dan kurang  terhadap perbuatan baikmu. Diantara dua perbuatan itu akan lahir suatu kondisi yang dinamakan malu”</h3>
<h3>Muhammad Al Washiti berkata, “Tidak akan merasakan kelezatan malu seseorang yang merobek ketentuan hukum atau melanggar janji”.</h3>
<h3>Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq mengatakan, “Malu adalah meninggalkan pengakuan di hadapan <strong>الله</strong>”. Abu Bakar Al-Warraq berkata, “Terkadang saya shalat dua reka’at karena <strong>الله</strong> lalu berpaling dari keduanya. Kondisi saya dalam posisi sebagai orang yang berpaling dari pencurian semacam ini merupakan bentuk rasa malu”.</h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/911/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=911&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/11/13/malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/11/gggg.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Galaxi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetaplah berjalan jangan berhenti</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/10/22/tetaplah-berjalan-jangan-berhenti/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/10/22/tetaplah-berjalan-jangan-berhenti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 07:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-HIkam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=901</guid>
		<description><![CDATA[
Manakala seorang salik berkeinginan untuk berhenti pada sesuatu yang telah dibukakan untuk dirinya (dari beberapa ma’rifat), niscaya akan ada seruan dari alam hakikat “Sesungguhnya yang engkau cari (bukan itu) tetapi masih berada di depanmu”. Dan manakala ditampakkan keindahan alam semesta (yang menarik hati untuk condong kepadanya, maka hakikatnya akan menyeru, “Sesungguhnya aku ini adalah fitnah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=901&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><img class="aligncenter size-full wp-image-903" title="4" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/10/4.jpg?w=148&#038;h=99" alt="4" width="148" height="99" /></h3>
<h3>Manakala seorang <em>salik </em>berkeinginan untuk berhenti pada sesuatu yang telah dibukakan untuk dirinya (<em>dari beberapa ma’rifat), </em>niscaya akan ada seruan dari alam hakikat “Sesungguhnya yang engkau cari (bukan itu) tetapi masih berada di depanmu”. Dan manakala ditampakkan keindahan alam semesta (yang menarik hati untuk condong kepadanya, maka hakikatnya akan menyeru, “Sesungguhnya aku ini adalah fitnah oleh karena itu janganlah engkau kufur”.</h3>
<p><span id="more-901"></span></p>
<h3>Orang yang menempuh perjalanan menuju Alloh akan ditampakkan di tengah perjalanannya berbagai cayaha dan rahasia-rahasia. Apabila timbul keinginan untuk berhenti pada penampakan-penampakan itu, dimana ia berkeyakinan bahwa ia telah sampai pada tujuan dan ma’rifah, niscaya akan ada seruan yang lembut (hatif) dari alam hakikat, “sesungguhnya sesuatu yang engkau cari masih berada di depanmu, oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam berjalan dan jangan berhenti”. Dan manakala diperlihatkan keelokan dunia dan alam semesta beserta kecantikannya sehingga membuat hati condong dan tertarik kepadanya, niscaya ia akan dipanggil dari alam hakikat, “sesungguhya aku adalah fitnah maka janganlah engkau kufur dan pejamkanlah matamu dari semua itu dan janganlah engkau berpaling kepadanya, dan abadikan <em>suluk </em>(perjalananmu)”.</h3>
<h3>Ketahuilah sesungguhnya apabila engkau masih memiliki hasrat dan keinginan selain Alloh berarti engkau masih dalam perjalanan yang jauh dan belum sampai tujuan. Jika engkau membersihkan segala keinginanmu, niscaya telah sampailah engkau. Alangkah sesuainya apa yang disampaikan oleh Abul Hasan At-Tustari mengenai hal di atas :</h3>
<h3>Dan janganlah engkau menoleh kepada yang lain dalam perjalananmu</h3>
<h3>Karena sesungguhnya segala sesuatu selain Alloh akan berubah</h3>
<h3>Maka jadikanlah dzikir kepada-Nya sebagai perisai</h3>
<h3>Pada kesempatan lain dikatakan,” Ingatlah jika engkau ingin mendapatkan bagian dari apa yang diperoleh para kekasih Alloh, wajib bagi kamu untuk meninggalkan manusia kecuali mereka yang dapat menunjukkanmu jalan kepada Alloh baik dengan isyarah yang benar dan amal yang kokoh yang tidak berlawanan dengan kitab dan sunah, dan berpalinglah dari dunia secara keseluruhan. Dan janganlah kamu termasuk golongan orang yang berpaling dari dunia akan tetapi mengharapkan sesuatu yang lain, akan tetapi jadikanlah keberpalingan itu menuju penghambaan kepada Alloh SWT yang memerintahkanmu untuk berpaling dari musuh-Nya. Apabila engkau telah mendapatkan dua perkara ini (berpaling dari manusia dan zuhud atas dunia) maka engkau akan teguh bersama Alloh dengan ber<em>muraqabah </em>kepada-Nya, senantiasa bertaubat, beristighfar dan senantiasa kembali kepada-Nya, tunduk dengan hukum-hukum-Nya, dan <em>istiqamah</em></h3>
<h3>Adapun penafsiran masalah di atas yaitu, bahwa engkau berdiri sebagai hamba Alloh dan selalu mengawasi hatimu agar hatimu tidak melihat sesuatu di dunai ini selain Dia. Apabila datang di hatimu sesuatu selain Dia, maka akan ada seruan kebenaran (<em>hatif yang haq) </em>yang berkata, “Sesungguhnya engkau telah buta dari jalan kebenaran. Bagaimana engkau berdiri dihadapan Alloh dengan keadaan seperti itu sementara engkau telah pula mendengarkan firman-Nya</h3>
<h3><em>وَكَانَ</em><em> اللّهُ </em><em> عَلَى </em><em>كُلِّ </em><em>شَيْءٍ</em><em> رَ</em><em> </em><em>قِيْبَا<br />
</em><em> </em></h3>
<h3><em>,”</em><em> ” </em> <em>Dan sesungguhnya Alloh mengawasi segala sesuatu”. </em></h3>
<h3>Maka pada saat itu akan tumbuhlah rasa malu pada dirimu yang akan membawamu kepada taubat dan semestinya engkau abadikan taubatmu</h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/901/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=901&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/10/22/tetaplah-berjalan-jangan-berhenti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/10/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihan-Nya adalah yang terbaik</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/10/14/pilihan-nya-adalah-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/10/14/pilihan-nya-adalah-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 03:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-HIkam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[Janganlah engkau menuntut dari-Nya agar Dia mengeluarkanmu dari suatu keadaan dan menjadikanmu pada kondisi yang lain yang engkau inginkan, karena jika Dia menghendaki niscaya Dia akan menjadikanmu sesuai yang engkau inginkan tanpa harus mengeluarkanmu dari keadaanmu yang sekarang.

Sebagaimana seseorang berada dalam suatu keadaan atau kondisi yang tidak ia suka baik itu berhubungan dengan masalah dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=897&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Janganlah engkau menuntut dari-Nya agar Dia mengeluarkanmu dari suatu keadaan dan menjadikanmu pada kondisi yang lain yang engkau inginkan, karena jika Dia menghendaki niscaya Dia akan menjadikanmu sesuai yang engkau inginkan tanpa harus mengeluarkanmu dari keadaanmu yang sekarang.</h3>
<h3><span id="more-897"></span></h3>
<h3>Sebagaimana seseorang berada dalam suatu keadaan atau kondisi yang tidak ia suka baik itu berhubungan dengan masalah dunia atau agama, maka tidak semestinya dia berkeinginan keluar dari keadaan tersebut atas inisiatif sendiri dan berpaling dari <strong><em>hukum waktu </em></strong>–nya, karena yang demikian ini sama saja ia menginginkan sesuatu yang tidak di wujudkan oleh Alloh SWT pada saat itu sebagaimana diterangkan pada bab terdahulu :</h3>
<h3>ما ترك من الجهل شيئا من اراد ان يحدث في الوقت غير ما اظهره الله فيه</h3>
<h3>Tidak terlepas dari sifat kebodohan, orang yang hendak mengadakan sesuatu pada waktu yang الله tidak mengadakannya pada saat itu</h3>
<h3>Maka yang mesti ia lakukan adalah tidak berpaling dari hukum waktu dan tidak mencari sesuatu dari Tuhannya agar Ia dikeluarkan dari keadaan tersebut, karena yang demikian ini termasuk memilih-milih sesuatu untuk keinginan dirinya bukan menyerahkan pilihan Tuhan untuk dirinya. Oleh karena itu yang terbaik adalah ber-<em>adab- </em>/ tatakrama yang baik dihadapan-Nya dan memilih kehendak-Nya daripada kehendak diri sendiri. Apabila sudah demikian, maka akan tampak jelas kebenaran keadaan dirinya dan akan terlihat jelas kecintaan / mahabah nya kepada Alloh Ta’ala. Maka ia akan berbuat sebagaimana perbuatan kekasih, sementara ia tetap pada keadaan / ahwalnya tanpa harus keluar dari ahwal tersebut. Maka jadilah ia ketika itu sebagai orang yang selalu dalam kehendak Alloh bukan kehendak diri sendiri, dan pasti hal itu lebih baik daripada apa yang ia pilih untuk dirinya.</h3>
<h3>Di dalam kitab Tanwir dikisahkan, diantara mereka ada yang berkata :</h3>
<h3>“Aku pernah menginginkan jika aku dapat meninggalkan semua sebab-sebab rizki (tidak bekerja / <em>bertajrid</em>) sementara setiap hari aku bisa mendapatkan dua potong roti. Dan yang demikian ini aku maksudkan agar aku dapat santai dari kepayahan mencari rizki”.</h3>
<h3>Orang tersebut melanjutkan kisahnya :</h3>
<h3>“Maka suatu saat aku dimasukkan ke dalam penjara, dan di sana setiap hari aku mendapatkan dua potong roti sampai waktu yang cukup lama, hingga aku merasa sangat bosan. Maka aku memikirkan masa laluku yang menginginkan dua potong roti setiap hari, sehingga terbersit dalam hatiku sebuah suara, “<em>Sesungguhnya engkau menginginkan dari-Ku dua potong roti setiap hari akan tetapi engkau tidak meminta kepada-Ku kebaikan dan keselamatan. Oleh karena itu Aku beri engkau apa yang engkau minta”. </em> Maka aku mohon ampun dan kembali kepada Alloh dan tiba-tiba pintu penjara terketuk sehingga aku selamat dapat keluar dan kembali ke tempat tinggalku”.</h3>
<h3>Maka beretikalah wahai orang mukmin dan janganlah engkau meminta untuk dikeluarkan dari suatu keadaan atau dimasukkan dalam suatu keadaan yang lain, karena yang demikian ini termasuk <em>su’ul adab</em> bersama Alloh. Bersabarlah engkau dari pada keluar dari suatu keadaan atas inisiatif dirimu sendiri, mungkin akan engkau dapatkan apa yang engkau inginkan, akan tetapi tidak engkau dapatkan kedamaian di dalamnya.</h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/897/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=897&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/10/14/pilihan-nya-adalah-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bocah Misterius</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/10/07/bocah-misterius/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/10/07/bocah-misterius/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=886</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Hey kamu&#8230; mari sini!&#8221; sapa Luqman halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.
&#8220;Siapa nama kamu&#8230;? Dari mana kamu asalnya &#8230;?&#8221; tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya Luqman gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.
Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik mendelik ke arah Luqman dan tertawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=886&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><img class="aligncenter size-full wp-image-889" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/10/images1.jpg?w=124&#038;h=93" alt="images" width="124" height="93" /></h3>
<h3>&#8220;Hey kamu&#8230; mari sini!&#8221; sapa Luqman halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.</h3>
<h3>&#8220;Siapa nama kamu&#8230;? Dari mana kamu asalnya &#8230;?&#8221; tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya Luqman gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.</h3>
<h3>Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik mendelik ke arah Luqman dan tertawa menyeringai! Tawa bocah itu membuat Luqman melepaskan pegangannya seketika.</h3>
<h3>Luqman merasa bocah ini bukanlah anak sembarangan. Sungguh pun penampilannya kayak bocah biasa. Kaos plus celana pendek. Agak lusuh, tapi bersih.</h3>
<h3><span id="more-886"></span></h3>
<h3>Luqman melihat mata bocah itu. Mata itu bukanlah mata anak manusia pada umumnya. Ditambah lagi, sebelumnya Luqman tidak pernah melihat bocah itu di kampungnya. Luqman sudah bertanya ke sana kemari, adakah tetangga kampungnya atau orang di kampungnya yang mengenali siapa bocah itu dan siapa keluarganya. Semua orang yang ditanya Luqman menggelengkan kepala, tanda tidak tahu&#8230;.</h3>
<h3>Bocah itu menjadi pembicaraan di Kampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini, bagi orang kampung, menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan ke sana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plastik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Pemandangan tak mengenakkan ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.</h3>
<h3>Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya.</h3>
<h3>Luqman mendapat laporan dari orang-orang di kampungnya mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memeragakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi kemudian orang itu dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.</h3>
<h3>Luqman memutuskan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap ba’da dzuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!</h3>
<h3>Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu hadir. Benar, ia menari-nari sambil menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas mengundang orang lain untuk menelan ludah tanda ingin meminum es itu juga. Luqman menegurnya. Cuma ya itu tadi. bukannya takut, bocah itu malahan mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar menelan Luqman.</h3>
<h3>&#8220;Bismillah&#8230;&#8221; Luqman kembali mencengkram tangan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir kalau memang bocah itu adalah bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan, apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu &#8220;bocah beneran&#8221; pun, ia akan mencari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.</h3>
<h3>Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman menyentakkan tangannya, menyeret halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan mata penuh tanya orang-orang yang melihatnya.</h3>
<h3>&#8221; Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukannya ini adalah kepunyaan saya?&#8221; tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman seakan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.</h3>
<h3>&#8220;Maaf ya&#8230; Itu karena kamu melakukannya di bulan puasa&#8230;,&#8221; jawab Luqman dengan halus, &#8220;apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa&#8230; Lalu bukannya ikut menahan lapar dan haus, kamu malah menggoda orang dengan tingkahmu itu&#8230;.&#8221;</h3>
<h3>Sebenarnya Luqman masih mau mengeluarkan unek-uneknya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap mata Luqman lebih tajam lagi&#8230;</h3>
<h3>&#8220;Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal itu ketimbang saya&#8230;? Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?</h3>
<h3>Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?</h3>
<h3>Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?</h3>
<h3>Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal?</h3>
<h3>Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja kalian menahan rasa lapar dan haus? Ketika beduk magrib bertalu, ketika azan magrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian&#8230;?&#8221;</h3>
<h3>Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi Luqman kesempatan menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata demikian tegas dan terdengar sangat &#8220;menusuk&#8221;, kini ia bersuara lirih, mengiba.</h3>
<h3>&#8220;Ketahuilah Tuan&#8230;. Kami berpuasa tanpa ujung &#8230; Kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan berpuasa sepanjang siang saja.</h3>
<h3>Dan ketahuilah Tuan, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuanlah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?</h3>
<h3>Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian juga menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?</h3>
<h3>Tuan&#8230; sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya.</h3>
<h3>Tuan&#8230; kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan Ramadhan ini. Apa yang saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami&#8230;</h3>
<h3>Tuan, sadarkah Tuan akan ketidakabadian harta? Lalu mengapakah masih saja mendekap harta secara berlebih?</h3>
<h3>Tuan&#8230; sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?</h3>
<h3>Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat. Tahukah Tuan, akan adanya azab Tuhan yang menimpa&#8230;?</h3>
<h3>Tuan&#8230; jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan&#8230; jangan merasa perut &#8216; kan kenyang esok lantaran tersimpan pangan &#8216;tuk setahun. Tuan&#8230; jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi, kelak&#8230;&#8221;</h3>
<h3>Wuah&#8230; entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Perkataan demi perkataan meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!</h3>
<h3>Hal ini menambah keyakinan Luqman bahwa bocah ini bukan bocah sembarangan.</h3>
<h3>Habis berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.</h3>
<h3>Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di depan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!</h3>
<h3>Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, kembali ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa betullah adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.</h3>
<h3>Bocah tadi juga memberi Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada di atas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.</h3>
<h3>Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.</h3>
<h3>Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.</h3>
<h3>Sekarang yang ada di pikirannya, mau dipercaya atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki kebercahayaan hati.</h3>
<h3>Pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.</h3>
<h3>Kami terus berpuasa meski bukan saatnya berpuasa,</h3>
<h3>lantaran ketiadaan makanan,</h3>
<h3>lantaran ketiadaan minuman.</h3>
<h3>Kami berpuasa tanpa ujung!</h3>
<h3>kami lapar&#8230; sementara perut kalian kenyang.</h3>
<h3>Kami sakit, tanpa ada obat, apalagi biaya berobat&#8230;</h3>
<h3>sementara kalian menambah terus kesakitan kami</h3>
<h3>dengan mempertontonkan kemewahan dunia di hadapan kami&#8230;</h3>
<h3>di depan mata kami&#8230;.</h3>
<h3>yang sedang berpakaian kemiskinan.</h3>
<h3>Kami menangis, kami merintih,</h3>
<h3>adakah di antara kalian yang peduli &#8230;?</h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/886/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=886&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/10/07/bocah-misterius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/10/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUKTI TAWASUL NABI NUH KEPADA RASULULLAH SAWW</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/10/02/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada-rasulullah-saww/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/10/02/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada-rasulullah-saww/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 06:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[
Pada bulan Juli 1951 sebuah tim yang terdiri
dari ahli-ahli Rusia melakukan penelitian terhadap
Lembah Kaat. Sepertinya mereka tertarik untuk menemukan
sebuah tambang baru di daerah tersebut.
Dalam penelitiannya mereka menemukan beberapa
potong kayu di daerah tersebut berserakan.
Mereka kemudian mulai menggali tempat tersebut
dengan tujuan untuk menemukan sesuatu yang berharga.
Tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan
kumpulan potongan-potongan kayu tertimbun di situ.
Salah seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=882&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-883" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg?w=124&#038;h=93" alt="images" width="124" height="93" /></p>
<p>Pada bulan Juli 1951 sebuah tim yang terdiri<br />
dari ahli-ahli Rusia melakukan penelitian terhadap<br />
Lembah Kaat. Sepertinya mereka tertarik untuk menemukan<br />
sebuah tambang baru di daerah tersebut.<br />
Dalam penelitiannya mereka menemukan beberapa<br />
potong kayu di daerah tersebut berserakan.</p>
<p>Mereka kemudian mulai menggali tempat tersebut<br />
dengan tujuan untuk menemukan sesuatu yang berharga.<br />
Tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan<br />
kumpulan potongan-potongan kayu tertimbun di situ.<br />
Salah seorang ahli yang ikut serta memperkirakan,<br />
setelah meneliti beberapa lapisanya, bahwa kayu-kayu<br />
tersebut bukanlah kayu yang biasa, dan menyimpan rahasia<br />
yang sangat besar di dalamnya.</p>
<p><span id="more-882"></span></p>
<p>Mereka mengekskavasi tempat tersebut dengan penuh keingintahuan.<br />
Mereka menemukan cukup banyak potongan-potongan<br />
kayu di daerah penggalian tersebut, dan<br />
di samping itu mereka juga menemukan hal-hal<br />
lain yang sangat menarik. Mereka juga menemukan<br />
sepotong kayu panjang yang berbentuk persegi.<br />
Mereka sangatlah terkejut setelah mendapati<br />
bahwa potongan kayu yang berukuran 14 X 10 inchi<br />
tersebut ternyata kondisinya jauh lebih baik<br />
dibandingkan potongan-potongan kayu yang lain.<br />
Setelah waktu penelitian yang memakan waktu yang<br />
cukup lama, hingga akhir tahun 1952, mereka<br />
mengambil kesimpulan bahwa potongan kayu tersebut<br />
merupakan potongan dari bahtera Nabi Nuh a.s.<br />
yang terdampar di puncak Gunung Calff (Judy).<br />
Dan potongan (pelat) kayu tersebut,<br />
di mana terdapat beberapa ukiran dari<br />
huruf kuno, merupakan bagian dari bahtera tersebut.</p>
<p>Setelah terbukti bahwa potongan kayu<br />
tersebut merupakan potongan kayu dari<br />
bahtera Nabi Nuh a.s., timbullah pertanyaan<br />
tentang kalimat apakah yang tertera di<br />
potongan kayu tersebut. Sebuah dewan yang<br />
terdiri dari kalangan pakar dibentuk oleh<br />
Pemerintah Rusia di bawah Departemen Riset<br />
mereka untuk mencaritahu makna dari tulisan<br />
tersebut. Dewan tersebut memulai kerjanya pada<br />
tanggal 27 Februari 1953.<br />
Berikut adalah nama-nama dari anggota dewan tersebut:<br />
1. Prof. Solomon, Universitas Moskow<br />
2. Prof. Ifa Han Kheeno, Lu Lu Han College , China<br />
3. Mr. Mishaou Lu Farug, Pakar fosil<br />
4. Mr. Taumol Goru, Pengajar Cafezud College<br />
5. Prof. De Pakan, Institut Lenin<br />
6. Mr. M. Ahmad Colad, Asosiasi Riset Zitcomen<br />
7. Mayor Cottor, Stalin College</p>
<p>Kemudian ketujuh orang pakar ini setelah<br />
menghabiskan waktu selama delapan bulan<br />
akhirnya dapat mengambil kesimpulan bahwa<br />
bahan kayu tersebut sama dengan bahan kayu<br />
yang digunakan untuk membangun bahtera Nabi<br />
Nuh a.s., dan bahwa Nabi Nuh a.s. telah meletakkan<br />
pelat kayu tersebut di kapalnya demi keselamatan dari<br />
bahtera tersebut dan untuk mendapatkan ridho Illahi.</p>
<p>Terletak di tengah-tengah dari pelat tersebut adalah<br />
sebuah gambar yang berbentuk telapak tangan dimana juga terukir<br />
beberapa kata dari bahasa Saamaani.<br />
Mr. N.F. Max, Pakar Bahasa Kuno, dari Mancester, Inggris telah<br />
menerjemahkan kalimat yang tertera di pelat tersebut menjadi:<br />
&#8220;Ya Allah, penolongku! Jagalah tanganku dengan kebaikan dan bimbingan<br />
dari dzatMu Yang Suci, yaitu Muhammad, Ali, Fatima, Shabbar dan Shabbir.<br />
Karena mereka adalah yang teragung dan termulia.<br />
Dunia ini diciptakan untuk mereka maka tolonglah aku demi nama mereka.&#8221;</p>
<p>Semuanya sangatlah terkejut setelah mengetahui arti<br />
tulisan tersebut. Terutama yang membikin mereka<br />
sangatlah bingung adalah kenapa pelat kayu tersebut<br />
setelah lewat beberapa abad tetap dalam keadaan utuh dan tidak rusak sedikitpun.<br />
Pelat kayu tersebut saat ini masih disimpan dengan<br />
rapih di Pusat Penelitian Fosil Moskow di Rusia.</p>
<p>Jika anda sekalian mempunyai waktu untuk mengunjungi<br />
Moskow, maka mampirlah di tempat tersebut, karena pelat<br />
kayu tersebut akan menguatkan keyakinan anda terhadap kedudukan Ahlul Bayt a.s.</p>
<p>Terjemahan kalimat tersebut telah dipublikasikan antara lain di:<br />
1. Weekly &#8211; Mirror, Inggris 28Desember 1953<br />
2. Star of Britain , London , Manchester 23 Januari 1954<br />
3. Manchester Sunlight, 23Januari 1954<br />
4. London Weekly Mirror, 1Februari 1954<br />
5. Bathraf Najaf , Iraq 2 Februari 1954<br />
6. Al-Huda, Kairo 31 Maret 1954<br />
7. Ellia &#8211; Light, Knowledge &amp; Truth, Lahore 10 Juli 1969</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/882/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=882&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/10/02/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada-rasulullah-saww/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/06/25/870/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/06/25/870/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 03:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Al-Qusyairiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم
الله  SWT berfirman :
ألالله الدين الخالص
Iungatlah bagi Allah agama yang murni (Az-Zumar 3)
ari sahabat Anas bin Malik bahwa RasuluLlah bersabda :
ثلاث لا يغل عليهم قلب مسلم : اخلاص العمل لله تعالى, ومناصحة ولاة الامور, ولزوم جماعة المسلمين
 
Tiga perkara yang tidak bisa dikhianati hati seorang muslim, yaitu keikhlasan amal karena Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=870&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><strong><a href="http://216.239.61.132/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://9238579348798.blogspot.com/2009/06/ikhlash.html&amp;prev=hp&amp;rurl=translate.google.com&amp;usg=ALkJrhh6VF9QSjewj-LbwAl-wUWoeLeT3A" target="_blank"><img class="alignleft size-full wp-image-871" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/06/images1.jpg?w=150&#038;h=113" alt="images" width="150" height="113" /></a>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></h3>
<h3><strong>الله </strong> SWT berfirman :</h3>
<h3><strong>ألالله الدين الخالص</strong></h3>
<h3><em>Iungatlah bagi Allah agama yang murni (Az-Zumar 3)</em></h3>
<h3>ari sahabat Anas bin Malik bahwa RasuluLlah bersabda :</h3>
<h3><strong>ثلاث لا يغل عليهم قلب مسلم : اخلاص العمل لله تعالى, ومناصحة ولاة الامور, ولزوم جماعة المسلمين</strong></h3>
<h3><strong> </strong></h3>
<h3><em>Tiga perkara yang tidak bisa dikhianati hati seorang muslim, yaitu keikhlasan amal karena Allah SWT, saling menasihati dalam penguasaan masalah, dan tetapnya jama’ah umat Islam.</em></h3>
<h3>yaikh Abu Ali Ad-Daqaq berkata, “Ikhlash adalah penunggalan Al-Haqq dalam mengarahkan semua orientasi ketaatan. Dia dengan ketaatannya dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata, tanpa yang lain, tanpa dibuat-buat, tanpa ditujukan untuk makhluk, tidak untuk mencari pujian manusia atau makna-makna lain selain pendekatan diri kepada Allah SWT”. Bisa juga dikatakan bahwa ikhlas merupakan penjernihan perbuatan dari campuran semua makhluk atau pemeliharaan sikap dari pengaruh-pengaruh pribadi.</h3>
<h2 style="text-align:center;"><a href="http://216.239.61.132/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://9238579348798.blogspot.com/2009/06/ikhlash.html&amp;prev=hp&amp;rurl=translate.google.com&amp;usg=ALkJrhh6VF9QSjewj-LbwAl-wUWoeLeT3A" target="_blank">Baca Selengkapnya</a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/870/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/870/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/870/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=870&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/06/25/870/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/06/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdullah bin Khubaiq</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/06/24/abdullah-bin-khubaiq/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/06/24/abdullah-bin-khubaiq/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 03:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manakib Aulia yang lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[
Namannya Abu Muhammad Abdullah bin Khubaiq, termasuk seorang Sufi yang sangat zuhud, berasal dari Kufah, tinggal di Antakia dan bersahabat dengan Yusuf bin Asbath.
Diantara mutiara nasehatnya adalah :
Baca Selengkapnya di sini
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=864&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;"><a href="http://9238579348798.blogspot.com/2009/06/abdullah-bin-khubaiq.html" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-868" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/06/images.jpg?w=150&#038;h=112" alt="images" width="150" height="112" /></a></h2>
<h2>Namannya Abu Muhammad Abdullah bin Khubaiq, termasuk seorang Sufi yang sangat zuhud, berasal dari Kufah, tinggal di Antakia dan bersahabat dengan Yusuf bin Asbath.</h2>
<h2>Diantara mutiara nasehatnya adalah :</h2>
<h2 style="text-align:center;"><a class="wpGallery" href="http://9238579348798.blogspot.com/2009/06/abdullah-bin-khubaiq.html" target="_blank">Baca Selengkapnya di sini</a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/864/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=864&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/06/24/abdullah-bin-khubaiq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/06/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syaikh Ruslan Ad-Dimasyqi</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/06/20/syaikh-ruslan-ad-dimasyqi/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/06/20/syaikh-ruslan-ad-dimasyqi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 04:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manakib Aulia yang lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=861</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah seorang Syaikh terbesar di Syam dan kepala para wali. Beliau dianugerahi berbagai karamah dan beberapa kejadian supranatural. Beliau dianugerahi berbagai karamah dan beberapa kejadian supranatural. Beliau menduduki puncak ma&#8217;rifat dan hakikat serta kedekatan. Beliau menduduki puncak ma&#8217;rifat dan hakikat serta kedekatan. Dikaruniai pula ketersingkapan (kasyaf) luar biasa. Dikaruniai pula ketersingkapan (kasyaf) luar biasa.
Beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=861&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>Beliau adalah seorang Syaikh terbesar di Syam dan kepala para wali. Beliau dianugerahi berbagai karamah dan beberapa kejadian supranatural. Beliau dianugerahi berbagai karamah dan beberapa kejadian supranatural. Beliau menduduki puncak ma&#8217;rifat dan hakikat serta kedekatan. Beliau menduduki puncak ma&#8217;rifat dan hakikat serta kedekatan. Dikaruniai pula ketersingkapan (kasyaf) luar biasa. Dikaruniai pula ketersingkapan (kasyaf) luar biasa.</h2>
<h2>Beliau adalah seorang imam disiplin ilmu ini dan salah satu yang ditampakkan oleh الله Beliau adalah seorang imam dan disiplin ilmu ini salah satu yang ditampakkan oleh الله   kepada makhluknya, yang dijadikanNya diterima di hati semua orang berkat karismanya. kepada makhluknya, yang dijadikanNya diterima di hati semua orang berkat karismanya. Kepada beliau dipercayakan pendidikan para murid di Syam dan kebersamaan dengan dirinya telah memberikan manfaat kepada banyak orang. Beliau dipercayakan pendidikan kepada para murid di Syam dan Kebersamaan dengan dirinya telah memberikan manfaat kepada banyak orang. Para ulama dan syaikh memberikan penghormatan dan kemuliaan kepada beliau yang dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Para ulama dan Syaikh Kemuliaan dan memberikan penghormatan kepada beliau yang dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai penjuru dunia.</h2>
<h2>Beliau adalah seorang yang gagah dan sangat sopan berakhlak mulia dan memiliki pernyataan yang sangat berharga dalam metodologi hakikah. Beliau adalah seorang yang gagah dan sangat sopan berakhlak mulia dan memiliki Pernyataan yang sangat Berharga dalam Metodologi hakikah.</h2>
<h2>Diantara pernyataannya adalah : Diantara pernyataannya adalah:</h2>
<h1 style="text-align:center;"><a href="http://al--kisah.blogspot.com/2009/06/syaikh-ruslan-ad-dimasyqi.html" target="_blank">Baca Selengkapnya</a></h1>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/861/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=861&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/06/20/syaikh-ruslan-ad-dimasyqi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Bal’am dan wabah Tha’un</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/05/30/kisah-bal%e2%80%99am-dan-wabah-tha%e2%80%99un/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/05/30/kisah-bal%e2%80%99am-dan-wabah-tha%e2%80%99un/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 01:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[

Suatu hari Nabi Musa AS dan puluhan ribu orang Bani Israil singgah di Kan’an, salah satu wilayah di Syam-Syiria. Melihat kedatangan mereka, segeralah warga Kan’an mengadukan mereka kepada Bal’am, seorang tokoh yang sangat disegani. “Orang ini adalah Musa bin Imran yang memimpin Bani Israil. Dia datang untuk mengusir kami lalu menempati negeri kami padahal kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=828&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://translate.google.com/translate?prev=hp&amp;hl=en&amp;js=n&amp;u=http%3A%2F%2Fal--kisah.blogspot.com%2F2009%2F05%2Fkisah-balam-dan-wabah-thaun.html&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;history_state0=" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-829" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/05/images2.jpg?w=147&#038;h=26" alt="images" width="147" height="26" /><br />
</a></p>
<p>Suatu hari Nabi Musa AS dan puluhan ribu orang Bani Israil singgah di Kan’an, salah satu wilayah di Syam-Syiria. Melihat kedatangan mereka, segeralah warga Kan’an mengadukan mereka kepada Bal’am, seorang tokoh yang sangat disegani. “Orang ini adalah Musa bin Imran yang memimpin Bani Israil. Dia datang untuk mengusir kami lalu menempati negeri kami padahal kami tidak memiliki tempat tinggal. Engkau adalah orang yang doanya makbul, maka doakanlah mereka dengan keburukan”. Kata warga Kan’an.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://al--kisah.blogspot.com/2009/05/kisah-balam-dan-wabah-thaun.html" target="_blank">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Baca selengkapnya di sini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/828/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=828&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/05/30/kisah-bal%e2%80%99am-dan-wabah-tha%e2%80%99un/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/05/images2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Hakikat رسول الله SAWW</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/05/26/pelajaran-hakikat-%d8%b1%d8%b3%d9%88%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-saww/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/05/26/pelajaran-hakikat-%d8%b1%d8%b3%d9%88%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-saww/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 09:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[رسول الله SAWW terlambat hadir di masjid untuk mengimami salat subuh karena bermimpi mendapat pelajaran hakikat dari الله SWT.

Sejak azan subuh berkumandang sampai menjelang fajar, رسول الله SAWW belum muncul di masjid. Para sahabat menjadi gelisah. Beberapa sahabat diutus menemui رسول الله SAWW di rumah beliau, namun yang lain mencegah sebab mereka yakin bahwa رسول [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=823&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-826" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/05/images1.jpg?w=101&#038;h=79" alt="images" width="101" height="79" />رسول الله SAWW terlambat hadir di masjid untuk mengimami salat subuh karena bermimpi mendapat pelajaran hakikat dari الله SWT.</p>
<p><span id="more-823"></span></p>
<p>Sejak azan subuh berkumandang sampai menjelang fajar, رسول الله SAWW belum muncul di masjid. Para sahabat menjadi gelisah. Beberapa sahabat diutus menemui رسول الله SAWW di rumah beliau, namun yang lain mencegah sebab mereka yakin bahwa رسول الله SAWW akan hadir. Maka merekapun menunggu رسول الله SAWW sembari membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Tak lama kemudian رسول الله SAWW masuk ke dalam masjid dan memerintahkan salah seorang sahabat untuk membaca iqamat. Kemudian beliau menjadi imam dan mempercepat shalatnya. Seusai salam, beliau membaca doa dengan suara keras. Suaranya yang jernih penuh wibawa menggetarkan para jama’ah lalu beliau bersabda, “Tetaplah kalian pada shaf masing-masing”.</p>
<p>رسول الله SAWW lalu mengahadap ke arah jama’ah dengan pandangan yang sejuk. Wajahnya yang putih bersinar menandakan suasana hati yang sedang gembira. Mata beliau yang indah dan tajam menatap jama’ah satu per satu. Para jama’ah tertunduk tidak berani menatap wajah رسول الله SAWW yang agung.</p>
<p>Sejurus kemudian beliau bersabda, “Aku akan memberi tahu kalian apa yang menyebabkan aku terlambat datang. Semalam aku bangun mengambil air wudhu lalu mendirikan shalat. Dalam shalatku aku tertidur karena kantuk yang amat berat. Ternyata aku bermimpi bersama الله SWT dalam Rupa yang sangat gemilang”.</p>
<p>Setelah diam sejurus, beliau meneruskan sabdanya, “DIA berfirman, ‘”Wahai Muhammad”. Aku menjawab, ;’<em>Labbaika Yaa Rabb”. </em></p>
<p>”Mengapa para malaikat berselisih ?”</p>
<p>“Hamba tidak tahu”.</p>
<p>Lalu رسول الله SAWW melanjutkan ceritanya, “الله SWT bertanya sampai tiga kali, kulihat DIA meletakkan telapak TanganNYA di atas bahuku, hingga dapat kurasakan dingin Jari-Jari NYA di dadaku. Segala sesuatu nampak jelas di depanku, dan aku mengetahuinya. Lalu DIA berfirman lagi, “’Wahai Muhammad”’.</p>
<p><em>“Labbaika Yaa Rabb”.</em></p>
<p><em> </em>“Tentang apa para malaikat berselisih ?”</p>
<p>“<em>Tentang penebus-penebus dosa”.</em></p>
<p>“Apa penebus-penebus dosa itu ?”</p>
<p><em>“Langkah menuju kebaikan, duduk di masjid setelah shalat, mengguyurkan air wudhu pada saat-saat tidak disukai”.</em></p>
<p>“Tentang apa mereka berselisih ?”</p>
<p><em>“Tentang memberi makan, ucapan yang lemah lembut, shalat malam ketika manusia tertidur nyenyak”.</em></p>
<p>“Mintalah !”</p>
<p><em>“Yaa الله sesungguhnya aku mohon kepadaMU taufik untuk mengerjakan hal-hal yang baik, meninggalkan yang munkar, mencintai orang-orang miskin dan agar ENGKAU mengampuniku dan merahmatiku jika ENGKAU hendak menimpakan cobaan”.</em></p>
<p>Setelah itu رسول الله SAWW membaca sebuah doa pendek yang semalam dipanjatkan kepada الله SWT, “<em>ALLAHUMMA INNY AS-ALUKA CHUBBAKA WA CHUBBA MAN YUHIBBUKA WA KULLA AMALIN YUQARRIBUNY ILAA CHUBBIKA”.</em> (Yaa الله aku mohon kepadaMU kecintaanMu dan kecintaan orang-orang yang mencintaiMU , serta kecintaan kepada amal yang mendekatkan kepada kecintaan kepadaMU )</p>
<p>Kemudian dengan suara yang sangat pelan sementara mata beliau yang sangat mulia berkaca-kaca – رسول الله SAWW mengakhiri sabdanya, “<em>ini adalah pelajaran hakikat maka pelajarilah&#8221;.</em></p>
<p><em>Sumber majalah Al-Kisah<br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=823&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/05/26/pelajaran-hakikat-%d8%b1%d8%b3%d9%88%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-saww/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/05/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istiqamah</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/05/15/istiqamah/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/05/15/istiqamah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 02:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Al-Qusyairiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[
بسم الله الرحمن الرحيم
الله SWT berfirman :
ان الدين قالواربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا
وأبشروابالجنة التي كنتم توعدون (فصلت 30) 
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah الله kemudian mereka meneguhkan (pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=815&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><img class="aligncenter size-full wp-image-816" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/05/images.jpg?w=92&#038;h=56" alt="images" width="92" height="56" /></h3>
<h3><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></h3>
<h3><strong>الله </strong>SWT berfirman :</h3>
<h3><strong>ان الدين قالواربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا</strong></h3>
<h3><strong>وأبشروابالجنة التي كنتم توعدون </strong><strong>(فصلت 30) </strong></h3>
<h3>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah <strong>الله</strong> kemudian mereka meneguhkan (pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (mendapatkan) surga yang telah dijanjikan <strong>الله</strong> kepada kamu. (QS : Fushilat 30).</h3>
<h3>Dari Tsauban dari Nabi SAW diceritakan bahwa beliau bersabda :</h3>
<h3><strong>استقيمواولن تحصوا, واعلموا ان خير دينكم الصلاة , ولن يحافظ على الوضوء الا المؤمن</strong></h3>
<h3><em>“</em><em>Istiqamahlah kamu dan janganlah sekali-kali menghitung-hitung (amal)mu. Ketahuilah bahwa sebaik-baik amalan agamamu adalah shalat. Dan tidak ada yang mampu menjaga wudhu selain orang mukmin”</em></h3>
<h2 style="text-align:center;"><a href="http://www.translate.google.com/translate?prev=hp&amp;hl=en&amp;js=n&amp;u=http%3A%2F%2Far-risalah1.blogspot.com%2F2009%2F05%2Fistiqamah_16.html&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;history_state0=" target="_blank">Baca Selengkapnya di sini</a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=815&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/05/15/istiqamah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/05/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adil terhadap diri dan keluarga</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/04/20/adil-terhadap-diri-dan-keluarga/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/04/20/adil-terhadap-diri-dan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 07:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Al-Muawwanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/2009/04/20/adil-terhadap-diri-dan-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[
Dan wajib bagi kamu untuk berlaku adil kepada orang-orang yang berada di bawah asuhanmu, baik berkenaan dengan makna adil secara umum ataupun khusus, dan menjaga mereka dengan penjagaan yang sebenar-benarnya dan membimbing mereka, karena الله Ta’ala akan bertanya kepadamu perihal mereka. Bukankah setiap penggembala akan dipertanyakan tentang gembalaannya, terutama gembalaanmu yang khusus yaitu anggota badanmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=802&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://216.239.61.132/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://ar-risalah1.blogspot.com/2009/04/adil-terhadap-diri-dan-keluarga.html&amp;prev=hp&amp;rurl=www.translate.google.com&amp;usg=ALkJrhh5aIYboy9pAFu25bpHuqZ21nwFNw" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-804" title="images" src="http://manakib.files.wordpress.com/2009/04/images.jpeg?w=109&#038;h=66" alt="images" width="109" height="66" /></a></p>
<p>Dan wajib bagi kamu untuk berlaku adil kepada orang-orang yang berada di bawah asuhanmu, baik berkenaan dengan makna adil secara umum ataupun khusus, dan menjaga mereka dengan penjagaan yang sebenar-benarnya dan membimbing mereka, karena الله Ta’ala akan bertanya kepadamu perihal mereka. Bukankah setiap penggembala akan dipertanyakan tentang gembalaannya, terutama gembalaanmu yang khusus yaitu anggota badanmu yang tujuh macam seperti lisan, pendengaran, pemglihatan, perut, alat kelamin, tangan dan kaki.</p>
<h2 style="text-align:center;">&#8230;&#8230;<a href="http://ar-risalah1.blogspot.com/2009/04/adil-terhadap-diri-dan-keluarga.html" target="new"></a><a href="http://www.translate.google.com/translate?prev=hp&amp;hl=en&amp;js=n&amp;u=http%3A%2F%2Far-risalah1.blogspot.com%2F2009%2F04%2Fadil-terhadap-diri-dan-keluarga.html&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;history_state0=" target="_blank">Selengkapnya baca di sin</a>i</h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=802&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/04/20/adil-terhadap-diri-dan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manakib.files.wordpress.com/2009/04/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terjebak dalam Kegelapan</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/04/17/terjebak-dalam-kegelapan-2/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/04/17/terjebak-dalam-kegelapan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 06:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani An-Naqshbandi QS
Lefke, Cyprus
A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin
Uwais al-Qarani RA (para Awliya dimakamkan di dekatnya) tidak tidur, beliau hidup, di perut bumi. Awal mula kufur adalah keyakinan bahwa di dalam kuburnya, orang tidur dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=795&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani An-Naqshbandi QS<br />
Lefke, Cyprus</p>
<p>A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim<br />
Bismillaahir rahmaanir rahiim<br />
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin</p>
<p>Uwais al-Qarani RA (para Awliya dimakamkan di dekatnya) tidak tidur, beliau hidup, di perut bumi. Awal mula kufur adalah keyakinan bahwa di dalam kuburnya, orang tidur dalam jangka waktu yang tak terhingga. Artinya, kalian tidak pernah bangkit lagi. Ketika kalian tidur—berakhirlah sudah, kalian tidur dan tidak pernah bangun lagi. Itulah pola pikir orang-orang yang bersifat materialis dan atheis.</p>
<h2 style="text-align:center;"><a href="http://ar-risalah1.blogspot.com/2009/04/terjebak-dalam-kegelapan-shuhba-mawlana.html" target="_blank">Baca selengkapnya di sini</a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/795/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=795&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/04/17/terjebak-dalam-kegelapan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekedar Tafakur</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/04/17/sekedar-tafakur-2/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/04/17/sekedar-tafakur-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 06:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat saya berfikir mengapa bola lampu di dalam ruang tamu saya dapat berpijar.
Terlintaslah di benak saya bahwa bola lampu itu dapat bersinar karena adanya arus listrik.
ternyata arus listrik saja belum cukup untuk membuat bola lampu itu bersinar.
Bagaimana mungkin arus listrik dapat sampai ke dalam rumah saya sementara sumbernya berada nun jauh sana di pembangkit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=787&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu saat saya berfikir mengapa bola lampu di dalam ruang tamu saya dapat berpijar.</p>
<p>Terlintaslah di benak saya bahwa bola lampu itu dapat bersinar karena adanya arus listrik.</p>
<p>ternyata arus listrik saja belum cukup untuk membuat bola lampu itu bersinar.</p>
<p>Bagaimana mungkin arus listrik dapat sampai ke dalam rumah saya sementara sumbernya berada nun jauh sana di pembangkit tenaga listrik.</p>
<p>Singkat cerita maka ditariklah kabel listrik yang terbuat dari bahan konduktor yang dapat menghantarkan listrik, begitu terus memanjang hingga sampai ke rumah saya sehingga arus listrik dapat sampai.</p>
<h2 style="text-align:center;"><a href="http://74.125.153.132/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://al--kisah.blogspot.com/2009/04/sekedar-tafakur.html&amp;prev=hp&amp;rurl=translate.google.com&amp;usg=ALkJrhjdf8gfn6AgID86yZCa_mEbBpgm-g" target="_blank">Baca Selengkapnya di sini</a></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=787&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/04/17/sekedar-tafakur-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kimiya Kebahagiaan- Pendahuluan</title>
		<link>http://manakib.wordpress.com/2009/02/14/kimiya-kebahagiaan-pendahuluan/</link>
		<comments>http://manakib.wordpress.com/2009/02/14/kimiya-kebahagiaan-pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 00:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ashari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimiya Kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manakib.wordpress.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[


 




PENDAHULUAN 
Ketahuilah bahawa manusia ini bukanlah dijadikan untuk gurau-senda atau &#8220;sia-sia&#8221; saja.  Tetapi adalah dijadikan dengan &#8216;Ajaib sekali dan untuk tujuan yang besar dan mulia.  Meskipun manusia itu bukan Qadim (kekal dari azali lagi),  namun ia hidup selama-lamanya.  Meskipun tubuhnya kecil dan berasal dari bumi,  namun Ruh atau Nyawa adalah tinggi dan berasal dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=756&subd=manakib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<blockquote>
<div>
<p align="right"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
</div>
</blockquote>
</div>
<blockquote>
<p align="center"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong>PENDAHULUAN </strong></span></p>
<p align="left"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong>K</strong>etahuilah bahawa manusia ini bukanlah dijadikan untuk gurau-senda atau &#8220;sia-sia&#8221; saja.  Tetapi adalah dijadikan dengan &#8216;Ajaib sekali dan untuk tujuan yang besar dan mulia.  Meskipun manusia itu bukan Qadim (kekal dari azali lagi),  namun ia hidup selama-lamanya.  Meskipun tubuhnya kecil dan berasal dari bumi,  namun Ruh atau Nyawa adalah tinggi dan berasal dari sesuatu yang bersifat Ketuhanan.  Apabila hawa nafsunya dibersihkan sebersih-bersihnya,  maka ia akan mencapai taraf yang paling tinggi.  Ia tidak lagi menjadi hamba kepada hawa nafsu yang rendah.  Ia akan mempunyai sifat-sifat seperti Malaikat. </span></p>
<div>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong><em><a href="http://74.125.153.132/translate_c?hl=en&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://kimia-of-happiness.blogspot.com/2009/03/kimiya-kebahagiaan-pendahuluan.html&amp;prev=hp&amp;rurl=translate.google.com&amp;usg=ALkJrhj86Nu_lPrqvC16JiLnMFqVNIeWTQ" target="_blank">Selengkapnya baca di sini </a></em></strong></span></div>
</blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manakib.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manakib.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manakib.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manakib.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manakib.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manakib.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manakib.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manakib.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manakib.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manakib.wordpress.com/756/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manakib.wordpress.com&blog=377747&post=756&subd=manakib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manakib.wordpress.com/2009/02/14/kimiya-kebahagiaan-pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39c0a846a24d6910a412b1bffeed14dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Hary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>