Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo. Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.
Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf, setahun kemudian lahirlah Habib Ali.
Tepat pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.
Habib Anis merintis kemaqamannya sendiri dengan kesabaran dan istiqamah, sehingga besar sampai sekarang. Selain kegiatan di Masjid seperti pembacaan Maulid simthud-Durar dan haul Habib Ali Al-Habsyi setiap bulan Maulud, juga ada khataman Bukhari pada bulan sya’ban, khataman Ar-Ramadhan pada bulan Ramadhan. Sedangkan sehari-hari beliau mengajar di zawiyah pada tengah hari.
Pada waktu muda, Habib Anis adalah pedagang batik, dan memiliki kios di pasar Klewer Solo. Kios tersebut ditunggui Habib Ali adik beliau. Namun ketika kegiatan di masjid Ar-Riyadh semakin banyak, usaha perdagangan batik dihentikan. Habib Anis duduk tekun sebagai ulama.
Dari perkawinan dengan Syarifah Syifa Assagaf, Habib Anis dikaruniai enam putera yaitu Habib Ali, Habib Husein, Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasan, dan Habib AbdiLlah. Semua putera beliau tinggal di sekitar Gurawan.
Dalam masyarakat Solo, Habib Anis dikenal bergaul lintas sektoral dan lintas agama. Dan beliau netral dalam dunia politik.
Dalam sehari-hari Habib Anis sangat santun dan berbicara dengan bahasa jawa halus kepada orang jawa, berbicara bahasa sunda tinggi dengan orang sunda, berbahasa indonesia baik dengan orang luar jawa dan sunda, serta berbahasa arab Hadrami kepada sesama Habib.
Penampilan beliau rapi, senyumnya manis menawan, karena beliau memang sumeh (murah senyum) dan memiliki tahi lalat di dagu kanannya. Beberapa kalangan menyebutnya The smilling Habib.
Habib Anis sangat menghormati tamu, bahkan tamu tersebut merupakan doping semangat hidup beliau. Beliau tidak membeda-bedakan apahkah tamu tersebut berpangakat atau tidak, semua dijamunya dengan layak. Semua diperlakukan dengan hormat.
Seorang tukang becak (Pak Zen) 83 tahun yang sering mangkal di Masjid Ar-Riyadh mengatakan, Habib Anis itu ulama yang loman (pemurah, suka memberi). Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus. Dan tidak peranah menyakiti hati orang lain apalagi membuatnya marah”.
Saat ‘Idul Adha Habib Anis membagi-bagikan daging korban secara merata melalui RT sekitar Masjid Ar-Riyadh dan tidak membedakan Muslim atau non Muslim. Kalau dagingnya sisa, baru diberikan ke daerah lainnya.
Jika ada tetangga beliau atau handai taulan yang meninggal atau sakit, Habib Anis tetap berusaha menyempatkan diri berkunjung atau bersilautrahmi. Tukang becak yang mangkal di depan Masjid Wiropaten tempat Habib Anis melaksanakan shalat jum’at selalu mendapatkan uang sedekah dari beliau. Menjelang hari raya Idul Fitri Habib Anis juga sering memberikan sarung secara Cuma-Cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk islam.” Demikian salah satu ucapan Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan salah seorang puteranya.
Meskipun Habib Anis bin Alwi bin Ali al Habsyi telah meninggalkan kita, namun kenangan dan penghormatan kepada beliau terus saja mengalir disampaikan oleh para habib atau para muhibbin. Habib Husein Mulachela keponakan Habib Anis mengatakan, pada saat meninggalnya Habib Anis dia dan isterinya tidak mendapatkan tiket pesawat, dan baru keesok harinya datang ke Solo melalui bandara Adi Sumarmo Yogyakarta. Selama semalam menunggu, mereka seperti mencium bau minyak wangi Habib Anis di kamarnya. “Aroma itu saya kenal betul karena Habib Anis membuat minyak wangi sendiri, sehingga aromanya khas.”
Dalam salah satu tausiyah, Habib JIndan mengatakan, “Seperti saat ini kkita sedang mengenang seorang manusia yang sangat dimuliakan, yaitu Nabi Muhammad SAW. Kita juga mengenang orang shalih yang telah meningalkan kita pada tanggal 6 Nopember 2006 yaitu guru kita Habib Anis bin alwi bin Ali Al-Habsyi.
Ketika kita hadir pada saat pemakaman Habib Anis, jenazah yang diangkat tampak seperti pengantin yang sedang diarak ke pelaminannya yang baru. Bagi Habib Anis, kita melihat semasa hidup berjuang untuk berdakwah di masjid Ar-Riyadh dan kini setelah meninggal menempati Riyadhul Janah, taman-taman surga. Ketika takziyah pada pemakaman Habib Anis kita seolah-olah mengarak pengantin menuju Riyadhul Jannah, taman-taman surga Allah. Inilah tempat yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, bertaqwa dan shalih. Kita sekarang seperti para sahabat Habib Ali Al-habsyi, penggubah maulid Simtuh-durar yang mengatakan bahwa, keteka mereka hidup di dunia, mereka seolah-olah tidak merasakan hidup di dunia tetapi hidup di surga. Sebab setiap hari diceritakan tentang akhirat, tentang ketentraman bathin di surga. Dan mereka baru menyadari baha mereka hidup di dunia yang penuh cobaan.
Kita selama ini hidup bersama Habib Anis, bertemu dalam majlis maulid, berjumpa dalam kesempatan rauhah dan berbagai kesempatan lainnya. Dalam berbagai kesempatan itu kita mendengar penuturan yang lembut dan menentramkan, sehingga sepertinya kita di surga. Dan kita merasakan bahwa kita hidup di dunia yang fana ketika menyaksikan bahwa beliau meninggal dunia. Namun begitu, kenangan beliau tetap terbayang di mata kita, kecintaan beliau tetap menyelimuti kita.
Habib AbduLlah Al-hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya Kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampukun untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”
Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assagaf yang berada di Jeddah bercerita, “Ayahku Habib Ahmad bin AbduRrahman berkata kepadaku, ‘ya…Abdulkadir engkau lihat aku, ketahuilah jangan engkau menyimpang dari jalan orang tuamu’”. Ketika Habib Ahmad bin AbduRrahman meninggal dunia, Habib AbdulKadir tetap menempuh jalan orang tuanya dan dia tidak menyipang sedikitpun jalan yang telah ditempuh oleh Habib Ahmad bin AbduRrahman.
Begitu juga Almarhum Habib Anis, tidak sedikitpun menyimpang dari yang ditempuh oleh ayah beliau, Habib Alwi. Hal serupa terjadi pada Habib Alwi , yang tetap menapaki jalan yang ditempuh oleh ayah beliau Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Dan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sama juga menempu jalan orang tua, guru dan teladan beliau hingga sampai Nabi Muhammad SAW”……
Sedangkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, murid senior sekaligus cucu menantu Habib Anis mengatakan, maqam tinggi yang dimiliki Habib Anis didapatkan bukan karena berandai-andai atau duduk – duduk saja. Semua itu beliau peroleh setelah bertahun-tahun menanamkan cinta kepada Allah SWT, para shalihin dan kepada kaum muslimin umumnya. Semoga beliau dalam kuburnya melihat kehadiran kita di majlis ini, bahwa kita sebagai anak didiknya meneruskan perjuangan dakwahnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ‘Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang’. Artinya kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih Allah menanamkan kepada makhluk-makhluk rasa kasih sayang kepadanya, cinta kepadanya, sebagaimana disabdakan RasuluLlah SAW dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhari, “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua utuk eneicintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu.” Dan insya Allah Habib Anis termasuk diantara orang-orang tersebut.”
Ada empat hal yang selalu disampaikan oleh Habib Anis kepada jama’ah yang hadir di majlis beliau, “Pertama, Kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad SAW”…….
DIarsipkan di bawah: Manakib Aulia yang lain








[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Manakib [...]
tlah diriwayatkan : “خير الشباب من تشبه بشيوخهم وشرا لشيوخ من تشبه بشبابهم”
“sebaik baik pemuda adalah yg mengikuti para orang2 tua mereka,dan paling buruknya orang tua adalah yg mengikuti pemuda…”
semoga kt menjadi orang2 yg selalu berada di jalannya…
bismillah semoga kita semua bisa meneladani akhlaq2 para hamba yang mulia dan semoga habib anis ditrima disisi Alloh swt amien
Semoga kelak di Akherat kita dipertemukan oleh Seorang Ulama yang berkharismatik n berwibawa dan membawa rahmat bagi seluruh jamaah Amien
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
smoga alloh swt senantiasa menambahkan kemulianya dengan kemulian semulia mulianya kepada guru para guru kita ini.amin,,,
Smily = smiling
Aku mau kegurawan, gak ada duit. Aku mau ketemu Beliau. anaknya (penerus) juga gak apa2. tau aja dapat berkah
tidak akan terlupakan sikap dan kebaikan beliau. keramahan dalam menerima kami yang awam, sikap sabar beliau, ngemong beliau, pengertian beliau dan segalanya yang beliau lakukan ketika kami butuh arahan dan kami dalam kesulitan. sungguh, waktu yang sangat singkat berkenalan dan tarbiyah beliau pada kami, akan terus membekas….
Moga kami tetap istiqomah menapaki sikap teladan beliau dalam Islam ……
terima kasih ya habibana Anis bin alwi bin ali al habsyi.
Moga 4JJ ta’ala mengangkat derajat habib dan habib dikumpulkan bersama salaf habib dan sayidi rosulullah Muhammad SAW. amin
smoga qta smua(mukmin) mndpt syafaat y nanti
Benar tenang apa yang antum tulis. Habib memang murah senyum, baik hati, dan tidak pernah membedakan tamu-tamunya. Ketika masih hidup, saya setiap sabtu, menghadiri pengajian di rumah beliu yang bersebelahan dengan Masjid Riyadh. Sering pula di lain hari saya berdiskusi dengan beliau dan putranya Hasan. Sayang, usia manusia ada batasnya. Semoga beliau benar-benar di Riyadhul Jannah. Amin.
al habib anis bin alwi bin ali al habsyi adalah sosok seorang habaib indonesia yang sangat dimuliakan para habaib lainnya maupun
syarifah2 lainnya
terutama karena Al-Habib sendiri adalah keturunan langsung dari tanah Hadhromi (hadlramawt, yemen)
tempat dimana para alawiyyin dilahirkan dan dibesarkan
saya ahmad royhan jamalullail
sangat menghormati habib anis al habsyi sebagai guru yang selalu menuntun setipa muridnya kejalan yang benar terutama para alawiyyin
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 8:45 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 9:06 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 9:39 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 10:07 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 10:31 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 11:03 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] December 19, 2008 at 11:08 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] [...]
[...] [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Posted on 29 Desember 2008 by syafii. Categories: Mencintai Rasulullah.In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] [...]
[...] Desember 29, 2008 pada 10:27 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Desember 29, 2008 pada 10:59 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Posted on 31 Desember 2008 by syafii. Categories: Mencintai Rasulullah.In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Posted on 6 Januari 2009 by syafii. Categories: Mencintai Rasulullah.In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Januari 5, 2009 pada 9:26 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Januari 5, 2009 pada 9:59 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
Habib Anis itu setahu saya, dia sekali lihat orang baru, beliau langsung tahu tentang orang itu dan apa yang beliau omongkan terhadap orang itu pas / tepat mengena, itu namanya mukasyafat.Pernah ada orang bule jerman mengucapkan Lailahaillalah didepan beliau,tapi beliau langsung mengatakan :”kamu kan orang Kristen”. Jadi Habib Anis tahu.
[...] seperti kata Habib Husein Mulachela, salah seorang santri Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi, “Memang, anak cucu Rasulullah SAW itu harus lebih berkualitas dalam meneladani akhlak [...]
[...] « KH. Mukhtar Syafaat Ust. Muhsin al-Hamid: Pertemuan Rasulullah dengan Kekasihnya Menghadap Hadirat Allah SWT » [...]
[...] Januari 25, 2009 pada 5:47 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Januari 25, 2009 pada 6:36 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Habib anis al-habsy http://manakib.wordpress.com/2008/02/11/in-memorian-the-smilly-habib-al-habib-anis-bin-alwi-bin-ali-... [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Artikel Islami In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
gajah mati meninggalkan gading ulama yang wafta pasti meninggalkan penerus perjuangannya
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) By pecintarasulullah In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Februari 21, 2009 · Tidak ada Komentar In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] Februari 21, 2009 In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] [...]
[...] Mencintai Rasulullah pecintarasulullah 6:04 am In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Februari 22, 2009 Posted by pecintarasulullah in Mencintai Rasulullah. trackback In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
[...] Februari 22, 2009 In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) [...]
Assalaamu’alaikum Wr.Wb. Yaa habib, kulo kangen njenengan. mugi-mugi tansah pinanggihan wonten dunio lan akhirot. amien.
[...] seperti kata Habib Husein Mulachela, salah seorang santri Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi, “Memang, anak cucu Rasulullah SAW itu harus lebih berkualitas dalam meneladani akhlak Rasululah [...]
ya Allah…beliau banyak memberi inspirasi buat saya,beliau seorang yang menerima warisan dari datuknya Rasulullah SAW,baik dari akhlak, ilmu, kerendahan hati, dan keramahan beliau yang membuat hati ini semakin bertambah rindu kepada Rasulullah dan orang-orang sholeh…alaa ‘inna auliya’allah laa khoufun ‘alaihim walaa hum yahzanun…
SUbhanallah…saya benar2 tersentuh…saya pernah beberapa kali bertemu Habib Anis saat Maulid Simtud Dhuror di Gurawan Solo, beliau sangat ramah, santun, memandang wajah beliau hati terasa langsung nyaman&tentram, semoga kita bisa meniru sifat beliau
semoga para habaib akan meneruskan teladan Habib Anis.Amin Allohumma Amin
Rugi bgt ana belum sempat bersalaman dengan Beliau…
ASSALAMUALAIKUM,ALHAMDULILLAH ana bs tau tentang AL KISAH perjalanan dakwah AL HABIB ALI AL HABSY,ternyata AL HABIB,anak dr keturunan AL HABIB ALWI(INSYA ALLAH)ana bner,ana bc AL KISAH Ayahanda beliau yg meninggal dlm perjalanan k palembang,dan AL HABIB ALI,d berikan wasiat untuk meneruskan DAKWAH Ayahanda dan jg jubah,(INSYA ALLAH)ana g slh.Afwan klo slh dtengnya dr ana.Ana bersyukur begitu banyak AL KISAH para ALIM ULAMA,INSYA ALLAH kita bs blajar dr mereka semua.
semoga ALLAH merahmati,melindungi,memberkahi&meridhai AL HABIB ANIS BIN ALWY BIN ALY AL HABSYI beserta seluruh keluarga Beliau baik yang sudah wafat maupun yang belum lahir,al al fakir membuktikan sendiri kemulyaan ahlak & ketulus ikhlasan AL HABIB ANIS AL HABSYI sewaktu al fakir bertamu k rumah beliau d gurawan tahun 1999.al fakir yg wktu itu suka maksiat(narkoba) tetap dterima&dilayani beliau sebagai tamu.kebetulan waktu itu ada seorang teman al fakir yg brnma Ayi anak H.Yusuf skumpul martapura mnjadi khaddam drmh Beliau.SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH LAA ILA HA ILALLAH WALLAHU AKBAR berkat AL HABIB ANIS BIN ALWY BIN ALY AL HABSYI,skrng al fakir tidak lagi menjadi pecandu narkoba & berkat Beliau pula hati al fakir terbuka untuk belajar agama.mudah2n ALLAH menempatkan AL HABIB ANIS BIN ALWY BIN ALY AL HABSYI dtempat yg paling mulya bersama Datuk Beliau BAGINDA AL MUSTHAFA SHALALLAHU ALAIHI WASSALAAM..Aaamiiiiiiin.
Subhanallah . . saat ana melihat wajah beliau, hati ini sangat tenang. saat bersalaman dg beliau hatiku terasa tenang dan nyaman. ana rindu padamu. ana rindu padamu ya rosulullah..
Subhaanallah… sungguh berbahagia orang-orang yang pernah mengenal, bertemu, berjabat tangan ataupun melihat wajah Beliau AL HABIB ANIS AL HABSYI. Beliau juga terkenal dekat dengan Tuan Guru ZAINI BIN ABDUL GHONI Martapura. Semoga keduanya berada bersama RASULULLOH SAW. juga kita semua nantinya, Amin …