بسم الله الرحمن الرحيم

In Memorian, The Smiling Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi)


foto528.jpg

Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo. Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.

Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf, setahun kemudian lahirlah Habib Ali.

Tepat pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.

Habib Anis merintis kemaqamannya sendiri dengan kesabaran dan istiqamah, sehingga besar sampai sekarang. Selain kegiatan di Masjid seperti pembacaan Maulid simthud-Durar dan haul Habib Ali Al-Habsyi setiap bulan Maulud, juga ada khataman Bukhari pada bulan sya’ban, khataman Ar-Ramadhan pada bulan Ramadhan. Sedangkan sehari-hari beliau mengajar di zawiyah pada tengah hari.

Pada waktu muda, Habib Anis adalah pedagang batik, dan memiliki kios di pasar Klewer Solo. Kios tersebut ditunggui Habib Ali adik beliau. Namun ketika kegiatan di masjid Ar-Riyadh semakin banyak, usaha perdagangan batik dihentikan. Habib Anis duduk tekun sebagai ulama.

Dari perkawinan dengan Syarifah Syifa Assagaf, Habib Anis dikaruniai enam putera yaitu Habib Ali, Habib Husein, Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasan, dan Habib AbdiLlah. Semua putera beliau tinggal di sekitar Gurawan.

Dalam masyarakat Solo, Habib Anis dikenal bergaul lintas sektoral dan lintas agama. Dan beliau netral dalam dunia politik.

Dalam sehari-hari Habib Anis sangat santun dan berbicara dengan bahasa jawa halus kepada orang jawa, berbicara bahasa sunda tinggi dengan orang sunda, berbahasa indonesia baik dengan orang luar jawa dan sunda, serta berbahasa arab Hadrami kepada sesama Habib.

Penampilan beliau rapi, senyumnya manis menawan, karena beliau memang sumeh (murah senyum) dan memiliki tahi lalat di dagu kanannya. Beberapa kalangan menyebutnya The smilling Habib.

Habib Anis sangat menghormati tamu, bahkan tamu tersebut merupakan doping semangat hidup beliau. Beliau tidak membeda-bedakan apahkah tamu tersebut berpangakat atau tidak, semua dijamunya dengan layak. Semua diperlakukan dengan hormat.

Seorang tukang becak (Pak Zen) 83 tahun yang sering mangkal di Masjid Ar-Riyadh mengatakan, Habib Anis itu ulama yang loman (pemurah, suka memberi). Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus. Dan tidak peranah menyakiti hati orang lain apalagi membuatnya marah”.

Saat ‘Idul Adha Habib Anis membagi-bagikan daging korban secara merata melalui RT sekitar Masjid Ar-Riyadh dan tidak membedakan Muslim atau non Muslim. Kalau dagingnya sisa, baru diberikan ke daerah lainnya.

Jika ada tetangga beliau atau handai taulan yang meninggal atau sakit, Habib Anis tetap berusaha menyempatkan diri berkunjung atau bersilautrahmi. Tukang becak yang mangkal di depan Masjid Wiropaten tempat Habib Anis melaksanakan shalat jum’at selalu mendapatkan uang sedekah dari beliau. Menjelang hari raya Idul Fitri Habib Anis juga sering memberikan sarung secara Cuma-Cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk islam.” Demikian salah satu ucapan Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan salah seorang puteranya.

Meskipun Habib Anis bin Alwi bin Ali al Habsyi telah meninggalkan kita, namun kenangan dan penghormatan kepada beliau terus saja mengalir disampaikan oleh para habib atau para muhibbin. Habib Husein Mulachela keponakan Habib Anis mengatakan, pada saat meninggalnya Habib Anis dia dan isterinya tidak mendapatkan tiket pesawat, dan baru keesok harinya datang ke Solo melalui bandara Adi Sumarmo Yogyakarta. Selama semalam menunggu, mereka seperti mencium bau minyak wangi Habib Anis di kamarnya. “Aroma itu saya kenal betul karena Habib Anis membuat minyak wangi sendiri, sehingga aromanya khas.”

Dalam salah satu tausiyah, Habib JIndan mengatakan, “Seperti saat ini kkita sedang mengenang seorang manusia yang sangat dimuliakan, yaitu Nabi Muhammad SAW. Kita juga mengenang orang shalih yang telah meningalkan kita pada tanggal 6 Nopember 2006 yaitu guru kita Habib Anis bin alwi bin Ali Al-Habsyi.

Ketika kita hadir pada saat pemakaman Habib Anis, jenazah yang diangkat tampak seperti pengantin yang sedang diarak ke pelaminannya yang baru. Bagi Habib Anis, kita melihat semasa hidup berjuang untuk berdakwah di masjid Ar-Riyadh dan kini setelah meninggal menempati Riyadhul Janah, taman-taman surga. Ketika takziyah pada pemakaman Habib Anis kita seolah-olah mengarak pengantin menuju Riyadhul Jannah, taman-taman surga Allah. Inilah tempat yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, bertaqwa dan shalih. Kita sekarang seperti para sahabat Habib Ali Al-habsyi, penggubah maulid Simtuh-durar yang mengatakan bahwa, keteka mereka hidup di dunia, mereka seolah-olah tidak merasakan hidup di dunia tetapi hidup di surga. Sebab setiap hari diceritakan tentang akhirat, tentang ketentraman bathin di surga. Dan mereka baru menyadari baha mereka hidup di dunia yang penuh cobaan.

Kita selama ini hidup bersama Habib Anis, bertemu dalam majlis maulid, berjumpa dalam kesempatan rauhah dan berbagai kesempatan lainnya. Dalam berbagai kesempatan itu kita mendengar penuturan yang lembut dan menentramkan, sehingga sepertinya kita di surga. Dan kita merasakan bahwa kita hidup di dunia yang fana ketika menyaksikan bahwa beliau meninggal dunia. Namun begitu, kenangan beliau tetap terbayang di mata kita, kecintaan beliau tetap menyelimuti kita.

Habib AbduLlah Al-hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya Kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampukun untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”

Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assagaf yang berada di Jeddah bercerita, “Ayahku Habib Ahmad bin AbduRrahman berkata kepadaku, ‘ya…Abdulkadir engkau lihat aku, ketahuilah jangan engkau menyimpang dari jalan orang tuamu’”. Ketika Habib Ahmad bin AbduRrahman meninggal dunia, Habib AbdulKadir tetap menempuh jalan orang tuanya dan dia tidak menyipang sedikitpun jalan yang telah ditempuh oleh Habib Ahmad bin AbduRrahman.

Begitu juga Almarhum Habib Anis, tidak sedikitpun menyimpang dari yang ditempuh oleh ayah beliau, Habib Alwi. Hal serupa terjadi pada Habib Alwi , yang tetap menapaki jalan yang ditempuh oleh ayah beliau Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Dan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sama juga menempu jalan orang tua, guru dan teladan beliau hingga sampai Nabi Muhammad SAW”……

Sedangkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, murid senior sekaligus cucu menantu Habib Anis mengatakan, maqam tinggi yang dimiliki Habib Anis didapatkan bukan karena berandai-andai atau duduk – duduk saja. Semua itu beliau peroleh setelah bertahun-tahun menanamkan cinta kepada Allah SWT, para shalihin dan kepada kaum muslimin umumnya. Semoga beliau dalam kuburnya melihat kehadiran kita di majlis ini, bahwa kita sebagai anak didiknya meneruskan perjuangan dakwahnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ‘Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang’. Artinya kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih Allah menanamkan kepada makhluk-makhluk rasa kasih sayang kepadanya, cinta kepadanya, sebagaimana disabdakan RasuluLlah SAW dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhari, “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua utuk eneicintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu.” Dan insya Allah Habib Anis termasuk diantara orang-orang tersebut.”

Ada empat hal yang selalu disampaikan oleh Habib Anis kepada jama’ah yang hadir di majlis beliau, “Pertama, Kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad SAW”…….

habib-anis-bin-alwi-al-habsyi.jpg
foto530.jpg

foto531.jpg
foto546.jpg
foto548.jpg
foto547.jpg
foto549.jpg
About these ads

11 Februari 2008 - Posted by | Manakib Aulia yang lain

115 Komentar »

  1. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Manakib […]

    Ping balik oleh Seekersdigest.org » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Manakib | 16 Februari 2008 | Balas

  2. tlah diriwayatkan : “خير الشباب من تشبه بشيوخهم وشرا لشيوخ من تشبه بشبابهم”
    “sebaik baik pemuda adalah yg mengikuti para orang2 tua mereka,dan paling buruknya orang tua adalah yg mengikuti pemuda…”
    semoga kt menjadi orang2 yg selalu berada di jalannya…

    Komentar oleh abu husein | 15 Maret 2008 | Balas

  3. bismillah semoga kita semua bisa meneladani akhlaq2 para hamba yang mulia dan semoga habib anis ditrima disisi Alloh swt amien

    Komentar oleh khoerodin | 23 Maret 2008 | Balas

  4. Semoga kelak di Akherat kita dipertemukan oleh Seorang Ulama yang berkharismatik n berwibawa dan membawa rahmat bagi seluruh jamaah Amien

    Komentar oleh milo | 23 Maret 2008 | Balas

  5. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh M Syafii » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 9 Juli 2008 | Balas

  6. smoga alloh swt senantiasa menambahkan kemulianya dengan kemulian semulia mulianya kepada guru para guru kita ini.amin,,,

    Komentar oleh rahmanto | 19 Juli 2008 | Balas

  7. Smily = smiling

    Komentar oleh peminat | 21 Juli 2008 | Balas

  8. Aku mau kegurawan, gak ada duit. Aku mau ketemu Beliau. anaknya (penerus) juga gak apa2. tau aja dapat berkah

    Komentar oleh MaJad AMan | 15 Agustus 2008 | Balas

  9. tidak akan terlupakan sikap dan kebaikan beliau. keramahan dalam menerima kami yang awam, sikap sabar beliau, ngemong beliau, pengertian beliau dan segalanya yang beliau lakukan ketika kami butuh arahan dan kami dalam kesulitan. sungguh, waktu yang sangat singkat berkenalan dan tarbiyah beliau pada kami, akan terus membekas….
    Moga kami tetap istiqomah menapaki sikap teladan beliau dalam Islam ……
    terima kasih ya habibana Anis bin alwi bin ali al habsyi.
    Moga 4JJ ta’ala mengangkat derajat habib dan habib dikumpulkan bersama salaf habib dan sayidi rosulullah Muhammad SAW. amin

    Komentar oleh abumahdi | 21 Agustus 2008 | Balas

  10. smoga qta smua(mukmin) mndpt syafaat y nanti

    Komentar oleh musyit | 20 September 2008 | Balas

  11. Benar tenang apa yang antum tulis. Habib memang murah senyum, baik hati, dan tidak pernah membedakan tamu-tamunya. Ketika masih hidup, saya setiap sabtu, menghadiri pengajian di rumah beliu yang bersebelahan dengan Masjid Riyadh. Sering pula di lain hari saya berdiskusi dengan beliau dan putranya Hasan. Sayang, usia manusia ada batasnya. Semoga beliau benar-benar di Riyadhul Jannah. Amin.

    Komentar oleh Mudiono | 13 November 2008 | Balas

  12. al habib anis bin alwi bin ali al habsyi adalah sosok seorang habaib indonesia yang sangat dimuliakan para habaib lainnya maupun
    syarifah2 lainnya
    terutama karena Al-Habib sendiri adalah keturunan langsung dari tanah Hadhromi (hadlramawt, yemen)
    tempat dimana para alawiyyin dilahirkan dan dibesarkan
    saya ahmad royhan jamalullail
    sangat menghormati habib anis al habsyi sebagai guru yang selalu menuntun setipa muridnya kejalan yang benar terutama para alawiyyin

    Komentar oleh habib royhan bin salim bin saleh bin abdullah bin alwi jamalullail | 21 November 2008 | Balas

  13. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Muhammad Rasulullah » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 30 November 2008 | Balas

  14. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) All about Muhammad | 2 Desember 2008 | Balas

  15. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Cinta Ahlul Bait » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 2 Desember 2008 | Balas

  16. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Cinta Ahlul Bait » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 2 Desember 2008 | Balas

  17. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Cinta Ahlul Bait | 2 Desember 2008 | Balas

  18. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Pecinta Rasulullah » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 2 Desember 2008 | Balas

  19. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Ahlus Sunnah Wal Jamaah » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 2 Desember 2008 | Balas

  20. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) — Ahlus Sunnah Wal Jamaah | 2 Desember 2008 | Balas

  21. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Faidah Sholawat » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 2 Desember 2008 | Balas

  22. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Habib Imem Jamil Al Qadrie » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 3 Desember 2008 | Balas

  23. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Ahlus Sunnah Wal Jamaah » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 12 Desember 2008 | Balas

  24. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) : Merindukan Rasulullah | 12 Desember 2008 | Balas

  25. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Pecinta Rasulullah | 12 Desember 2008 | Balas

  26. […] December 19, 2008 at 8:45 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  27. […] December 19, 2008 at 9:06 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  28. […] December 19, 2008 at 9:39 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  29. […] December 19, 2008 at 10:07 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  30. […] December 19, 2008 at 10:31 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  31. […] December 19, 2008 at 11:03 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  32. […] December 19, 2008 at 11:08 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 19 Desember 2008 | Balas

  33. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Pecinta Rasulullah » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 22 Desember 2008 | Balas

  34. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Nabi Muhammad » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 22 Desember 2008 | Balas

  35. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Cinta Rasul » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 22 Desember 2008 | Balas

  36. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh All about Muhammad » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 22 Desember 2008 | Balas

  37. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Cinta Ahlul Bait | In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 29 Desember 2008 | Balas

  38. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Posted on 29 Desember 2008 by syafii. Categories: Mencintai Rasulullah.In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) @ Faidah Sholawat | 29 Desember 2008 | Balas

  39. […] Desember 29, 2008 pada 10:27 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 29 Desember 2008 | Balas

  40. […] Desember 29, 2008 pada 10:59 am (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 29 Desember 2008 | Balas

  41. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) — Pecinta Rasulullah | 30 Desember 2008 | Balas

  42. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Pecinta Rasulullah | In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 30 Desember 2008 | Balas

  43. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Posted on 31 Desember 2008 by syafii. Categories: Mencintai Rasulullah.In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) @ Pecinta Rasulullah | 30 Desember 2008 | Balas

  44. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Posted on 6 Januari 2009 by syafii. Categories: Mencintai Rasulullah.In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) @ Pecinta Rasulullah | 5 Januari 2009 | Balas

  45. […] Januari 5, 2009 pada 9:26 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 5 Januari 2009 | Balas

  46. […] Januari 5, 2009 pada 9:59 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 5 Januari 2009 | Balas

  47. Habib Anis itu setahu saya, dia sekali lihat orang baru, beliau langsung tahu tentang orang itu dan apa yang beliau omongkan terhadap orang itu pas / tepat mengena, itu namanya mukasyafat.Pernah ada orang bule jerman mengucapkan Lailahaillalah didepan beliau,tapi beliau langsung mengatakan :”kamu kan orang Kristen”. Jadi Habib Anis tahu.

    Komentar oleh bejo | 12 Januari 2009 | Balas

  48. […] seperti kata Habib Husein Mulachela, salah seorang santri Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi, “Memang, anak cucu Rasulullah SAW itu harus lebih berkualitas dalam meneladani akhlak […]

    Ping balik oleh Dari “Atap Tinggi” Sampai “Pandai Besi” « Kecintaan dan Kasih Sayang Kepada Ahlul Baiyt | 16 Januari 2009 | Balas

  49. […] « KH. Mukhtar Syafaat Ust. Muhsin al-Hamid: Pertemuan Rasulullah dengan Kekasihnya Menghadap Hadirat Allah SWT » […]

    Ping balik oleh Cinta Ahlul Bait » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 22 Januari 2009 | Balas

  50. […] Januari 25, 2009 pada 5:47 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 25 Januari 2009 | Balas

  51. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 25 Januari 2009 | Balas

  52. […] Januari 25, 2009 pada 6:36 pm (Mencintai Rasulullah) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 25 Januari 2009 | Balas

  53. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) at Pecinta Rasulullah | 31 Januari 2009 | Balas

  54. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 31 Januari 2009 | Balas

  55. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh Pecinta Rasulullah » Blog Archive » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 6 Februari 2009 | Balas

  56. […] Artikel Islami In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh My BloG… » In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) | 9 Februari 2009 | Balas

  57. gajah mati meninggalkan gading ulama yang wafta pasti meninggalkan penerus perjuangannya

    Komentar oleh muhammad abdurrahman alkaf | 19 Februari 2009 | Balas

  58. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) By pecintarasulullah In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 20 Februari 2009 | Balas

  59. […] Februari 21, 2009 · Tidak ada Komentar In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 21 Februari 2009 | Balas

  60. […] Februari 21, 2009 In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 21 Februari 2009 | Balas

  61. […] Mencintai Rasulullah pecintarasulullah 6:04 am In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 22 Februari 2009 | Balas

  62. […] In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) Februari 22, 2009 Posted by pecintarasulullah in Mencintai Rasulullah. trackback In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 22 Februari 2009 | Balas

  63. […] Februari 22, 2009 In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) […]

    Ping balik oleh In Memorian, The Smilly Habib, (Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi) « Pecinta Rasulullah | 22 Februari 2009 | Balas

  64. Assalaamu’alaikum Wr.Wb. Yaa habib, kulo kangen njenengan. mugi-mugi tansah pinanggihan wonten dunio lan akhirot. amien.

    Komentar oleh agung pinlih | 10 Maret 2009 | Balas

  65. […] seperti kata Habib Husein Mulachela, salah seorang santri Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi, “Memang, anak cucu Rasulullah SAW itu harus lebih berkualitas dalam meneladani akhlak Rasululah […]

    Ping balik oleh Habaib di Indonesia « TarkamSound | 10 Maret 2009 | Balas

  66. ya Allah…beliau banyak memberi inspirasi buat saya,beliau seorang yang menerima warisan dari datuknya Rasulullah SAW,baik dari akhlak, ilmu, kerendahan hati, dan keramahan beliau yang membuat hati ini semakin bertambah rindu kepada Rasulullah dan orang-orang sholeh…alaa ‘inna auliya’allah laa khoufun ‘alaihim walaa hum yahzanun…

    Komentar oleh fadly abdullah | 22 Mei 2009 | Balas

  67. SUbhanallah…saya benar2 tersentuh…saya pernah beberapa kali bertemu Habib Anis saat Maulid Simtud Dhuror di Gurawan Solo, beliau sangat ramah, santun, memandang wajah beliau hati terasa langsung nyaman&tentram, semoga kita bisa meniru sifat beliau

    Komentar oleh ivan deka fiyanto | 28 Mei 2009 | Balas

  68. semoga para habaib akan meneruskan teladan Habib Anis.Amin Allohumma Amin

    Komentar oleh Muchammad Fadli | 3 Juni 2009 | Balas

  69. Rugi bgt ana belum sempat bersalaman dengan Beliau…

    Komentar oleh Arbii | 27 Juni 2009 | Balas

  70. ASSALAMUALAIKUM,ALHAMDULILLAH ana bs tau tentang AL KISAH perjalanan dakwah AL HABIB ALI AL HABSY,ternyata AL HABIB,anak dr keturunan AL HABIB ALWI(INSYA ALLAH)ana bner,ana bc AL KISAH Ayahanda beliau yg meninggal dlm perjalanan k palembang,dan AL HABIB ALI,d berikan wasiat untuk meneruskan DAKWAH Ayahanda dan jg jubah,(INSYA ALLAH)ana g slh.Afwan klo slh dtengnya dr ana.Ana bersyukur begitu banyak AL KISAH para ALIM ULAMA,INSYA ALLAH kita bs blajar dr mereka semua.

    Komentar oleh sigit | 8 Juli 2009 | Balas

  71. semoga ALLAH merahmati,melindungi,memberkahi&meridhai AL HABIB ANIS BIN ALWY BIN ALY AL HABSYI beserta seluruh keluarga Beliau baik yang sudah wafat maupun yang belum lahir,al al fakir membuktikan sendiri kemulyaan ahlak & ketulus ikhlasan AL HABIB ANIS AL HABSYI sewaktu al fakir bertamu k rumah beliau d gurawan tahun 1999.al fakir yg wktu itu suka maksiat(narkoba) tetap dterima&dilayani beliau sebagai tamu.kebetulan waktu itu ada seorang teman al fakir yg brnma Ayi anak H.Yusuf skumpul martapura mnjadi khaddam drmh Beliau.SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH LAA ILA HA ILALLAH WALLAHU AKBAR berkat AL HABIB ANIS BIN ALWY BIN ALY AL HABSYI,skrng al fakir tidak lagi menjadi pecandu narkoba & berkat Beliau pula hati al fakir terbuka untuk belajar agama.mudah2n ALLAH menempatkan AL HABIB ANIS BIN ALWY BIN ALY AL HABSYI dtempat yg paling mulya bersama Datuk Beliau BAGINDA AL MUSTHAFA SHALALLAHU ALAIHI WASSALAAM..Aaamiiiiiiin.

    Komentar oleh Muhammad Syaikhan | 9 Juli 2009 | Balas

  72. Subhanallah . . saat ana melihat wajah beliau, hati ini sangat tenang. saat bersalaman dg beliau hatiku terasa tenang dan nyaman. ana rindu padamu. ana rindu padamu ya rosulullah..

    Komentar oleh muhammad mustofa | 3 November 2009 | Balas

  73. Subhaanallah… sungguh berbahagia orang-orang yang pernah mengenal, bertemu, berjabat tangan ataupun melihat wajah Beliau AL HABIB ANIS AL HABSYI. Beliau juga terkenal dekat dengan Tuan Guru ZAINI BIN ABDUL GHONI Martapura. Semoga keduanya berada bersama RASULULLOH SAW. juga kita semua nantinya, Amin …

    Komentar oleh hamzah | 2 Desember 2009 | Balas

  74. Subhannallah kenangan bertatapan langsung ato bertemu langsung dengan habib anis merupakn pertemuan yg paling indah yg Allah berikan kpd saya….sungguh tak akan terlupakan sampai akhir zaman….

    Komentar oleh fitriyah | 20 Juli 2010 | Balas

  75. habib anis emang sosok orang yg murah senyum dan ramah sama siapa pun .saya pernah sholat tengah mlm kira2 setahun yg lalu ,saya d datangi seseorang yg mirip habib anis tp saya yakin klo yg datang itu habib anis tp waktu itu saya belum tau klo habib anis sudah di panggil allah.saya baru tau habib anis meninggal tgl 24 juli 2010 ketika saya buka situs habib anis di internet …INNALILLAHI WA INNALILLAHI ROJIUN ,dan terakhir saya melihat habib anis ketika haul habib ali bin muhammad bin husein al habsyi di solo pada tahun 2000.dan waktu itu saya masih belajar agama di ma’had al huda di surabaya.al afu minkum ya habib anis semoga allah merahmati,melindungi,memberkahi keluarga dan keturunan habib ali bin muhammad bin husein al habsyi dan mengangkat derajat habib anis seperti para wali-wali allah .AMIN…….

    Komentar oleh atim | 24 Juli 2010 | Balas

  76. Subhanalloh… semoga ada penerusnya…
    habib Novel sebagai salah satu cucunya…lanjutkan…
    kami sebagai sesama umat islam , sesama ahlul baith …. kami mendukung dengan penuh semangat..
    karena aku hanya sebagai wanita…yang tidak punya banyak kesempatan untuk bisa bisa seperti beliau semua .amin.

    mahalia binti umar bin agil Al Athas
    al Hidayah ..Madegondo , Solo Baru

    Komentar oleh mahalia umar agil | 30 Agustus 2010 | Balas

  77. Assalam mualaikum wr wb….. Ya ALLOh… pertemukan hamba kepada beliau dan ROSULLOH SAW, disaat hamba menghadapi skarathul maut …..

    haryono
    Semanggi – Pasar Kliwon

    Komentar oleh R HARYONO | 2 September 2010 | Balas

  78. semoga Allah menempatkan beliau ditempat yang mulia di sisinya.

    Komentar oleh mahmud | 24 Oktober 2010 | Balas

  79. saya pernah langsung berhadapan dengan beliau, sungguh saya merasakan magnet aroma surgawi. semoga kelak di yaumul qiyamah kita adalah orang yang berkumpul di jannah dengan beliao. amin

    Komentar oleh achmad al ambary | 8 November 2010 | Balas

  80. ya allah ya rabb hamba mu ini merindukan senyuman wali mu inih ya allah,,,,
    tolong berikan lah kami mimpi bertemu dengan beliau ya allah,,,,,,

    Komentar oleh zul fikar Ad-Daulay | 12 Maret 2011 | Balas

  81. MasyaAllah…semoga kita bisa meneladani akhlak beliau yang mulia…amin

    Komentar oleh Habaib [dot] Net | 13 Maret 2011 | Balas

  82. Senyum habib anis seperti cahaya Dhuha yang memancar membawa ketenangan.. Ya Robb semoga Kau datang kan beliau dalam mimpi. amin..

    Komentar oleh Hasan Sadikin Al-Muqqadam | 11 Mei 2011 | Balas

  83. ilaa hadroti syaikhona Habib Anis bin Alwi Al-Habsy, ALfaaatihah…..

    Komentar oleh amin sukses | 12 Juli 2011 | Balas

  84. SAYA INGIN bersama beliau masuk ke surga, karena sya juga jama’ah beliah Majelis Simtud Duror ddari Jombang. ammmiiiinnnn

    Komentar oleh Amin Sukses | 12 Juli 2011 | Balas

  85. saya yg kejawen ini menghaturkan hormat pada habib anis, orang dgn wajah seperti beliau ini yg bisa menyejukkan tanah jawa, dan menenangkan bergolak-mendidihnya darah-darah mataram

    Komentar oleh Sarwoto Wiryodiharjo | 16 Juli 2011 | Balas

  86. Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulillah,amma ba’du,”Saya sering menghadiri ta’lim beliau,dan sejak itu saya jatuh hati kepada beliau”allahumma adkhilni pi zumaratihim bihaqqi muhammadin”Fahrizal,BATAM

    Komentar oleh FAHRIZAL BATAM | 14 Oktober 2011 | Balas

  87. habib Anis bin Alwi Alhabsy merupakan seorang kakek yang sangat sayang kepada cucu cucunya , ana berbicara empat mata terakhir waktu mau mengawinkan adik ana di mesjid riyad solo , kata katanya yang disampaikan sampai saai ini masih terngiang di telinga ana

    Komentar oleh Bebe Feri | 20 Oktober 2011 | Balas

  88. yahabib salam alaika,,,,,,,,habib,,anis adalah sosok fenomenal yang sungguh patut djadikan teladan khusus nya oleh umat islam,,,,,,,,mari kita sbagai umat islam yang baik harus mneladani ,,,,para waliyullah kita ,,,,,,,

    Komentar oleh sidqon | 21 Januari 2012 | Balas

  89. BADUI DARI YAMAN

    Komentar oleh abu faiq | 15 Maret 2012 | Balas

  90. walaupun ane blm pernah ketemu dgn alm.Habib Anis, tp dgn liat fotonya yg lg tersenyum, bisa di bayangkan sosok seperti apa beliau..

    figur seorang guru yg ane cari selama ini..

    ane izin copas biografi beliau

    Komentar oleh a h m a d f a u z i (@ozicalm) | 21 Oktober 2012 | Balas

  91. saya rindu beliau, jadi saya buka biografi beliau, ijin copas ea, matur suwun

    Komentar oleh yeni | 23 Oktober 2012 | Balas

  92. Do’a kan hamba semoga hamba dapat menjadi baik,, dalam pandangan اللَّهُ,,dan semoga hamba dapat meneruskan dan mekanjutkan apa yg diajarkan guru hamba,, dan lindungi hamba dari para godaan syetan yg terkutuk. ​​​آمِيّنْ… آمِيّنْ…. آمِيّنْ.. يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

    Komentar oleh muhammad asman baksin | 21 Maret 2013 | Balas

  93. amiin

    Komentar oleh SANNY | 4 April 2013 | Balas

  94. ALHAMDULILLAH,, WAKTU BELIAU HABIB ANIS MENINGGALKAN KITA SEMUA TUK SLMANYA D DUNIA, INSYA ALLOH MUDAH MUDAHAN SAYA TERMASUK ORANG YG BERUNTUNG, SAYA BISA MENCIUM KAKAI BELIAU SBLM D MAKAMKAN, DAN SAYA ALHAMDULILLAH SEWAKTU BELIAU MASIH SUGENG SAYA D BERI KESEMPATAN BISA BERSALAMAN DG BELIAU SAMPAI BEBERAPA KALI WKT KHAUL HABIB ‘ALI,, YA ALLOH MUDAH2AN D AKHIRAT KAMI BISA BERSAMA SAMA BELIAU, BERSAMA SAMA KUMPUL DG ROSULULLOH SAW. AMIIIIN YA ROBBAL ‘ALAMIN

    Komentar oleh SANNY | 4 April 2013 | Balas

  95. mari kmbli ke alquran dan sunnah yg murni

    Komentar oleh joko poer | 20 Februari 2014 | Balas

  96. ikutilah alquran dan petunjuk nabi,bkn ustad,kiai dsb,jgnlah mengkultuskan seseorang/sesuatu,itu sirik pelakunya

    Komentar oleh budi | 20 Februari 2014 | Balas

  97. Untuk yang komen 113 &114, Kenapa orang orang saleh dikultuskan, karena prestasi dan sportifitas mereka dalam mengikuti Al-Qur’an dan Sunah Nabi sehingga Alloh mengangkat derajat mereka,,,,bahkan para Habaib adalah katurunan dan pewaris ilmu yang dibawa RasuluLloh SAW, sudah selayaknyalah mereka mendapat warisan kemuliaan dari Datuk mereka yaitu Baginda RosuluLloh SAW. Kalau anda benar2 orang yang kembali dan pengikut Al-Qur,an dan petunjuk Nabi, niscaya saat ini anda sudah menempati kedudukan orang2 mulia sebagaimana firman Alloh SWT…”Sesungguhnya Alloh mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu”. di ayat lain “Sesungguhnya Para Wali Alloh itu tiada rasa takut dan berduka cita pada diri mereka”. Mereka tidak mencari kemuliaan dari orang tetapi orang orang sama memuliakan mereka. mereka tidak mencari penghormatan dari manusia tetapi manusia dengan suka rela tanpa paksaan menghormati mereka, karena mereka adalah orang-orang yang dimuliakan Alloh SWT.

    Komentar oleh Azhari | 7 Maret 2014 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: