بسم الله الرحمن الرحيم

Makalah ke 16

(Dikatakan, karena syahwat maka seorang raja berubah menjadi hamba sahaya/budak) karena sesungguhnya barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia akna menjadi hamba dari sesuatu yang dicintainya. (dan sabar akan membuat seorang hamba sahaya berumab menjadi seorang raja) karena seoang hamba dengan kesabarannya akan memperoleh apa yang ia inginkan. (apakah belum kita ketahui kisah seorang hamba yang mulia putra seorang yang mulia, putera seorang yang mulia Sayyidina Yusuf AS Ash-Shiddiq, putera Ya’qub yang penyabar,  putera Ishaq yang penyayang, putera Ibrahim Al-Khalil AS dengan Zulaikha. Sesungguhnya ia zulaikha sangat cinta kepada Sayyidina Yusuf AS dan Sayyidina Yusuf bersabar dengan tipudayanya.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah ke 15

dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Menafsiri firman Allah Ta’ala, “Sungguh telah nyatalah kerusakan baik di daratan maupun di lautan, maka beliau memberikan tafsirannya (Yang dimaksud Al-Barr/daratan adalah lisan. Sedangkan yang dimaksud Al-Bahr / lautan adalah hati). Apabila lisan telah rusak dikarenakan mengumpat misalnya, maka akan menangislah diri seseorang / anak cucu adam. Akan tetapi apabila hati yang rusak disebabkan karena riya’ misalnya, maka akan menangislah malaikat.  Dan diperumpamakan hati/qalb dengan lautan adalah dikarenkan sangat dalmnya hati itu.

 

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

makalah ke empat belas

makalah ke empatbelas : (diriwayatkan dari sebagian hukama’) yaitu orang yang ahli mengobati jiwa manusia, dan mereka itulah para wali Allah. -(Barang siapa yang menganggap ada pelindung yang lebih utama dari Allah maka sangat sedikitlah ma’rifatnya kepada Allah) Maknanya adalah barang siapa yang menganggap ada penolong yang lebih dekat daripada pertolongan Allah, maka maka sesungguhnya dia belul mengenal Allah. (Danbarang siapa yang menganggap ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsunya sendiri, maka sedikitlah ma’rifatnya/pengetahuannya tentang nafsunya) Artinya adalah brang siapa yang berperasangka ada musuh yang lebih kuat dari pada hawa nafsunya yang selalu mengajak kepada kejahatan, maka sedikitlah ma’rifatnya/pengetahuannya akan hawa nafsunya sendiri.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah ke tiga belas

Makalah ke tiga belas : (Keinginan orang arifiin adalah memujiNya) maksudnya keinginan orang ahli ma’rifat adalah memuji Allah Ta’ala dengan keindahan sifat-sifatnya. (dan keinginan orang-orang zuhud adalah do’a kepadaNya) yaitu permintaan kepaad Allah sekedar hajat kebutuhannya dari du nia dengan segenap hatinya, dimana yang dimaksud do’a adalah meminta dengan merendahkan diri kepadaNya dengan memohon diberi kebaikan kepadanya. (Karena keinginan orang arif/ ahli ma’rifat dari Tuhannya bukanlah pahala ataupun surga) sedangkan keinginan orang zuhud adalah untuk kepentingan dirinya sendiri, yaitu untuk kemanfatan dirinya dari pahala dan surga yang didapatkannya. Maka demikianleh perbedaan orang yang keinginan hatinya mendapatkan bidadarii dan orang yang cita-citanya adalah keterbukaab hatinya.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah ke dua belas

Makalah ke dua belas : Dari Nabi SAW : (Tidaklah termasuk dosa kecil apabila dilakukan secara terus menerus) karena dengan dilakukan secara terus menerus, maka akan menjadi besarlah ia. (Dan tidaklah termasuk dosa besar apabila disertai dengan taubat dan istighfar) Yaitu taubat dengan syarat-syaratnya. Karena sesungguhnya taubat dapat menghapus bekas-bekas dosa yang dilakukan meskipun yang dilakukan tersebut dosa besar. Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-dailamy dari Ibni Abbas RA. 

 

 

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah ke sebelas

Makalah ke sebelas : dari sebagian ahli hikmah / Aulia’ (Janganlah kamu menyepelekan dosa yang kecil) kerana dengan selalu menjalankannya maka lama kelamaa akan tumbuhlah ia menjadi dosa besar. Bahkan terkadang murka Tuhan itu ada pada dosa yang kecil-kecil.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah ke 10

Dari sebagian ahli zuhud yaitu mereka yang menghinakan kenikmatan dunia dan tidak peduli dengan nya akan tetapi mereka mengambil dunia sekedar dharurah/darurat sesuai kebutuhan minimumnya. (Barang siapa yang melakukan perbuatan dosa dengan tertawa bangga, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis- karena seharusnya ia menyesal dan memohon ampunan kepada Allah bukannya berbangga hati. Dan barang siapa yang ta’at kepada Allah dengan menangis- karena malu kepada Allah dan Takut kepadaNya  karena merasa banyak kekurangan dalam hal ta’at kepaadNya Maka Allah akan memasukkanNya ke dalam surga dalam keadaan tertawa gembira. ) dengan sebenar-benar gembira karena mendapatkan apa yang menjadi tujuannya selama ini yaitu ampunan dari Allah.

 

 

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

makalah ke sembilan

makalah ke sembilan : Diriwayatkan dari Sufyan Atsauri, beliau adalah guru dari Imam Malik RA. ( Setiap ma’siyat yang timbul dari dorongan syahwat yaitu keinginan yangteramat sangat akan sesuatu maka dapat diharapkan akan mendapat ampunanNya. Dan setiyap ma’siyat yang timbul dari takabur atau sombong yaitu mendakwakan diri lebih utama atau mulia dari yang lain , maka maksiyat yang demikian ini tidak dapat diharapkan akan mendapat  ampunan dari Allah). Karena maksiyat iblis berasal dari ketakaburannya yang tidak mau hormat kepada Nabi Adam AS atas perintah Allah dimana ia menganggap dirinya lebih mula dari Nabi Adam AS yang diciptakan dari tanah sedangkan ia/iblis diciptakan dari api. Dan sesungguhnya kesalahan Nabi Adam AS adalah karena keinginannya yang teramat sangat untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk memakannya.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

makalah ke 8

makalah ke delapan : Dari A’Masy, naam lengkapnya adalah Abu Sulaiman bin Mahran AL-Kuufy RA. (Barang siapa yang bermodalkan taqwa, maka kelulah lidah untuk menyebutkan sifat keberuntungannya dan barang siapa yang bermodalkan dunia, maka kelulah lidah untuk menyebut sebagai kerugian dalam hal agamanya). Artinya barang siapa yang bermodalkan taqwa dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya dimana dasar dari amal perbuatannya adalah selalu bersesuaian dengan syari’at, maka baginya pasti mendapatkan kebaikan yang sangat besar tanpa dapat dihitung dalam hal kebaikan yang diperolehnya.  Dan kebalikannya barang siapa yang perbuatannya selalu berseberangan dengan hukum syari’at, maka baginya kerugian yang sangat besar bahkan lidahpun sampai tidak dapat menyebutkannya.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah ke 7

Makalah ke tujuh : Dari Yahya bin Muadz RA. (Tidak akan durhaka kepada Allah orang-orang yang mulia) yaitu orang yang baik tingkah lakunya Yaitu mereka yang memuliakan dirinya dengan menghiasinya dengan taqwa dan menjaga diri dari ma’siyat. (Dan tidak akan memilih dunia dari pada akhirat orang-orang yang bijaksana) Artinya orang bijak / hakiim tidak akan mendahulukan atau mengutamakan urusan dunia dari pada urusan akhirat. Adapun orang hakiim adalah orang yang mencegah dirinya dari pada bertentangan dengan kebenaran akal sehatnya.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Makalah 6

Makalah ke enam : Dari ‘Aly RA wa KarramaLlaahu Wajhah. (Barang siapa yang mencari ilmu maka surgalah sesungguhnya yang ia cari. Dan barang siapa yang emncari ma;siyat maka sesungguhnya nerakalah yang ia cari)

Artinya barang siapa yang menyibukkan diri denagn mencari ilmu yang bermanfaat, yang mana tidak boleh tidak bagi orang yang aqil baligh untuk mengetahuinya maka pada hakekatnya ia mencari surga dan mencari ridho Allah SWT. Dan barang siapa yang menginginkan ma’siyat, maka pada hakekatnya nerakalah yang ia cari, dan kemarahan Allah Ta’ala.

28 Januari 2008 Posted by | Nasihat | Tinggalkan komentar

Risalah Al-Muawwanah (Fasal 18)


Dan wajib bagi kamu jika kamu memiliki harta yang harus dibeikan zakat maka keluarkanlah zakat itu. Karena yang demikian ini akan memperbaiki hatimu, dengan maksud dalam mengeluarkan zakat teresebut adalah karena Allah,dan menyegerakan pengeluaran itu tanpa menunda pelaksanaannya. Jika kamu dapat melaksanakan hal ini maka akan tampak barakah dari hartamu dan akan berlipat ganda bagimu kebaikan dan jadilah hartamu terpelihara dari segala mara bahaya. Dan wajib bagi kamu mengumpulkan harta hingga sampai nisab kemudian mengeluarkan zakatnya dan jauhilah perilaku kebanyakan anak dunia karena diantara mereka ada yang tidak menyempurnakan hartanya (hingga nisab) sehingga mereka tidak mengeluarkan zakat. Dan janganlah kamu memakan hasil buah-buahan dan tanaman kamu yang telah mencapai nishab hingga engkau mengetahui dengan pasti jumlahnya (yang wajib engkau zakati). Dan ketahuilah sesungguhnya orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat kemudian ia tidak memberikan kepada yang berhak padahal ia mengetahui, atau ia menggunakan harta itu untuk kesenangan hawa nafsu, seperti orang yang memberikannya kepada orang lain untuk mendapatkan keuntungan yang segera, maka tiada sekali-kali ia keluar dari dunia (meninggal) melainkan ia akan disiksa dengan hartanya itu. Dan sesungguhnya adzab akhirat itu lebih besar seandainya mereka mengetahui. Jika yang demikian ini keadaan orang yang mengeluarkan zakat tidak pada tempatnya, maka bagaimana pula keadaan orang yang yang tidak mau mengeluarkan zakat, mereka itulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk , maka tiadalah keuntungan bagi perniagaan mereka dan tiadalah mereka mendaparkan petunjuk. Dan telah berulang kali datang penjelasan bahwa orang yang tidak mengeluarkan zakat, keadaannya sama seperti orang yang meninggalkan shalat dalam hal keburukannya. Dan telah berkata Abu Bakar, mengenai orang yang meninggalkan zakat, beliau menamainya dengan ahlul riddah (orang yang murtad) na’udzubiLlah min dzalik.

Dan wjib bagi kamu mengeluarkan zakat fitri untuk dirimu dan untuk orang-orang yang menjadi tanggunganmu dalam hal nafakah, dan yang demikian ini jika kamu mampu.

Dan wajib bagi kamu memperbanyak sedekah, dan bersedekahlah pula kepada saudara / kerabat yang membutuhkan, dan kepada ahlul khair yang kekurangan harta karena sedekah yang demikian ini dapat membersihkan dirimu dan banyak pahalanya jika diserahkan kepada mereka.

Dan wajib bagi kamu bersedekah dengan sesuatu yang engkau cintai dan yang engkau rasa berat mengeluarkannya agar kamu mendapat kebaikan dari Allah Ta’ala. Telah berkata Allah Ta’ala, “Tidak akan mendapat kebaikan sehingga engkau mau menginfakkan harta yang kamu cintai “. Dan terlebih lagi (bersedekah dengan sesuatu yang) engkau sendiri membutuhkannya. Jika kamu dapat melaksanakan hal ini maka kamu akan termasuk orang-orang yang beruntung. Dan terlebih lagi bersedekah secara tersembunyi (tidak diketahui orang lain) karena sadaqatul asrar dapat meredam amarah Tuhan dan berlipat ganda 70 kali lipat daripada sadaqah secara terang-terangan, dan selamat dari godaan riya’ yang merusakkan amal .

Dan jangan lewatkan untuk bersedekah setiap hari dengan sesuatu meskipun sedikit. Dan jangan engkau sia-sia para peminta-minta yang berdiri di depan pintu rumahmu meskipun engkau hanya mampu memberikan sebiji kurma apa lagi yang lebih besar dari itu (kurma). Karena sesungguhnya ia (peminta-minta) adalah hadiyah/pemberian Allah Ta’ala untukmu. Jika engkau tidak memiliki sesuatu yang engkau berikan maka tolaklah ia denga cara yang baik dengan tutur kata yang halus dan janji yang bagus.

Dan jika engkau memberi sesuatu kepada orang miskin maka perlihatkanlah perasaan senang kepadanya dan tumbuhkan kesadaran pada dirimu bahwa itu semua itu adalah suatu keselamatan bagimu dengan diterimanya pemberianmu. Dengan demikian kamu akan berhasil mendapatkan pahala. Bahkan jika engkau memiliki dunia dan seisinya niscaya lebih besar dan lebih utama pahala ini. Dan telah datang penjelasan bahwa terkadang satu suap pahalanya dihadapan Allah Ta’ala lebih besar daripada gunung uhud.

Dan janganlah engkau enggan (tidak mau) berzakat karena takut jatuh miskin karena sesungguhnya zakat itulah yang akan menarik berkah kepada kekayaan . dan sesungguhnya orang yang meninggalkan zakat itulah sesungguhnya mereka menarik dirinya kepada kefakiran.

Dan ketahuilah sesungguhnya pada sedekah terdapat beberapa manfaat baik yang segera maupun untuk kemudian. Adapun manfaat yang dekat adalah dapat menambah rizki dan umur dan mencegah mati dalam keadaan buruk dan menyehatkan badan dan harta menjadi barakah. Dan manfaat jangka panjang adalah dapat melebur dosa/kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, dan kelak dapat menjadi payung di atas kepalanya (tempat berteduh) di hari kiyamat dan menjadi tirai penghalang dari siksa neraka dan lain-lain manfaat. Dan tidak dapat mengambil pelajaran akan hal ini kecuali orang-orang yang cerdas dan beruntung.

27 Januari 2008 Posted by | Risalah Al-Muawwanah | Tinggalkan komentar

Kasihan deh nafsu

foto291.jpg

Terkadang kita tidak tahu apakah kita sedang melayani-Nya atau sedang meni’mati keindahan rahmat-Nya. Perpaduan akal, ruh dan anggota badan lah yang membawa kita kepada pelayanan kepada-Nya (melaksanakan syari’ah). Ketika ketiga unsur (akal ruh dan fisik) bertawajuh kepada-Nya, ada keni’matan yang datang karena kita dalam keadaan pelayanan, dan rahmat Allah yang sangat halus dan lembut terus mengalir, sirr terus mengucapkan lafal Allah…Allah sambil bertawajuh . Kemudian nafsu ikut bergabung ingin andil menikmatikeindahan rahmat-Nya dan memang menjadi pembawaan nafsu, tabi’atnya adalah mendatang tempat-tempat kesenangan. Ada kelezatan di situ, maka ditariklah akal ke belakang agar tidak mengganggunya dalam menikmati hidangan Ilahi. Apabila akal kuat, ditolaklah kehadiran nafsu dan tidak diberi bagian sedikitpun meski hanya mencicipi hidangan Ilahi. Keadaan tetap dalam pelayanan dan bertawajuh. Kalimat Allah-Allah terus mengalir bersama aliran darah dan daging serta tulang sumsum. Hidangan Ilahi tetap di depan mata dan ni’matnya datang sendiri. Akan tetapi bila nafsu menguat dan terus memaksa sehingga akal mundur ke belakang, maka terhentilah pelayanan dan yang tinggal hanyalah keinginan berlezat-lezatan. Jadi tertipulah kita, tertipulah nafsu karena ketika kita hanya ingin berlezat-lezatan, secara tidak kita sadari ditariklah hidangan itu dari hadapan kita oleh yang Punya karena Ia tak rela rahmatNya dini’mati oleh musuh-Nya. Nafsu dan diri tetap termangu dikiranya hidangan Ilahiyah masih berada di depan mata padahal tanpa diketahui sesungguhnya ia telah pergi…..(Ashari)

Burung India

27 Januari 2008 Posted by | Artikel sufi | 2 Komentar

Nasehat RasuluLlah SAW kepada putrinda

2.jpg
Makam Baqi’

Suatu hari RasuluLlah SAW menyempatkan diri berkunjung ke rumah Fatimah RA. Setiba di kediaman putri kesayangannya tersebut RasuluLlah SAW berucap salam kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling syair (Gandum) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu RasuluLlah SAW bertanya , “Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah SWT tidak menyebabkan air matamu berderai”.

Jawab Fatimah “Wahai RasuluLlah, penggilingan dan urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan ananda menangis”.

Lalu duduklah RasuluLlah SAW di sisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan, “Duhai Ayahnda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali suamiku mencarikan seorang jariyah (hamba perempuan) untuk membantu ananda menggiling gandum dan menyelesaikan pekerjaan rumah “.

Maka bangkitlah RasuluLlah SAW mendekati penggilingan itu. Dengan tangannya beliau mengambil sejumput syair kemudian diletakkannya di penggilingan seraya membaca basmalah. Ajaib, dengan ijin Allah penggilingan tersebut berputar sendiri.

Sementara penggilingan itu berputar, RasuluLlah SAW bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa, sehingga habislah butir-butir syair itu tergiling.

“Berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”. Maka penggilingan itupun berhenti berputar. Lalu dengan izin Allah SWT penggilingan itu berkata-kata dalam bahasa manusia, “ Yaa RasuluLlah SAW , Demi Allah yang telah menjadikan Tuan kebenaran sebagai nabi dan rasul-Nya. Kalaulah tuan menyuruh hamba menggiling syair dari timur hingga ke barat niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT, ‘Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah para malaikat yang kasar lagi keras yang tidak mendurhakai Allah akan apa yang diperintahkan dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya’. Maka hamba takut ya RasuluLlah jika kelak hamba menjadi batu dalam neraka”.

Dan bersabdalah RasuluLlah SAW, “Bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam surga”. Maka bergembiralah batu penggilingan itu dan kemudian diamlah ia. Lalu RasuluLlah SAW bersabda kepada Fatimah, “Jikalau Allah SWT menghendaki niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya beberapa derajad untukmu. Wanita yang menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajad.”.

Kemudian RasuluLlah SAW meneruskan nasihatnya, “Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat ketika menggiling gandum untuk suaminya, Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh parit. Wanita yang meminyaki dan menyisir rambut anak-anaknya serta mencuci pakaian mereka Allah SWT mencatat sebagai orang yang memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang telanjang. Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tertangga-tetangganya, Allah SAW akan menghalanginya dari meminum air telaga kautsar di hari kiyamat”.

RasuluLlah SAW kembali meneruskan, “Wahai Fatimah, yang lebih utama dari semua itu adalah keridaan suami terhadap isterinya. Jika suamimu tidak ridha, maka aku tidak akan mendoakan kamu. Tidak kah engkau ketahui, ridha suami adalah ridha Allah SWT, dan kemarahannya adalah kemarahan Allah SWT”.

“apabila wanita mengandung janin, maka beristighfarlah para malaikat dan Allah SWT mencatat tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapus seribu kejahatannya. Apabila ia sakit hendak melahirkan, maka Allah SWT mencatat pahala orang – orang yang berjihad. Apabila ia melahirkan maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya ketika ibunya melahirkannya. Apabila ia meninggal, maka tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun. Kelak akan didapati kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga. Dan Allah SWT mengaruniakan pahala seribu haji dan seribu umrah. Dan beristighfarlah seribu malaikat untuknya di hari kiyamat.

“Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati serta ikhlas dan niat yang benar, maka Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya. Dan Allah SWT akan mengenakannya seperangkat pakaian hijau, dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut di tubuhnya seribu kebaikan. Wanita yang tersenyum di hadapan suaminya, Allah SWT memandangnya dengan pandangan rahmat”.

“Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati, berserulah malaikat untuknya, “teruskanlah amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu dari dosa yang lalu dan dosa yang akan datang. “

“Wahai Fatimah wanita yang megoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya, Allah SWT memberinya minuman dari sungai-sungai surga, Allah SWT meringankan sakaratulmautnya dan kuburnya akan menjadi taman dari taman-taman surga. Allah SWT aka menyelamatkannya dari api neraka, selamat dari lilitan siratal mustaqim”.

26 Januari 2008 Posted by | Artikel sufi | 7 Komentar

Syaikh ‘Uzzaz bin Mustaudhi Al-Bathaihi

 er.jpg

            Beliau adalah salah seorang ulama besar Iraq. Kepada beliau diserahkan pendidikan para murid di Bathaih. Para ulama banyak yang belajar kepada beliau . berkat persahabatan dengan beliau (berkat kehendak beliau) terlahir banyak wali. Para ulama juga memberikan konsensus untuk menghormati dan memuliakan beliau dan beliau menjadi tujuan ziarah dari berbagai belahan dunia.

            Beliau dikenal sebagai seseorang yang bersifat baik,  dan selalu mengikuti hukum syar’i atau sunah. Beliau bagaikan manifestasi dari hukum Allah karena seringnya beliau melakukan mujahadah, muraqabah dan berpegang teguh kepada ajaran salaf  baik secara tersembunyi maupun terag-terangan. Diantara perkataan beliau adalah :

            “Roh menjadi lembut dengan kerinduan sehingga dapat bergantung dengan akhir musyahadah ketika menerima hakikat dan hanya Allah yang dilihatnya.”

            “Aku yakin bahwa sesuatu yang hadits / baru tidak akan dapat mengetahui sesuatu yang qadim / dahulu dengan hukum sebab akibat. Sifat Al-Haq harus dicapai”.

            “Kalbu para pecinta terbang kepada Al-Haq dengan sayap ma’rifah berjalan mengikuti kecintaan dan tercerabut dengan sinar ke-Maha SucianNya kepada sinar Ke-IntimanNya”.

            “Kalbu yang sehat adalah kalbu yang mengisyaratkan kepada loyalitas dari bawahnya, kesucian dari atasnya, kemurahan dari samping kanannya, pengharapan dari samping kirinya, pertemuan di depan dan kebaqaan dari belakang”.

            Diriwayatkan bahwa bangsa jin bercakap-cakap dengan beliau dan singa menjadi jinak. Syaikh Abdul Lathif berkata, “Suatu ketika Syaikh Uzzaz lewat di tengah pohon-pohon kurma. Terbetik dalam hati beliau untuk makan buah kurma. Seketika itu pula pohon kurma merunduk dan sang Syaikh makan darinya. Setelah selesai pohon tersebut kembali seperti semula.”

            Pelayannya Syaikh Abul Mu’ammar Isma’il AL-Washithi meriwayatkan bahwa dirinya pernah mendengar Syaikh Uzzaz berkata, “Ketika baru mencapai puncak spiritual, aku tenggelam dalam kondisi tersebut selama 40 hari tanpa makan dan minum serta tidak dapat membedakan dua hal yang berbeda. Setelah itu perasaanku kembali dan aku menahan nafsuku selama 17 hari lainnya. Setelah itu aku kembali ke hukum kenormalan. Saat itu jasadku sangat menginginkan dua roti gandum hangat, ikan panggang dan air segar dalam tempat air dari besi merah yang baru. Dan saat itu aku berada di tepi laut.

            Kemudian aku melihat tiga benda bergerak dari dalam laut dan mendekat kepadaku. Ternyata ketiga benda tersebut adalah tiga ekor ikan besar. Di punggung ekor pertama terdapat dua potong roti , di punggung yang lain terdapat ikan panggang, dan di punggung yang terakhir terdapat tempat air dari besi merah.

            Setelah ditampar ombak ke kiri dan ke kanan, ketiga ikan tersebut sampai dan meletakkan semua itu di hadapanku seperti manusia memberi sesuatu kepada manusia yang lain dan kembali ke laut. Akupun menyantap makanan tersebut dan ternyata roti yang diberikannya terbuat dari birr (gandum putih) dan ketika aku minum air yang mereka berikan, aku merasakan kesegaran yang belum pernah aku temui dalam air manapun di dunia. Tidak lebih dari sepersepuluh hidangan tersebut yang aku makan, namun aku sudah merasa kenyang”.

            Diriwayatkan suatu ketika beliau lewat di hadapan seekor singa yang hendak memangsa seorang pemuda dan telah mematahkan kakinya. Sang Syaikh berteriak dan singa tersebut berbalik kepadanya dengan penuh kemarahan hendak menerkam beliau. Syaikh Uzzaz memungut sebutir batu sebesar kacang dan melemparkannya ke singa tersebut dan langsung tewas. Kemudian beliau mendatangi pemuda tersebut  dan menyapukan tangan beliau ke kaki yang patah. Seketika itu pula kaki tersebut sembuh…………

26 Januari 2008 Posted by | Manakib Aulia yang lain | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.